Kamis, 11 Desember 2025

TERANG BAGI PARA GEMBALA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 2:8-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan para gembala di padang pada waktu malam?
  2. Apa yang membuat padang itu menjadi terang?
  3. Mengapa para gembala menjadi takut?
  4. Apa kabar baik yang disampaikan oleh malaikat Tuhan?
  5. Siapa yang memuji-muji Tuhan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika para gembala sedang beristirahat pada malam hari sambil menjaga kawanan domba di padang, tiba-tiba seorang malaikat Tuhan muncul di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar di seluruh padang itu, sehingga para gembala menjadi sangat ketakutan.

Malaikat Tuhan berkata kepada para gembala agar mereka tidak takut, sebab ia datang untuk memberitakan kabar baik yaitu kabar kesukaan bagi segala bangsa: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Dan inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan.”

Tiba-tiba tampaklah bersama malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah.

Lukas 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Di padang penggembalaan pada malam hari biasanya tidak tersedia alat penerangan.

Penerangan sederhana yang digunakan hanyalah obor yang dibawa para gembala atau api unggun yang mereka buat untuk menghangatkan tubuh.

Para gembala berada dekat dengan kawanan domba untuk menjaga mereka dari serangan anjing-anjing liar yang ingin memangsa domba-domba tersebut.

Biasanya para gembala mengumpulkan domba-domba itu di dalam gua atau membawanya pulang ke kandang di kampung.

Namun, jika mereka berada di padang penggembalaan, para gembala harus berjaga agar anjing atau hewan-hewan liar maupun pencuri tidak datang mencuri domba-domba itu.

Para gembala juga biasanya membawa anjing untuk membantu menjaga kawanan domba dari serangan anjing liar atau hewan buas lainnya.

Dalam kegelapan malam, para gembala biasanya dibantu anjing penggembala untuk mencegah pencurian domba, baik oleh hewan buas maupun pencuri. Ketika para gembala di padang penggembalaan Betlehem yang sedang berada dalam kegelapan tiba-tiba melihat terang yang besar, mereka pun ketakutan.

Terang besar itu berasal dari cahaya kemuliaan Tuhan.

Saudara, di tengah kegelapan dunia saat ini, kita membutuhkan sebuah sumber terang. Yesus dinyatakan sebagai terang oleh:

Yohanes 1:4-5 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Dari ayat-ayat Firman Tuhan ini kita mengetahui bahwa Yesus adalah terang dunia.

Kemuliaan Tuhan pernah menerangi padang penggembalaan di sekitar Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Malaikat Tuhan yang memancarkan kemuliaan itu menerangi padang penggembalaan dan membawa kabar tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai terang dunia. Yesus pernah berkata kepada para murid-Nya:

Matius 5:14-16 “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Saudara, murid-murid Yesus dikatakan oleh Yesus sebagai terang dunia yaitu terang yang seharusnya menerangi orang-orang di sekitar kita.

Kehadiran terang akan mengusir kegelapan, dan kegelapan akan sirna oleh hadirnya terang.

Bahkan terang yang kecil pun tidak dapat dipadamkan oleh kegelapan.

Terang selalu mampu menghalau kegelapan, sepekat apa pun kegelapan itu.

Saudara, jika Yesus adalah terang yang datang ke dalam dunia, maka orang yang percaya kepada-Nya dinyatakan oleh Yesus sebagai terang dunia.

Dunia yang gelap ini membutuhkan terang agar manusia yang hidup di dalamnya tidak tersandung, tidak terjatuh, dan kehidupannya tidak terganggu oleh kegelapan.

Saudara, kita sebagai gereja dan jemaat Kristus adalah terang dunia yang menjaga agar orang-orang di dalamnya tidak tersandung dan terjatuh.

Tuhan menghendaki agar kita menerangi kegelapan dunia ini yaitu kegelapan yang membuat banyak orang hidup dalam kesengsaraan karena dosa menguasai kehidupan manusia.

Tuhan ingin gereja dan jemaat menjadi penerang yang menyatakan kebenaran, sehingga dosa tidak menghancurkan kehidupan manusia.

Dibutuhkan orang-orang percaya yang menjadi terang dunia dan menghalau segala kegelapan akibat dosa.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan tidak hidup sebagai terang, tetapi ikut terlibat dalam kegelapan dunia ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Filipi 1-4

Rabu, 10 Desember 2025

KRISTUS ADALAH PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:25-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan Paulus bisa bersukacita, meskipun dia menderita dalam memberitakan Injil?
  2. Rahasia apa yang dimaksudkan oleh Paulus, “rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan”?
  3. Siapakah yang di maksud “pengharapan akan kemuliaan”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Paulus adalah salah satu Rasul yang istimewa didalam sejarah penulisan alkitab Perjanjian Baru.

Dia menulis banyak surat untuk meneguhkan, menegur setiap jemaat yang ia pernah kunjungi sewaktu dia melakukan pemberitaan Injil Kristus ke perbagai daerah.

Intinya dia terus melakukan follow up ke setiap daerah yang pernah ia pernah kunjungi.

Ia berharap supaya jemaat yang ia pernah datangi tetap memiliki Iman yang kuat didalam Kristus.

Paulus mengetahui bahwa banyak ditemukan pengajar-pangajar yang memberitakan injil yang palsu yang membuat hati jemaat ragu terhadap Injil yang pernah diberitakan oleh Rasul Paulus.

Dalam melakukan pelayanannya ke pelbagai daerah, Rasul Paulus banyak mengalami suka duka dalam memberitakan tentang Yesus.

Namun anehnya dia tetap bersukacita meskipun realitanya Rasul Paulus mengalami banyak penderitaan dalam melaksanakan tugasnya memberitakan Injil keselamatan dalam Kristus.

Paulus menempatkan dirinya secara mutlak di bawah otoritas Kristus sebagai pusat pelayanannya.

Karya keselamatan Kristus merupakan bagian utama dari setiap pemberitaannya, dan semua pertumbuhan warga jemaat diarahkan kepada Kristus.

Paulus tetap konsisten dalam tugas mulia tersebut sehingga berita keselamatan dapat diterima oleh bangsa-bangsa.

Sekalipun mendapat aniaya, Paulus tetap bertekun di dalam menasihati, mengajar, dan memimpin tiap-tiap orang datang kepada Yesus Kristus untuk beroleh keselamatan dan kesempurnaan di dalam Dia.

Rasul Paulus sadar bahwa Kristus yang ada di tengah-tengah jemaat, Kristus itulah yang adalah pengharapan akan kemuliaan bagi orang yang percaya kepadaNya.

Melalui sikap Paulus ini, kita belajar tentang banyak hal yang harus diteladani, yaitu bahwa sebagai seorang pelayan Allah, Paulus tidak melihat pelayanan itu sebagai beban, tetapi melihatnya sebagai hak istimewa (privilege), bahkan dia terlibat dan ambil bagian dalam penderitaan Kristus untuk jemaatNya.

Setiap anak Tuhan juga harus siap untuk menderita, tentu bukan penderitaan yang disebabkan oleh kejahatan yang dilakukan, melainkan penderitaan yang timbul karena seseorang mentaati kebenaran firman Tuhan.

Pandangan umum seringkali didasarkan pada nafsu, kejahatan dan kekejian.

Di sinilah dituntut keberanian kita untuk tampil beda.

Roh Kudus yang sudah ada dalam diri kita, Dialah yang akan memampukan kita untuk menghadapi persoalan dan penderitaan dengan tetap bersyukur.

Jika Kristus yang adalah Pengharapan akan Kemuliaan, kenapa kita orang yang sudah percaya masih saja takut menderita dalam memberitakan Injil ke orang banyak?

Pembacaan Alkitab Setahun

Efesus 4-6

Selasa, 9 Desember 2025

KASIH ALLAH YANG BESAR UNTUK DUNIA

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 3:16-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa tanda bukti bahwa Allah mengasihi dunia ini?
  2. Untuk apa Allah mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia ini?
  3. Siapakah yang di maksud “terang telah datang ke dalam dunia”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Suatu hari di dalam khotbah KKR yang dihadiri ribuan orang, seorang pendeta besar, yang memiliki banyak jemaat, dalam khotbahnya ia bertanya ke seluruh orang yang hadir “Apa intisari topik khotbah yang paling utama yang Tuhan Yesus ajarkan selama Dia hidup, terutama di 3,5 tahun pelayanannya di muka bumi ini?”

Dari ribuan jemaat yang hadir, cuman 1-2 orang saja yang menjawab dengan suara lantang, bahwa intisari topik khotbah yang Yesus ajarkan adalah tentang “Kerajaan Allah”.

Dan memang benar itulah intisari dari khotbah Yesus selama Dia melayani 3,5 tahun di muka bumi ini.

Kenapa begitu penting khotbah itu disampaikan Yesus berulang kali ke murid-murid dan semua orang yang mendengar khotbahNya?

Alasannya karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (ayat 16).

Jadi syarat utama untuk masuk dalam Kerajaan Allah, bukan karena perbuatan baik, bukan karena hidup soleh, bukan karena taat dalam mengikuti ajaran agama, tetapi seseorang bisa masuk dalam kerajaan Allah harus mengalami transformasi spiritual atau rohani, dengan kata lain dia harus mengalami kelahiran/hidup yang baru.

Karena Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkannya, menekankan misiNya yang penuh kasih (Ayat 17).

Hanya Tuhan Yesus, yang sanggup menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman kekal.

Respon seseorang pada karya Yesus dikayu salib akan menentukan apa yang akan ia terima: hidup kekal atau hukuman kekal.

Hukuman kekal akan dialami sebagai konsekuensi manusia berdosa bagi mereka yang menolak kesempatan untuk menerima keselamatan dari Yesus, namun sebaliknya, jika mereka datang kepada terang Yesus maka ia diselamatkan dan beroleh hidup kekal.

Biarlah momentum bulan Desember menjelang akhir tahun 2025 ini, kita dapat mengevaluasi diri, apakah kita sudah merespon karya Yesus dan menerima anugerah keselamatan itu? Jika belum, maka mintalah AnugerahNya yang besar agar kita di selamatkan. Jika kita sudah percaya, maka apa langkah selanjutnya yang akan kita perbuat kepada orang lain yang belum menikmati sang Terang itu?

Pembacaan Alkitab Setahun

Efesus 1-3

Senin, 8 Desember 2025

TERANG YESUS YANG MENGALAHKAN KEGELAPAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 1:3-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dimaksud Firman itu?
  2. Apakah Firman itu sudah ada, sebelum dunia dijadikan?
  3. Apa maksud dari kalimat “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada mulanya adalah Firman dari kata Yunani (Logos). Kalimat ini menekankan tentang keberadaanNya bukan hanya sebelum Ia menjelma (inkarnasi) menjadi manusia, tetapi juga sebelum segala waktu ada.

Kekekalan biasanya diungkapkan dengan keberadaan sebelum dunia dijadikan.

Kekekalan Allah digambarkan di dalam (Mazmur 90:2) “sebelum gunung-gunung dilahirkan;” dan didalam (Amsal 8:23).

Tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan, mulai dari malaikat yang paling tinggi sampai pada kepada mahluk yang paling rendah, baik itu mahluk hidup maupun benda mati.

Dengan kata lain Allah Bapa tidak melakukan hal apa pun tanpa Dia dalam pekerjaan penciptaan itu.

Sementara kalimat “Dalam Dia ada hidup” (Yohanes 1:4) Rasul Yohanes memaknai istilah kata “Hidup” memakai kata “zoè”, (dlm teks aslinya) untuk menunjuk pada hidup ilahi, hidup kekal, dan kehidupan yang berkualitas dari Allah sendiri.

Ini bukan sekadar keberadaan fisik atau fungsi biologis, tetapi esensi kehidupan sejati yang hanya dimiliki oleh Allah.

Dengan kata lain ayat ini menyatakan bahwa “hidup” atau “zoè” adalah Yesus Kristus yang adalah sumber dari kehidupan spiritual yang kekal, yang menerangi manusia dan membawa mereka keluar dari kegelapan dosa dan ketidaktahuan.

Kita tahu bersama, bulan Desember ini adalah momentum, dimana kita mengingat kembali hari kehadiran Sang Mesias lebih dari 2000 tahun yang lalu dalam wujud manusia.

Allah menjelma menjadi manusia dengan cara Dia lahir kedunia lewat seorang perempuan yang suci.

Tujuan Dia  adalah menggenapi janjiNya yaitu Dia datang untuk menebus dosa umat manusia dengan cara mati di kayu salib.

Kita akan bisa mengalami terang dan hidup (zoè) itu jika kita percaya sepenuhnya kepada Dia sang Firman itu sendiri.

Karena Yesuslah sumber terang yang telah mengalahkan kegelapan serta membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan kematian kekal.

Saudara, kita tidak sekedar tahu tapi juga percaya dan mengalamiNya sendiri bahwa Dia adalah Firman yang hidup, yang membawa terang, keselamatan dan kedamaian.

Biarlah momentum ini kita dapat mengintropeksi diri kita masing-masing.

Bila saat ini kita merasa sudah jauh dari Dia, maka segera kembali datang, bertobat dan bersekutu dengan Dia.

Bagi kita yang sekarang ini menikmati karyaNya, mari ceritakan itu ke banyak orang yang belum percaya kepada sang Terang dan hidup itu.

Biarlah di momentum bulan Desember, kita dapat menikmati sang Terang dan hidup yang sejati dan jangan lupa untuk berbagi kebaikan Tuhan kepada orang lain yang belum menikmati sang Terang dan hidup itu.

Pembacaan Alkitab Setahun

Galatia 4-6

Minggu, 7 Desember 2025

YESUS DATANG MEMBAWA TERANG

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 9:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang telah melihat terang yang besar?
  2. Seperti apa bangsa  ini bersuka cita?
  3. Apa yang terjadi dengan “kuk dan gandar” yang selama ini menekan mereka?
  4. Mereka bersukacita dihadapan siapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Nabi Yesaya melalui ayat-ayat yang kita baca hari ini menyampaikan nubuat yang sangat kuat kepada umat Israel yang saat itu hidup dalam tekanan politik, kegelapan rohani, dan rasa takut akibat penindasan bangsa asing.

Daerah Zebulon dan Naftali—wilayah yang pertama mengalami agresi musuh—digambarkan sebagai tempat yang “terhina,” tetapi justru di sanalah Tuhan berjanji menyalakan terang-Nya. Kegelapan bukanlah akhir.

Ayat-ayat ini menubuatkan hadirnya seorang Pribadi yang membawa sukacita besar, mematahkan kuk penindasan, dan menghancurkan belenggu yang membelenggu umat-Nya.

Janji ini bukan sekadar peristiwa historis, tetapi sebuah deklarasi bahwa penyelamatan Allah akan datang melalui seorang Raja yang penuh kuasa dan damai.

Di masa kini, nubuat ini menemukan penggenapannya secara penuh dalam diri Yesus Kristus.

Dunia yang kita tempati mungkin tidak berbeda jauh dengan keadaan zaman Yesaya.

Banyak orang hidup dalam tekanan, keresahan mental, kelelahan sosial, dan kegelapan moral.

Kejahatan, peperangan, ketidakadilan, serta ketakutan akan masa depan membuat manusia sulit melihat harapan.

Namun Injil menegaskan bahwa Yesus adalah Terang yang bersinar di tengah kegelapan itu.

Terang Kristus bukan hanya konsep spiritual, tetapi sebuah kuasa yang mengubahkan—membuka mata hati, mematahkan belenggu dosa, memulihkan hidup yang rusak, dan menghadirkan damai dalam dunia.

Ketika Yesus datang, Ia tidak hanya membawa solusi sementara, tetapi sebuah pemerintahan damai yang terus bekerja dalam hati orang percaya.

Kerajaan Allah telah hadir di muka bumi namun kehadirannya tidak seperti yang banyak manusia bahkan bangsa Israel dapat bayangkan.

Biarkan firman-Nya yang kita dengar dan ucapkan  menyingkapkan kegelapan dalam hati, mengoreksi keangkuhan, menguatkan yang lemah, dan memimpin langkah kita kepada hidup yang kudus, sebuah proses transformasi dari hari ke hari.

Terang Kristus harus terlihat melalui perbuatan kita: kejujuran dalam pekerjaan, kebaikan dalam relasi, kemurahan hati kepada yang membutuhkan, dan keberanian melawan ketidakadilan.

Ketika kita berjalan dalam terang Yesus, kita menjadi pembawa terang bagi lingkungan kita—keluarga, gereja, masyarakat—sehingga orang lain pun dapat melihat harapan dalam diri kita.

Yesus memang telah naik ke sorga, namun kita diberi kuasa dan otoritas dari Yesus sendiri untuk memancarkan kasih dan kebenaran Kristus dalam segala yang kita lakukan.

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Galatia 1-3