Sabtu, 28 Maret 2026

HIKMAT DARI ROH UNTUK MEMBERITAKAN KRISTUS

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 4:5-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa saja pemimpin yang berkumpul untuk mengadili Petrus dan Yohanes (ayat 5–6)?
  2. Pertanyaan apa yang diajukan kepada Petrus dan Yohanes (ayat 7)?
  3. Apa yang membuat Petrus berani menjawab mereka (ayat 8)?
  4. Dalam nama siapakah mujizat kesembuhan itu terjadi (ayat 10)?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bukan sekedar hanya catatan sejarah tentang penangkapan Petrus dan Yohanes, melainkan sebuah demonstrasi teologis mengenai bagaimana Hikmat Ilahi dan Kuasa Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya saat menghadapi oposisi duniawi.

Narasi ini menyajikan kontras tajam antara otoritas institusional manusia dengan otoritas rohani yang berasal dari persekutuan dengan Kristus.

  1. Sumber Keberanian (Ayat 8)
    Petrus penuh dengan Roh Kudus. Keberanian bersaksi di hadapan Mahkamah Agama bukan hasil retorika manusia, melainkan manifestasi kuasa Roh yang menjanjikan penyertaan saat menghadapi penguasa (Lukas 12:11-12).
  2. Fokus Pemberitaan (Ayat 10-12)
    Identitas: Yesus Kristus dari Nazaret.
    Karya: Disalibkan manusia, dibangkitkan Allah.
    Eksklusivitas Keselamatan: Yesus adalah “batu penjuru” . Keselamatan tidak ada di dalam nama lain di bawah kolong langit.
  3. Bukti Perubahan (Ayat 13)
    Keheranan Dunia: Pemimpin Yahudi terheran-heran melihat keberanian Petrus dan Yohanes karena mereka adalah orang biasa yang tidak terpelajar.
    Tanda Utama: Mereka mengenali bahwa keberanian dan hikmat tersebut berasal dari fakta bahwa para rasul “telah disertai oleh Tuhan Yesus.”

Berdasarkan teks ini, hikmat dari Roh untuk memberitakan Kristus memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Dependensi Mutlak: Keberanian sejati muncul saat kita mengandalkan Roh Kudus, bukan hanya sekedar kecerdasan intelektual semata.
  2. Ketajaman Alkitabiah: Hikmat Roh memampukan kita menghubungkan fakta kehidupan (seperti kesembuhan atau penderitaan) dengan kebenaran Kitab Suci.
  3. Kristosentris: Tujuan akhir dari hikmat dari Roh adalah memuliakan Nama Yesus, bukan meninggikan diri si pemberita.
  4. Kesaksian Hidup: Dampak terbesar dari pemberitaan adalah ketika dunia melihat bahwa kita telah “bersama-sama dengan Yesus.”

“Parrhesia” (Keberanian): Dalam bahasa Yunani, kata ini merujuk pada kebebasan berbicara yang penuh keyakinan tanpa rasa takut. Ini adalah tanda khas dari seseorang yang dipenuhi Roh Kudus.

  • Bagaimana cara mempersiapkan diri agar siap memberi jawaban tentang iman kita?
  • Apa yang dapat kita pelajari dari keberanian Petrus dan Yohanes untuk pelayanan masa kini?
  • Bagaimana gereja dapat bersaksi dengan penuh hikmat di tengah tantangan zaman?
  • Apa langkah praktis untuk lebih peka terhadap pimpinan Roh Kudus dalam memberitakan Kristus?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 4-8

Jumat, 27 Maret 2026

HIDUP BARU DALAM KRISTUS

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 4:20-32

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud Paulus dengan “kamu bukan demikian” dalam bagian ini?
  2. Menurut Surat Efesus 4:20–21, bagaimana seseorang belajar mengenal Kristus?
  3. Apa arti “menanggalkan manusia lama” dan “mengenakan manusia baru” (ayat 22–24)?
  4. Mengapa pembaruan roh dan pikiran penting dalam hidup orang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hidup baru dalam Kristus menurut Efesus 4:20-32 adalah transformasi radikal dari manusia lama menuju manusia baru. Proses ini melibatkan tiga langkah utama:

  • Menanggalkan: Membuang “manusia lama” yang binasa oleh nafsu yang menyesatkan.
  • Memperbarui: Mengalami pembaruan roh dan pikiran secara terus-menerus.
  • Mengenakan: Memakai “manusia baru” yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan.

Paulus memberikan instruksi praktis mengenai perubahan karakter:

Manusia Lama (Tinggalkan)

  • Perkataan: Dusta
  • Emosi: Marah yang berdosa atau pendendam
  • Etika Kerja: Mencuri
  • Komunikasi: Perkataan kotor
  • Relasi: Kepahitan, kegeraman, fitnah

Manusia Baru (Lakukan)

  • Perkataan: Kebenaran
  • Emosi: Marah yang terkontrol (selesaikan segera)
  • Etika Kerja: Bekerja keras dan berbagi
  • Komunikasi: Kata-kata membangun dan berkat
  • Relasi: Keramahan, kasih mesra, pengampunan

Kita dipanggil untuk memperlakukan orang lain bukan berdasarkan apa yang mereka layak terima, melainkan berdasarkan bagaimana Allah telah memperlakukan kita di dalam Kristus.

Roh Kudus yang kita terima menjadi bahan bakar untuk menghidupi “manusia baru” tersebut.

Hidup baru bukan hanya soal etika sosial, tetapi soal relasi kita dengan Tuhan dan Roh Kudus menetap dalam diri orang percaya.

Ketika kita kembali ke pola hidup lama, kita melukai hati Tuhan. Kesadaran akan kehadiran Roh Kudus ini menjadi rem spiritual agar kita tetap hidup dalam kekudusan.

  • Sikap atau kebiasaan lama apa yang perlu saya tinggalkan sebagai bagian dari “manusia lama”?
  • Dalam hal apa saya perlu diperbarui dalam pikiran dan tindakan saya?
  • Apakah saya sudah mencerminkan kebenaran dan kekudusan dalam kehidupan sehari-hari?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 1-3

Kamis, 26 Maret 2026

MENGUASAI DIRI MENURUT UKURAN IMAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 12:1-3

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 12:3.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Firman Tuhan hal-hal apakah yang tidak boleh kita pikirkan supaya kita dapat kendalikan pikiran kita?
  2. Mengapa kita harus menguasai pikiran kita?
  3. Agar pikiran kita sesuai dengan kehendak Allah maka hal apakah dalam diri kita yang tidak serupa dengan dunia ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Perkataan dan perbuatan serta karakter kita sangat ditentukan oleh pikiran kita.

Supaya kita dapat bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus maka kita harus mengelola dan mengatur pikiran kita, sehingga kita tidak berpikir secara dunia atau manusiawi, tetapi berpikir secara ilahi, karena ada banyak anak-anak Tuhan yang sudah lama mengikut Tuhan namun perubahan hidupnya belumlah signifikan.

Untuk memiliki pikiran ilahi maka kita memastikan bahwa kita tidak mau menjadi serupa dengan dunia ini sehingga seluruh pola pikir kita yang lama harus dibaharui secara total.

Sebagai contoh bahwa orang dunia tidak mau mengampuni orang yang sering menyakiti mereka tetapi sebagai orang percaya maka kita harus senantiasa mengampuni orang yang bersalah kepada kita bahkan tujuh puluh kali tujuh dosa orang lain yang bersalah kepada kita harus kita ampuni.

Jika orang percaya belum diperbaharui pikiran mereka maka hal itu menjadi kesulitan bagi mereka, sehingga mereka tidak memahami kehendak dan keinginan Tuhan bahwa pengampunan itu menjadi hal yang penting bagi mereka karena tidak mungkin mereka diampuni oleh Tuhan jika mereka tidak mau mengampuni kesalahan orang lain.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.“ (Roma 12:2).

Oleh sebab itu kita harus senantiasa mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan agar seluruh pikiran duniawi itu diganti dengan pikiran Allah yaitu Firman Tuhan.

Ketika pikiran kita terus diperbaharui maka kita harus menguasainya agar tidak memberi kesempatan kepada iblis untuk menjatuhkan kita lewat kekuatiran, ketakutan dan kecemasan yang membuat kita menjadi “overthinking” sehingga pikiran kita tepat seperti yang dipikirkan oleh Tuhan dalam hal memandang orang lain, persoalan-persoalan dalam hidup serta keadaan-keadaan yang kita hadapi dalam hidup sehari-hari.

Dan dipastikan kita berkemenangan dalam menghadapi situasi dan keadaan-keadaan tersebut.

“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” (Roma 12:3).

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengisi pikiran saudara sehingga tidak overthinking tetapi sesuai dengan Firman Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ruth 1-4

Rabu, 25 Maret 2026

MEMENUHI PIKIRAN DENGAN KEBENARAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 4:6-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 4:7.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana caranya agar dimerdekakan dari segala bentuk kekuatiran?
  2. Hal-hal apakah yang Tuhan berikan kepada kita saat kita nyatakan keinginan kita kepada Dia melalui doa dan permohonan?
  3. Apakah yang harus kita lakukan terhadap setiap kebenaran Firman yang telah kita terima dan kita dengar agar hidup kita tidak kuatir?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Iblis selalu melemparkan ketakutan, kekuatiran serta intimidasi ke dalam pikiran kita sehingga kita dapat ditipu dan dijatuhkan oleh si jahat.

Namun Tuhan ingin kita mengisi pikiran kita dengan kebenaran Tuhan sehingga kita selalu berkemenangan dalam segala hal.

Dalam kehidupan sehari-hari iblis selalu melemparkan panah apinya dalam bentuk kekuatiran dan Tuhan ingin agar kita mengelola pikiran kita dengan benar sehingga kita tidak dikuasai dan dibelenggu oleh kekuatiran tetapi damai sejahtera Allah selalu memimpin dan mengendalikan kehidupan kita.

Beberapa hal yang Tuhan ajarkan kepada kita untuk menang dari rasa kuatir, diantaranya:

  1. Kita harus sadar bahwa iblis selalu melemparkan panahnya kepada kita sehingga kita dapat menjadi kuatir dan kita harus melawannya. ”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (I Petrus 5:8-9).
  2. Kita harus menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup pelihara kita. Penyerahan kekuatiran itu kita lakukan lewat permohonan dan doa. ”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (I Petrus 5:7). ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7).
  3. Kita harus mengisi pikiran kita dengan setiap kebenaran Firman Tuhan sehingga panah api si jahat tidak dapat menembus pikiran kita lewat ketakutan dan kekuatiran dengan cara percaya dan melakukan setiap kebenaran Firman Tuhan yang telah kita terima dan dengar. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” (Filipi 4:8-9).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara berkemenangan dari rasa kuatir karena mengisi pikiran saudara dengan kebenaran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 19-21

Selasa, 24 Maret 2026

MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG DARI ROH KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:5-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 8:5.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal-hal apakah yang dipikirkan oleh orang-orang yang hidup menurut Roh dan juga orang-orang yang hidup menurut daging?
  2. Apakah ciri-ciri dari orang yang hidup dari keinginan daging dan keinginan Roh?
  3. Menurut saudara apakah yang harus kita kendalikan agar senantiasa hidup dipimpin oleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Segala hal yang kita pikirkan dan renungkan akan menghasilkan perbuatan dan perkataan serta karakter kita.

Dan sebagai orang percaya Tuhan ingin agar hal-hal yang kita pikirkan adalah berasal daripada Roh Kudus, supaya kita tidak hidup dalam kedagingan.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:1-2).

Tuhan ingin agar kita memahami cara memiliki pikiran-pikiran yang berasal dari Roh Kudus, diantaranya adalah:

  1. Kita harus membuang setiap perkara-perkara yang membuat kita selalu berpikiran yang jahat diantaranya adalah trauma-trauma dalam pikiran kita dan opini-opini serta sudut pandang yang salah, sehingga kita hidup dengan pikiran yang duniawi dengan cara memiliki pikiran-pikiran Kristus. ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2:5).
  2. Kita selalu mau untuk diperbaharui pikiran kita sehingga pikiran yang salah diubahkan melalui persekutuan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan yang kita dengar dan renungkan mencetak ulang pikiran kita menjadi sesuai dengan apa yang Firman Tuhan katakan sampai kita memiliki pikiran Allah. ”Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (I Korintus 2:16).
  3. Kita harus membangun persekutuan dengan Firman Tuhan agar selalu memiliki perkataan dan perbuatan Kristus dengan cara melakukan setiap Firman Tuhan yang kita renungkan dan dengan penuh ketaatan. ”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25).

Ketika kita memikirkan hal-hal dari Roh Kudus maka kita melakukan perbuatan-perbuatan Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengelola pikiran saudara dengan Firman Tuhan sehingga saudara melakukan perbuatan Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 16-18