Jumat, 17 Oktober 2025

DIUBAH MENJADI SERUPA DENGAN GAMBAR-NYA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 3:14-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang pikirannya tumpul dan apa penyebabnya?
  2. Apakah yang terjadi kepada pikiran seseorang yang bertobat?
  3. Apakah yang dimaksud dengan segambar dengan Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“….Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar….” (2 Korintus 3:18).

Pada zaman Rasul Paulus, banyak orang Yahudi yang sangat menghormati Hukum Taurat Musa tetapi gagal melihat bahwa semua ritual dan korban dalam Perjanjian Lama hanyalah bayangan dari Kristus yang akan datang.

Mereka membaca Kitab Suci dengan “selubung” yang menutupi pengertian mereka, sehingga yang mereka lihat hanyalah aturan-aturan yang harus dipatuhi, bukan Juru Selamat yang dikirim untuk menebus mereka.

Selubung ini membuat mereka terfokus pada ritual keagamaan tanpa mengalami perubahan hati.

Mereka sibuk dengan yang lahiriah, tetapi hati mereka tidak diubah.

Inilah bahaya yang juga mengintai kita saat ini: melakukan ritual agama tanpa memiliki hubungan pribadi dengan Kristus.

Kabar baiknya adalah, selubung yang menutupi hati dan pikiran kita telah diangkat oleh Tuhan Yesus Kristus!

Ketika kita berbalik kepada-Nya dalam pertobatan dan iman, mata rohani kita dibukakan.

Kita mulai membaca Alkitab dengan perspektif yang baru.

Kita tidak lagi melihat Perjanjian Lama sebagai dongeng masa lalu, tetapi sebagai janji Allah yang digenapi dalam diri Yesus.

Kita tidak lagi membaca “jangan berzinah” atau “harus mengasihi” hanya sebagai perintah yang mustahil kita lakukan, tetapi sebagai undangan untuk mengalami kasih karunia dan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Kristus adalah kunci yang membuka seluruh isi Alkitab dan membuatnya hidup dan cocok bagi kita.

Setelah selubung diangkat, kita memasuki sebuah perjalanan yang menakjubkan: kita “diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya.”

Perhatikan bahwa ini adalah sebuah proses.

Paulus menggunakan frasa “dari kemuliaan kepada kemuliaan,” yang menggambarkan perubahan bertahap dan terus-menerus, seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu.

Proses ini bukan hasil usaha kita sendiri dengan mencoba lebih rajin beribadah atau berbuat baik.

Ini adalah karya Roh Kudus di dalam diri kita.

Peran kita adalah dengan “muka yang tidak berselubung, kita memandang kemuliaan Tuhan.”

Artinya, kita harus dengan tekun dan konsisten merenungkan Kristus—melalui Firman-Nya, dalam doa, dan dalam penyembahan.

Semakin kita memandang Dia, semakin sifat-sifat-Nya—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan—terpantul dalam hidup kita.

Lalu, bagaimana prinsip firman Tuhan ini diterapkan dalam hidup kita sehari-hari?

Pertama, bertobatlah dari ketergantungan pada diri sendiri.

Berhentilah berusaha menjadi baik dengan kekuatan sendiri.

Akui bahwa hanya Kristus yang dapat mengubahmu.

Kedua, alokasikan waktu setiap hari untuk “memandang Dia.”

Bacalah Alkitab bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk berjumpa dengan Pribadi Yesus.

Renungkan kebaikan, kuasa, dan pengorbanan-Nya bagimu.

Ketiga, percayalah pada karya Roh Kudus.

Ketika kamu menghadapi pencobaan atau kegagalan, ingatlah bahwa perubahan itu proses.

Allah tidak terburu-buru.

Dia dengan setia mengerjakan dalam dirimu dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat yang lain.

Hidupmu adalah kanvas-Nya, dan Dia sedang membuatmu semakin serupa dengan gambar Anak-Nya.

Terimalah kebebasan dan anugerah yang ditawarkan-Nya, dan biarkan kemuliaan-Nya semakin nyata melalui hidupmu.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya membaca dan merenungkan firman Tuhan yang efektif.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 6-7

Kamis, 16 Oktober 2025

MEMIMPIN KEPADA KESEMPURNAAN KRISTUS

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:24-29

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan rasul Paulus bersukacita karena Jemaat di Kolose?
  2. Tugas apa yang dipercayakan oleh Allah kepada rasul Paulus?
  3. Apa yang dirahasiakan selama berabad-abad?
  4. Apa yang menjadi berita utama dalam ajaran atau nasihat rasul Paulus?
  5. Apa yang diusahakan dan digumulkan oleh rasul Paulus dalam mengajar dan menasihati jemaat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kita mengalami kelahiran baru, maka keadaan kita menjadi seperti bayi yang baru lahir, dan Rasul Paulus menyatakannya dengan jelas:

Kolose 2:6-7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Dan Rasul Petrus juga membuat pernyataan kepada para bayi rohani ini:

1 Petrus 1:23 “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”

1 Petrus 2:2-3 “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.”

Dari ayat-ayat firman Tuhan ini, kita belajar bahwa ketika kita mengalami kelahiran baru, maka kita menjadi seperti bayi yang selalu menginginkan air susu sebagai makanan.

Hendaklah kita tetap ada di dalam Yesus Kristus, supaya kita berakar, artinya selalu memperoleh makanan rohani sehingga kita bertumbuh dan dibangun di atas dasar Kristus.

Oleh Roh Kudus yang dianugerahkan Allah Bapa dalam nama Yesus, Tuhan kita, kita mengalami pertumbuhan sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.

Dengan menjauhi perkara kesia-siaan yang berasal dari dunia, dosa, dan pelanggaran terhadap kebenaran, dianjurkan agar kita tidak menjauhi persekutuan atau menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah:

Ibrani 10:24-25 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Dengan saling memperhatikan, akan timbul di hati dan pikiran kita dorongan untuk saling mendorong dan menasihati, sehingga kita semua bertumbuh dan terus dibangun di dalam Kristus.

Roh Kudus akan membuka mata kita ketika kita memperhatikan saudara kita, kebutuhan dan persoalannya.

Melalui hal itulah Tuhan akan memperlengkapi kita, sehingga kita dapat menolong, mendorong, dan membantu saudara yang kita perhatikan.

Saudara, kita adalah Tubuh Kristus yang terdiri dari berbagai anggota, seperti tangan, mata, hidung, telinga, kaki, dan lain-lain.

Kita semua memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan bentuk dan peran masing-masing, serta kita berbeda dalam berbagai sudut pandang.

Oleh karena itu, janganlah kita saling menghakimi hanya karena bentuk atau peran yang berbeda, dan bertanya mengapa kita tidak sama.

Saudara, Tuhanlah yang membentuk kita, dan Dia hendak membentuk kita sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.

Rasul Paulus dengan jelas menuliskan dalam suratnya kepada jemaat di Roma:

Roma 8:26-30 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Jadi sangat jelas bahwa Tuhan Allah menginginkan anak-anak-Nya menjadi serupa dengan gambar dari Yesus yang juga merupakan gambaran Allah yang tidak kelihatan.

Sejak semula, Allah Bapa menghendaki agar manusia ciptaan-Nya menjadi gambaran dan rupa Dia, Allah yang tidak terlihat:

Kejadian 1:26-28 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, Pencipta langit dan bumi.

Namun, karena dosa, gambar Allah itu menjadi rusak, manusia mengalami kematian, dan murka serta kutuk Allah berada di atas manusia, sehingga segenap dorongan hatinya selalu ingin berbuat dosa.

Hal itulah yang menyebabkan Tuhan Allah, Bapa kita yang maha kasih, berkeinginan supaya manusia kembali kepada apa yang telah direncanakan-Nya sejak semula.

Tuhan Allah, Bapa kita, tidak pernah gagal.

Oleh karena itu, Dia menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, Allah yang Maha Kuasa.

Maka, apa yang Dia nyatakan dahulu melalui firman-Nya ketika Tuhan hendak menciptakan manusia harus dipulihkan, dan semua cita-cita Allah ketika manusia diciptakan harus kembali sesuai dengan rencana-Nya.

Sejak awal penciptaan, Tuhan merencanakan supaya manusia berkuasa.

Dan puji Tuhan, itulah yang Tuhan kembalikan ke dalam gereja-Nya, kuasa melalui kehadiran Roh Kudus dalam hidup manusia sebagai milik kepunyaan-Nya.

Oleh kuasa firman Allah dan kuasa Roh Kudus, jemaat Tuhan di dalam gereja Yesus Kristus mengalami pemulihan, pengudusan, dan pembenaran, serta juga mengalami pemuliaan.

Semua itu dilakukan oleh Tuhan Allah sendiri melalui kuasa firman-Nya dan kuasa Roh Kudus-Nya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menjadi kunci keberhasilan seorang anak Tuhan, yaitu orang percaya yang telah lahir baru, untuk mengalami keserupaan dengan Yesus Kristus?

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 4-5

Rabu, 15 Oktober 2025

SEMUA YANG LAHIR DARI ALLAH MENGALAHKAN DUNIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 5:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang lahir dari Allah?
  2. Apa tanda bahwa kita telah lahir dari Allah?
  3. Apa tandanya bahwa kita mengasihi Allah?
  4. Mengapa perintah-perintah Allah itu tidak berat?
  5. Dengan apa, kita mengalahkan dunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Rasul Yohanes pernah menuliskan pernyataan atau firman Yesus Kristus:

Yohanes 14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Dari ayat firman Tuhan ini, kita belajar bahwa Tuhan akan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang mengasihi Yesus, yaitu mereka yang memegang dan menjadi pelaku firman Tuhan.

Orang-orang atau murid-murid akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun atas mereka.

Roh Kudus akan membuat orang yang dimasuki-Nya menjadi saksi yang berkuasa.

Ketika para murid bersaksi dan memberitakan kebenaran firman Tuhan, kuasa Roh Kudus menyertai mereka.

Berbagai mujizat dapat terjadi ketika orang percaya atau murid-murid pergi bersaksi dan memberitakan Injil keselamatan atau Injil Kerajaan.

Dalam pemberitaan Injil, sudah dapat dipastikan bahwa mereka yang pergi adalah orang-orang yang mau menaati perintah Yesus Kristus.

Mereka adalah orang-orang yang mengasihi Yesus.

Dalam pemberitaan Injil, orang-orang yang pergi memberitakan Injil disertai oleh Roh Kudus yang mengerti peperangan rohani, sehingga kuasa Roh Kudus menguasai hidup mereka.

Seorang yang bersaksi adalah orang yang dikuasai oleh Roh Kudus yang memberikan iman, sehingga pemberitaannya disertai kuasa Roh Kudus, supaya dia bisa berhasil dan menghasilkan jiwa-jiwa yang percaya ketika Injil diberitakan.

Kuasa Roh Kudus merupakan kuasa dan pengurapan yang membuat pemberitaan kita diurapi, sehingga firman yang disampaikan berkuasa untuk menyadarkan orang.

Roh Kudus yang berkuasa itu menyadarkan orang berdosa.

Saudara, iman kita menyatakan berdasarkan firman Tuhan, bahwa semua yang lahir dari Allah mampu mengalahkan dunia.

Demikianlah yang dituliskan Rasul Yohanes dalam ayat-ayat firman yang menjadi dasar renungan ini.

1 Yohanes 5:4-5 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”

Pengurapan Roh Kudus memampukan kita untuk memberitakan Injil dan bersaksi bahwa Yesuslah Tuhan yang mengasihi kita dengan rela mengorbankan nyawa-Nya di atas kayu salib.

Kuasa Roh Kudus juga memampukan kita untuk mengalahkan kuasa dunia yang menutup mata rohani pendengar atau orang yang diinjili, sehingga mereka dapat menyadari keberadaan diri mereka sebagai orang berdosa yang patut menerima hukuman atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

Peperangan rohani terjadi ketika pemberitaan Injil dilaksanakan.

Dengan tuntunan Roh Kudus, perkataan kita yang diurapi Tuhan akan menyadarkan orang berdosa akan dosanya.

Dan dengan pertolongan Roh Kudus, orang itu akan melihat bahwa Yesus adalah bukti kasih Bapa untuk keselamatan kita dan Yesus adalah Tuhan.

Ketika seseorang menyadari keadaannya dan mengenal siapa Yesus Kristus, maka:

Roma 10:9-10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Dengan pertolongan Roh Kudus, kita dilahirkan oleh Allah.

Melalui pertolongan Roh Kudus juga kita mengalahkan dunia dan membebaskan banyak orang yang dikuasai oleh dunia.

Kita akan membawa anak-anak dunia ini kepada Bapa melalui pemberitaan Injil yang diurapi oleh Roh Kudus, sebagai bukti bahwa orang yang lahir dari Allah akan mengalahkan dunia.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada orang yang berkali-kali mendengar pemberitaan Injil, namun tidak mengalami perubahan hidup?

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 1-3

Selasa, 14 Oktober 2025

ROH YANG ADA DI DALAM KITA LEBIH BESAR DARI ROH DUNIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 4:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah ciri utama dari roh yang bukan berasal dari Tuhan?
  2. Siapakah yang digolongkan dengan roh antikristus?
  3. Dengan apa kita mengalahkan roh antikristus dan nabi-nabi palsu yang ada disekitar kita?
  4. Apa ajaran utama dari  roh-roh duniawi yang antikristus itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara yang kekasih, sejak zaman Yesus Kristus sudah muncul ajaran antikristus yang menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias.

Mereka berkata bahwa Yesus berasal dari Nazaret, sehingga menurut mereka Ia bukanlah Mesias, sebab tidak ada nubuat yang menyatakan seorang nabi akan datang dari Galilea.

Yesus juga dituduh sebagai seorang pelahap karena tidak terlihat menjalani doa dan puasa.

Dia justru mengajarkan bahwa doa harus dilakukan di kamar terkunci dan puasa tidak boleh diketahui orang lain.

Sejak kehadiran Yesus di muka bumi, ajaran antikristus sudah terlihat dengan jelas, dimulai dari orang-orang Farisi yang cemburu dan iri hati karena melihat banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus.

Bahkan ketika Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan, Ia dituduh bahwa Ia melakukannya dengan menggunakan penghulu setan.

Bahkan, apabila ada seorang Farisi yang berusaha membela Yesus, maka secepatnya para ahli Taurat dan orang-orang Farisi lainnya menuduhnya sebagai murid Yesus.

Yohanes 7:50-52 “Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”

Nikodemus pernah menemui Yesus Kristus pada malam hari, karena ia tidak ingin orang lain mengetahui bahwa ia sebenarnya bersimpati kepada Yesus, yang oleh banyak orang disebut sebagai Mesias.

Hal ini didasarkan pada pengajaran-Nya yang penuh kuasa dan disertai berbagai mujizat, sehingga banyak orang percaya kepada Yesus dan mengikuti Yesus.

Pada malam hari pertemuan tersebut, terjadilah dialog antara Nikodemus dan Yesus Kristus:

Yohanes 3:1-7 “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.”

Seseorang yang dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus akan didiami oleh Roh Allah di dalam batinnya, dan ia akan menerima Roh Allah.

Roh Allah inilah yang akan mengajarkan dia untuk mengenal Yesus Kristus dan mengenal Bapa:

1 Korintus 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.”

Roh Kristus yang tinggal di dalam hati atau batin kita, dengan pertolongan-Nya, menolong kita untuk menyatakan pengajaran-pengajaran yang bersifat antikristus di sekitar kita.

Ajaran-ajaran yang tidak menerima bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan hanya seorang anak manusia biasa atau ciptaan, dengan jelas merupakan ajaran antikristus.

Ajaran yang menyatakan bahwa Yesus baru ditetapkan oleh Bapa-Bapa Gereja pada tahun 325 Masehi pada sidang Konsili Nicea.

Pernyataan ini pernah disampaikan oleh seorang mantan penganut Katolik yang kemudian menjadi mualaf.

Namun, benarkah demikian? Sesungguhnya, Alkitab sejak awal telah menubuatkan tentang keturunan perempuan.

Pada waktu itu, Allah Bapa telah menyatakan bahwa keturunan perempuan yang dimaksud adalah seorang manusia keturunan Hawa:

Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Jadi, jauh sebelum peristiwa-peristiwa itu terjadi, Allah Bapa telah menyatakan bahwa akan datang seorang keturunan perempuan, yaitu dari garis keturunan Hawa.

Nubuat ini kemudian ditegaskan kembali melalui pernyataan Nabi Yesaya:

Yesaya 7:14 “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”

Yesaya 9:5-6 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”

Jadi, mengenai ke-Allahan Yesus Kristus, hal itu bukanlah hasil ketetapan manusia atau keputusan Konsili Nicea, melainkan ketetapan Allah Bapa, karena Yesus adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia.

Saudara yang kekasih, Roh Kudus yang tinggal di dalam kita sangat merindukan supaya kita menikmati seluruh anugerah yang Bapa sediakan bagi anak-anakNya.

Kita bisa menjadi terang di tengah kegelapan dunia saat ini.

Yesus merindukan supaya kita sebagai gereja dapat memuridkan bangsa-bangsa dan seluruh etnis yang ada di Indonesia, sebagai warisan Gereja Indonesia untuk memahkotai Yesus Kristus kelak di hadapan semua makhluk yang memuji dan menyembah Anak Domba Allah di sorga.

Tuhan berkehendak agar semua kaum, bangsa, dan bahasa hadir di hadapan Anak Domba Allah di sorga, di depan takhta kemuliaan Allah.

Gereja yang berkuasa dan memerintah akan menyelamatkan banyak orang berdosa yang dibawa kepada Allah melalui pemberitaan Injil pada akhir zaman.

Karena Roh Allah adalah Roh yang menganugerahkan kuasa kepada gereja.

Roh yang berada di dalam kita adalah Roh Allah, Roh yang lebih besar daripada segala roh yang ada di dunia ini.

Saudara, kebenaran ini hanya dapat diterima oleh anak-anak Allah yang telah lahir kembali.

Melalui iman mereka, Roh Kudus, Roh Kristus, tinggal di dalam batin anak-anak Allah tersebut.

Dengan demikian, kita tidak menerima roh dunia, melainkan Roh Allah yang lebih besar daripada semua roh dunia ini.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada orang yang dapat menerima keberadaan Yesus Kristus sebagai nabi dan Juruselamat dunia, namun menolak pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 27-28

Senin, 13 Oktober 2025

KITA TIDAK MENERIMA ROH DUNIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 2:12-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dari siapa kita tahu apa yang dikaruniakan Allah bagi kita?
  2. Apa yang diajarkan oleh Roh kepada Rasul Paulus?
  3. Siapa yang tidak dapat menerima apa yang berasal dari Tuhan Allah?
  4. Mengapa manusia rohani dapat menilai segala sesuatu, tetapi dirinya sendiri tidak dapat dinilai?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kita percaya, Tuhan Allah mengaruniakan Roh-Nya kepada orang percaya.

Dan sebagaimana Yesus katakan, Roh itu disebut sebagai Penolong yang lain.

Yohanes 14:16-17 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”

Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah Penghibur:

Yohanes 14:26 “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Roh Allah yang dianugerahkan kepada orang percaya juga disebut oleh Yesus sebagai Roh Kebenaran:

Yohanes 16:13-14 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

Roh Kudus yang dijanjikan dan telah diutus oleh Bapa dalam nama Yesus Kristus merupakan sumber kuasa dan pengurapan yang paling utama di dalam jemaat Tuhan.

Dialah yang menjadi pemimpin di dalam jemaat Kristus melalui para penatua dan diaken.

Roh Kudus juga yang mengaruniakan berbagai karunia rohani yang bekerja di antara orang-orang percaya sebagai penyataan Roh.

Tuhan memberikan karunia-karunia Roh Kudus untuk kepentingan jemaat, dengan tujuan membangun orang percaya hingga mencapai kedewasaan rohani.

Roh yang dianugerahkan itu adalah Roh Kudus atau Roh Allah yang memimpin gereja untuk menjangkau seluruh dunia. Roh Kudus merupakan sumber kuasa bagi gereja dan jemaat Tuhan.

Keadaan dan kondisi dunia saat ini sesungguhnya telah dinubuatkan oleh Yesus Kristus, juga oleh nabi-nabi dan rasul-rasul Tuhan:

Matius 24:6-8 “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.”

Nah, untuk mengatasi hal-hal itu, Tuhan telah mengingatkan kita dan yang luar biasa, Yesus Kristus telah mengutus Roh Kudus bagi gereja-Nya.

Yesus telah menganugerahkan Roh-Nya sendiri yaitu Roh Kristus untuk tinggal di dalam kita.

Bukan roh-roh dunia yang ada di dalam kita, melainkan Roh Allah sendiri.

Efesus 3:16-17 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Tuhan menganugerahkan Roh Kudus-Nya untuk diam di dalam kita, tinggal di dalam hati kita, guna menguatkan dan meneguhkan kita dalam menghadapi kehidupan kita.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa anak-anak Tuhan bisa merasa cemas, kuatir, bahkan takut pada masa-masa sulit ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 26

Minggu, 12 Oktober 2025

ROH ALLAH MENGHIDUPKAN TUBUH KITA YANG FANA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:6-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa keinginan daging merupakan perseteruan terhadap Allah?
  2. Mengapa mereka yang hidup dalam kedagingan tidak berkenaan kepada Allah?
  3. Apa yang menyebabkan kita tidak lagi hidup dalam kedagingan?
  4. Apa yang menyebabkan kita dapat hidup dalam kebenaran?
  5. Apa yang dapat membangkitkan tubuh kita hidup dalam ketaatan dan kebenaran?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Rasul Paulus memberikan kesaksian kepada jemaat di Roma yang ia tuliskan dalam Kitab Roma, ditujukan kepada jemaat Yesus Kristus di kota Roma.

Ia menyatakan bahwa melalui hukum Taurat ia memiliki keinginan yang baik, yakni untuk berbuat benar dan melakukan yang baik.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya: ia melakukan hal-hal yang tidak ia sukai, yaitu perbuatan jahat.

Hal ini dituliskannya dalam:

Roma 7:18-20 “Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.”

Saudara, keinginan untuk berbuat baik tidak dapat dilakukan oleh daging atau tubuh dosa kita.

Batin kita ingin melakukan yang benar, tetapi tubuh kita justru cenderung melakukan apa yang tidak kita ingini, yaitu kejahatani.

Karena itu, kita sangat perlu menolong saudara-saudara kita agar dapat bebas dari tubuh daging atau tubuh kematian mereka.

Terutama bagi mereka yang hanya berpegang pada agama, kita harus memiliki belas kasihan ilahi, sebab betapa sengsaranya orang-orang seperti itu.

Kesaksian Rasul Paulus tentang hal ini dinyatakannya dalam Kitab Roma:

Roma 7:21-23 “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”

Adakah kekuatan yang dapat membebaskan orang-orang beragama ini dari kedagingan yang berdosa atau dari tubuh maut itu?

Rasul Paulus menyaksikan:

Roma 7:24-25 “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Saudara, karya Yesus di atas kayu salib merupakan kekuatan kuasa Allah yang akan membebaskan anak-anak manusia dari tubuh maut mereka.

Hal ini dituliskan oleh Rasul Paulus dalam kitabnya:

Roma 1:16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”

Berita Injil inilah kabar baik, yaitu firman kebenaran, Injil keselamatan, yang merupakan hikmat ilahi.

Injil ini sanggup mengubah orang berdosa dan mengubah anak-anak manusia yang dikuasai oleh dosa, sehingga diubahkan menjadi manusia ilahi oleh firman kebenaran:

Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Saudara, ketika kita percaya kepada Kabar Baik, yaitu Injil keselamatan, firman kebenaran, maka Tuhan, Allah Bapa, Yesus Kristus menganugerahkan Roh Kudus untuk tinggal dalam hidup kita sebagai meterai kepemilikan Allah atas hidup kita.

Roh Kudus akan mengubah hidup kita mengalami kelahiran baru, sehingga tubuh maut itu diubah menjadi hidup oleh Roh Kudus yang menghasilkan suatu perubahan.

2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Ketika kita telah menerima Kristus, sangatlah penting bagi kita untuk membaca, merenungkan, dan mempelajari firman Tuhan sebagai cara memberi makan kepada roh atau batin kita.

Hal ini juga dituliskan Rasul Paulus dalam suratnya kepada anak rohaninya, Timotius:

2 Timotius 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Rasul Paulus juga menuliskan kepada jemaat di Kolose:

Kolose 2:6-7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Oleh firman Allah, kita akan diubahkan menjadi ciptaan baru.

Dengan tetap tinggal di dalam Kristus, kita akan berakar dan tertancap kuat di dalam Yesus Kristus, serta dibangun di atas Dia, sehingga menjadi kokoh dan kuat.

Melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, kita diubahkan dari makhluk kedagingan menjadi makhluk ilahi oleh pekerjaan Roh Kudus.

2 Petrus 1:3-4 “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”

Saudara, melalui Roh Kudus dan firman Allah, kita akan mengalami pemulihan, pembenaran, dan pengudusan oleh pekerjaan Roh Kudus dari dalam diri kita:

Roma 8:11 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

Saudara, apabila kita senantiasa terhubung dengan Dia yang tinggal di dalam kita, maka kita akan mengalami pembaharuan.

Kita tidak lagi senang dengan dosa, dan Roh Kudus akan menolong kita untuk tidak ingin berbuat dosa lagi.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa masih ada anak-anak Tuhan yang jatuh bangun dalam dosa dalam kehidupan sehari-hari?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 24-25