Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Bagaimanakah keadaan kita ketika kita dipanggil?
Apa yang Allah lakukan bagi orang-orang yang tidak dianggap secara dunia?
Bagaimana kita bisa bermegah?
Kalau kita perhatikan iklan-iklan, apapun iklannya, baik itu produk maupun jasa, apa yang sebenarnya ditawarkan?
Iklan produk kecantikan menawarkan perubahan dari kulit yang kusam menjadi segar
Iklan jasa sekolah dan kampus menawarkan perubahan dari anak yang biasa-biasa menjadi pintar dan mampu bersaing.
Iklan bisnis menawarkan perubahan ekonomi bagi pengikutnya.
Ya, PERUBAHAN. Itulah yang dicari oleh kita semua.
Demi perubahan, orang rela mengeluarkan uang, waktu, dan tenaga.
Sebagai pengikut Kristus, kita bisa berkata-kata banyak, mengutip ayat demi ayat, pergi melakukan aktivitas rohani, tetapi tidak ada yang berbicara lebih kuat daripada perubahan hidup yang bisa dilihat dan dirasakan oleh orang-orang sekitar kita.
Mengapa kita berhenti memakai suatu produk atau berpindah ke jasa lain? Karena kita tidak melihat perubahan dan dampak yang signifikan untuk terus diikuti.
Mengapa ada orang-orang yang walaupun tahu tentang Kekristenan tapi tidak mau berkomitmen menerima dan mengikutiNya?
Karena mereka tidak melihat perubahan dan dampak yang signifikan dari para pengikut Kristus di sekitar mereka.
Yesus berkata bahwa apa yang bodoh bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih allah, bahkan apa yang tidak berarti dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.
Transformasi hidup dalam Yesus tidak selalu langsung terjadi dan terkadang di awalnya terlihat tidak menarik, namun pada akhirnya selalu menyatakan kebesaranNya.
Ada anak Tuhan yang memutuskan untuk jujur dalam studi dan pekerjaannya.
Hal ini akan dipandang bodoh oleh dunia, tapi ketika mereka tetap dalam kejujuranNya sambil membangun diri untuk menjadi yang terbaik di bidangnya, Tuhan akan mengurapi dan mengangkat mereka.
Ada anak Tuhan yang tadinya sangat keras hati dan suka berantem, mengalami transformasi hidup untuk mau mengampuni bahkan mengasihi orang-orang yang berseteru.
Hal ini dianggap sebagai kelemahan bagi mereka yang tidak mengerti, tapi seringkali pertobatan dan pemulihan justru terjadi.
Lalu bagaimana kalau ada orang yang bertanya kepada Saudara ,”Perubahan apa yang bisa dialami kalau saya percaya Yesus dan mengikutiNya?
Apakah Kamu mengalami perubahan?”
Kira-kira Saudara akan menjawab apa?
Renungkanlah perubahan hidup apa yang Saudara sudah alami dalam Tuhan dan bersaksilah untuk menyatakan kebesaranNya. Jika Saudara belum mengalami perubahan, mari berdoalah dan cari Tuhan sampai Saudara mengalami perubahan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Perintah baru apa yang Yesus berikan kepada murid-muridNya?
Atas dasar apa perintah baru itu diberikan?
Apa tujuan dari perintah baru tersebut?
Kasih.. kasih.. kasih..
Tema kasih adalah hal yang didambakan oleh setiap orang tanpa memandang usia, agama, suku, lokasi.
Begitu universal, dirindukan, diagungkan, tapi juga mengalami banyak penyelewengan.
Banyak orang melakukan sesuatu atas nama kasih, tapi sejujurnya mungkin kita tidak sungguh-sungguh memahami kasih itu sendiri.
Berapa banyak di antara kita yang pernah memaksakan sesuatu kepada orang lain atas nama kasih?
Kadang pemaksaan mungkin perlu, tapi seringkali kita harus mengakui bahwa kita memaksa bukan untuk kepentingan orang yang kita kasihi, melainkan kepentingan kita sendiri.
Kita juga mungkin pernah berbohong atas nama kasih.
Daripada menyatakan kebenaran dan melukai, lebih baik menutupi dan berbohong.
Bahkan hari-hari ini banyak yang berselingkuh atas nama kasih.
Karena dia sangat cinta kepada selingkuhannya, maka ia meninggalkan keluarganya.
Saudaraku, mari kita sama-sama kembali kepada Allah, Sang Kasih itu sendiri.
Mengasihi dan dikasihi adalah perjalanan seumur hidup.
“Supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu,” kata Yesus.
Mari alami kasih Yesus terlebih dahulu, karena kita tidak akan mampu untuk bisa mengasihi orang lain dengan tulus dan benar tanpa kasih Yesus yang memenuhi hati kita.
Ketika kita belajar mengasihi, biarlah FirmanNya yang menjadi dasar utama dan bukan perasaan atau pemikiran kita sendiri.
Biarlah firman Tuhan terus memurnikan hati kita sehingga kita dimampukan untuk mengasihi sama seperti Yesus mengasihi kita.
Tulus, murni, dan dalam kebenaran.
Diskusikanlah dengan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana bisa mempraktekkan kasih seperti Yesus? Apa yang bisa Saudara lakukan untuk menunjukkan kasih kepada orang-orang?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang Yesus lakukan sementara Ia berkeliling kota dan desa?
Apa yang dirasakan oleh Yesus ketika melihat orang banyak?
Apa yang Yesus ajarkan kepada murid-muridNya untuk mereka minta kepada Allah?
Hari-hari ini kita hidup di dunia yang mengalami kemajuan sangat pesat.
Begitu banyak yang ditawarkan kepada kita melalui teknologi, mulai dari youtube, aplikasi, film seri, games, informasi dan komunikasi dengan AI.
Dampak dari hal-hal tersebut adalah kehidupan yang semakin individualis.
Kita tidak lagi merasa perlu untuk berkunjung ke rumah orang lain atau berkumpul onsite.
Kita puas memantau hanya melalui sosial media, padahal sosial media seringkali tidak menggambarkan yang sesungguhnya.
Namun, tidak bisa dipungkiri dalam hati yang terdalam, banyak orang yang tetap bertanya-tanya tentang apakah arti hidup yang sesungguhnya?
Apakah kasih yang tulus sungguh ada? Apakah rasa nyaman itu benar-benar bisa membuat bahagia?
Saudara bisa mencoba bertanya kepada AI tentang solusi-solusi hidup dan jawaban AI tersebut akan sangat bagus, tapi ada satu hal yang tidak bisa dikerjakan oleh AI.
AI tidak bisa melakukan kunjungan. AI ga punya inisiatif untuk bertanya dan memberi perhatian duluan.
AI ga bisa menyentuh secara fisik.
Jika kita sebagai anak-anak Tuhan tidak bisa melakukan lebih dari AI, maka kita tidak akan bisa menjangkau banyak orang yang membutuhkan kasih Kristus yang nyata.
Namun, kita tidak mungkin mau menjangkau, jika kita tidak punya belas kasihan dan kepedulian dalam hati kita.
Orang yang mencari kenyamanan saja, hatinya akan tumpul karena Kristus tidak menebus kita hanya untuk kenyamanan.
Ia mau supaya kita saling mengasihi dan menyatakan perbuatanNya.
Saudara, izinkan kasih Kristus menguasai Saudara.
Lihatlah kembali kepada pesan Salib, bahwa Ia datang ke dunia dengan belas kasihan yang membuatNya bergerak dan mati di Kayu Salib.
Bukalah mata Saudara untuk melihat sekeliling.
Adakah orang yang perlu dibantu? Adakah orang yang sedang kesusahan?
Tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit.
Mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, agar Ia mengirimkan pekerja dan biarlah kita menjadi pekerja itu sendiri.
Pikirkanlah orang-orang di sekeliling Saudara dan doakan mereka. Ambilah satu langkah nyata untuk menunjukkan kasih dan kepedulian Saudara bagi mereka.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Bagaimana hubungan antara Yesus dan Bapa?
Apa yang terjadi bagi mereka yang percaya kepada Yesus?
Apa janji Yesus bagi mereka yang meminta sesuatu kepadaNya?
Yesus berkata kepada murid-muridNya “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”
Jika kita mencoba menempatkan diri kita di posisi murid-murid, kalimat tersebut bukanlah kalimat yang mudah untuk dimengerti dan diterima.
Kita mungkin akan berkata, ”Saya percaya Engkau Guru, tapi sampai bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Kau lakukan? Gimana caranya? Dan…dan apa maksudnya Engkau akan pergi? Saya ga mau ditinggal…”
Tapi Yesus terus berusaha menyiapkan murid-muridNya untuk saat tersebut.
Ia tahu bahwa suatu saat murid-muridNya akan paham dan sungguh-sungguh mengerjakan pekerjaan-pekerjaanNya.
Seringkali kita juga tidak memahami peristiwa hidup yang terjadi.
Kita tidak paham maksud Tuhan dan rencanaNya secara utuh.
Kita tidak bisa membayangkan melakukan pekerjaan Yesus itu seperti apa di zaman sekarang?
Lukas 4:43 menyatakan bahwa Yesus diutus ke dunia untuk memberitakan INJIL KERAJAAN ALLAH.
Mujizat yang dilakukanNya, pengajaran dan teladan hidup yang diberikanNya sampai kepada kematian dan kebangkitanNya, semua dilakukan untuk menyatakan kerajaan Allah di bumi.
Sebagai murid-muridNya, kita pun dapat menyatakan kerajaan Allah di bumi dengan jalan memberitakan Injil serta menjadi terang dan garam dimanapun kita berada.
Mulailah dengan menaati perintahNya satu demi satu dalam setiap situasi yang dihadapi.
Menyatakan kasih Bapa kepada orang-orang di sekitar kita.
Dimana kerajaan Allah dinyatakan, di situ kemurahan dan mujizatNya bekerja.
Diskusikanlah dengan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus di tempat di mana Saudara berada?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 2:52.
Apakah dilakukan oleh Yesus ketika Ia berada di Bait Allah dan berjumpa dengan alim ulama disana?
Apakah respon dan tanggapan dari orang-orang yang mendengar ajaran dari Yesus?
Mengapa Yesus semakin dikasihi oleh Allah dan manusia?
Tuhan ingin agar kita mengalami pertumbuhan seperti yang dialami oleh Yesus, baik secara rohani, jasmani, emosi maupun mental.
”Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”(Lukas 2:52).
Alkitab telah mengajarkan kepada kita bahwa pertumbuhan yang Tuhan inginkan adalah ke arah Yesus dalam pengenalan yang benar sehingga kita mengalami kepenuhan Kristus.
”tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”(Efesus 4:15).
”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”(2 Petrus 3:18).
Untuk kita mengalami pertumbuhan dalam hikmat maka kita harus memahami bahwa ketika kita mengalami kelahiran kembali maka kita telah menerima hikmat Allah yaitu Yesus Kristus.
”Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.”(1 Korintus 2:7).
”tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”(1 Korintus 1:24).
Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.
Tuhan ingin agar kita semakin bertambah hikmatnya dan seperti hikmat yang dimiliki oleh Yesus.
Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan diantaranya:
Kita harus meminta hikmat dari Allah dengan rasa haus dan lapar serta dengan kerendahan hati. ”Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.”(Yakobus 1:8-9).
Kita harus membangun diri dengan persekutuan yang sangat mendalam dengan Roh Kudus dan firman Tuhan. Karena persekutuan dengan Roh Kudus dan firman Tuhan akan memenuhi kita dengan hikmat-hikmat Allah, sehingga pikiran kita semakin diperbaharui yang mengakibatkan respon kita terhadap masalah, orang-orang disekitar kita dan keputusan yang kita ambil seperti yang dilakukan oleh Yesus dan kita senantiasa dipenuhi oleh hikmat yang dari atas.
Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana persekutuan Saudara dengan Roh Kudus dan firman Tuhan membuat Saudara semakin bertumbuh dalam hikmat.