Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa arti “kepenuhan Kristus” dalam hidup orang percaya, dan bagaimana kita mengalami “kasih karunia demi kasih karunia” secara nyata dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah perbedaan antara hukum Taurat yang diberikan melalui Musa dan kasih karunia serta kebenaran yang datang melalui Yesus Kristus menolong kita mengenal Allah dengan benar?
Yohanes 1:16 “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”
Bagian Firman Allah ini berarti kita sebagai umat percaya menerima kasih karunia yang terus-menerus, berlapis, dan tidak pernah habis.
Bukan satu kali pengalaman rohani, melainkan anugerah Allah yang datang silih berganti sepanjang hidup kita orang percaya.
Gambaran sederhananya: Bukan satu berkat lalu selesai, tetapi: satu kasih karunia digantikan oleh kasih karunia berikutnya.
Bukan hidup dari pengalaman rohani masa lalu, tetapi hidup dari aliran anugerah yang terus baru.
Dengan kata lain, Allah tidak hanya menyelamatkan kita oleh kasih karunia, tetapi memelihara, menuntun, menegur, dan menguatkan kita juga oleh kasih karunia dan anugerah-Nya.
Saudara, hukum Taurat menyadarkan manusia akan dosa, sedangkan kasih karunia di dalam Kristus memberi jalan pemulihan, bukan penghukuman.
Di dalam Yesus, kita mengenal Allah sebagai Bapa yang penuh kasih, bukan Hakim yang siap-siap menjatuhkan hukuman atas kita.
Karena kita hidup di dalam Kristus, maka hidup kita ditopang oleh kasih karunia yang terus mengalir.
Sehingga saat kita jatuh, ada kasih karunia pengampunan.
Karena sebagai orang percaya bukan berarti kita tidak pernah jatuh, tetapi ada anugerah untuk dosa kita diampuni, ada anugerah untuk kita bangkit kembali.
“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16).
Saat musim atau periode kehidupan kita berganti, kasih karunia pun akan tetap mengalir.
Di masa muda: kasih karunia untuk belajar dan diarahkan
Di masa dewasa: kasih karunia untuk bertanggung jawab
Di masa sulit: kasih karunia untuk bertahan
Di masa berhasil: kasih karunia untuk kita tetap rendah hati
Kasih karunia Tuhan akan selalu relevan dengan musim hidup kita.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan sedang di periode atau musim mana engkau saat ini dan apakah engkau mengalami kasih karunia Tuhan di masa kini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa makna menjadi anak Allah bagi orang yang menerima Yesus dan percaya dalam nama-Nya?
Bagaimana makna pernyataan bahwa “Firman itu telah menjadi manusia” dan dampaknya terhadap hubungan antara Allah dan manusia?
Kita semua terlahir dalam kondisi telah berdosa karena kita mewarisi dosa Adam, itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan upah dosa adalah maut atau kematian kekal. (Lihat Roma 3:23 dan Roma 6:23)
Itulah alasan Bapa mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk turun ke bumi, mati disalibkan agar kita yang percaya, yang selayaknya mati karena dosa, kita dapat memperoleh pengampunan dosa, dipindahkan dari maut kepada kehidupan yang kekal bersama dengan Kristus.
Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Bagi kita umat percaya, Firman Allah menyatakan bahwa kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.
Apa artinya?
Kata kuasa di sini bukan terutama berarti kekuatan fisik atau kuasa mujizat, melainkan: hak yang sah dan otoritas yang diberikan Allah.
Artinya adalah bahwa Allah mengizinkan, Allah menetapkan, Allah mengakui secara resmi bahwa orang percaya menjadi milik-Nya dan bagian dari keluarga-Nya.
Jadi, kuasa ini adalah status rohani yang sah di hadapan Allah.
Sebagai anak Allah, umat percaya juga memiliki kuasa berupa:
Hak mendekat kepada Bapa (kita berdoa tanpa perantara manusia)
Hak menerima kasih dan pemeliharaan Allah (bukankah ini anugerah yang luar biasa!)
Hak warisan rohani (janji, pengharapan, hidup kekal)
Hak hidup dalam kasih karunia, bukan penghukuman (terima kasih Tuhan Yesus untuk pengorbanan-Mu di kayu salib)
Jadi, kuasa tersebut bukanlah kuasa untuk menyombongkan diri, tetapi jaminan bahwa kita diterima sepenuhnya.
Jika umat percaya sadar bahwa kita diberi kuasa, maka: Kita tidak hidup sebagai orang yang takut dan rendah diri, kita tidak lagi diperbudak rasa bersalah masa lalu, kita hidup dengan keberanian dan kepastian jati diri kita.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan setelah kita menyadari identitas rohani kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapakah Simon dalam Kisah Para Rasul 8 ini?
Mengapa banyak orang percaya kepada Filipus?
Respon apa yang diberikan orang-orang Samaria atas pemberitaan Injil Filipus?
Apa yang terjadi dengan Simon, dan apa yang dilakukan Simon bersama dengan Filipus?
Saudara-saudara..
Sebelum kedatangan Filipus ke kota Samaria, ada seorang yang bernama Simon seorang ahli sihir yang memukau orang banyak dengan ilmu gaibnya.
Simon berlagak seperti seorang yang sangat penting di kota itu.
Banyak orang yang mengikuti Simon karena ia terkenal sebagai kuasa Besar karena orang Samaria ditakjubkan dengan “kuasa Allah” oleh perbuatan sihirnya.
Realita Kristus yang berkuasa nyata atas diri Filipus dinyatakan ketika Filipus memberitakan Kristus di kota Samaria.
Lawatan Tuhan yang luar biasa terjadi bagi kota Samaria.
Secara khusus dialami oleh Simon ketika mendengar tentang pemberitaan Injil Filipus.
Mukjizat seperti kesembuhan atas orang lumpuh dan timpang, kelepasan atas orang yang kerasukan membuat Simon takjub atas semua hal yang terjadi.
Sehingga Simon menjadi percaya, memberi diri dibaptis dan senantiasa bersama-sama dengan Filipus.
Kebangunan Rohani selalu dimulai dari fokus kita kepada Kristus dan rencana-Nya bukan tentang hidup kita.
Realita kehadiran Kristus dalam diri kita sebagai orang percaya akan membawa kebangunan rohani yang tidak hanya mengubah diri kita secara pribadi tetapi juga membawa pemulihan untuk orang lain.
Realita Kristus dalam hidup kita tidak menjadikan kita hanya sebagai pengikut Kristus tetapi juga murid Kristus.
Murid yang berani untuk memberitakan Injil. Berita Injil membebaskan manusia dari pengaruh yang jahat, menyingkapkan hati yang salah, bahkan membuka selubung dalam pikiran manusia.
Injil yang adalah kekuatan Allah yang mampu menerobos setiap pikiran dan hati manusia, membuat manusia bertobat dan percaya kepada Kristus.
Kuasa Injil yang melebihi batas kemampuan manusia dinyatakan.
Tanda-tanda dan kuasa menjadi jaminan yang menyertai setiap pemberitaan Injil semua murid Kristus.
Jadi, jika Roh-Nya yang ada dalam diri kita bekerja, adakah kita takut untuk memberitakan Kristus pada dunia ini?
Ini waktunya bagi kita untuk meresponi panggilan-Nya untuk membawa terang di tengah kegelapan dunia.
Tuhan memberkati.
Ceritakan pada kelompok PA saudara, bagaimana Saudara memberitakan Injil sepanjang satu minggu ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Hal apa yang dilakukan oleh jemaat di Yerusalem ketika mereka tersebar menjelajahi seluruh negeri?
Apa yang dilakukan oleh Filipus di kota Samaria?
Respon apa yang diberikan orang-orang Samaria ketika mendengar pemberitaan Filipus?
Mengapa sangat besar sukacita yang dialami oleh orang-orang Samaria?
Saudara-saudara..
Penganiayaan yang terjadi setelah kematian Stefanus menyebabkan gereja mulai mengadakan perluasan dengan penjangkauan keluar.
Orang-orang percaya yang tercerai berai itu pergi memberitakan Injil yang adalah kabar baik.
Filipus pergi ke Samaria, memberitakan Injil dan mengalami keberhasilan yang begitu besar.
Orang-orang Samaria menjadi percaya kepada Yesus, mengalami kelepasan dan kesembuhan.
Di tengah krisis yang dialami oleh orang-orang percaya di Yerusalem terjadi kebangunan rohani.
Betapa luar biasa!! Orang-orang Yerusalem yang tersebar ini pergi memberitakan Injil Kerajaan Allah dan bukan tentang masalah mereka.
Mereka dan Filipus memberitakan Kristus tentang karya keselamatan-Nya bagi banyak orang.
Dan ketika Kristus diberitakan, Firman Tuhan digenapi bahwa tanda-tanda dan kuasa menyertai pemberitaan mereka.
Masa panen raya tiba di Samaria dan besarlah sukacita di kota Samaria.
Ini adalah REVIVAL bagi semua yang percaya bahwa di dalam diri setiap orang percaya mengalir aliran kehidupan.
Realita Kristus dalam hidup kita akan membuat kita tidak diam tetapi bertindak.
Masalah atau krisis seharusnya membawa kita melihat kebangunan rohani terjadi dalam kehidupan kita.
Nothing is impossible buat Tuhan.
Di tengah tantangan atau “penganiayaan” yang terjadi dalam hidup kita, apakah kita tetap memberitakan Kristus?
Apakah di masa-masa itu, kita berani melangkah keluar dari zona nyaman kita dan membagikan kabar baik tentang Yesus?
Apakah kita rindu untuk melihat banyak orang percaya kepada Yesus ketika kita sampaikan Injil kepada mereka?
Dan apakah kita punya sukacita yang sama ketika orang-orang yang kita beritakan Injil ini mengalami manifestasi kuasa-Nya?
Tidak ada cara lain untuk melihat kebangunan rohani terjadi yaitu kita mengalami realita kehadiran Tuhan, kita mengalami kebangunan rohani dalam diri kita dan kebangunan rohani inilah yang kita bawa kemana pun kita pergi.
Ada banyak suku, kaum, bangsa dan bahasa yang menantikan Yesus Kristus dinyatakan atas hidup mereka.
Kebangunan rohani itulah yang kita bawa kepada mereka.
Siapkan diri kita untuk masa panen raya.
Tuhan memberkati.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana krisis dalam hidup saudara menjadi tempat kebangunan rohani bagi orang lain.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Ketika Yesus tiba di Betania, berapa harikah Lazarus telah berbaring di dalam kubur?
Hal apa yang dikatakan Yesus kepada Marta?
Apa yang dirasakan oleh Yesus dan apa respon Yesus ketika melihat Maria menangis?
Apa yang Yesus lakukan sehingga Lazarus bangkit?
Saudara-saudara..
Marta dan Maria mengalami kesedihan yang sangat dalam atas kematian Lazarus.
Yesus datang terlambat (setelah Lazarus 4 hari meninggal) dan Maria berkata: Tuhan, jikalau Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan mati”.
Seringkali kita juga bertanya kepada Tuhan Yesus atas banyak hal dalam kehidupan kita.
Kenapa kita gagal terus, kapan hidupku pulih, aku mau mengalami terobosan dalam masalahku, dan pertanyaan lainnya yang membutuhkan jawaban sesegera mungkin dari Tuhan.
Kita menantikan kebangkitan atas banyak hal ini dalam kehidupan kita.
Kematian Lazarus diizinkan dengan satu tujuan menyatakan kemuliaan Allah.
Berulang kali kita melihat bagaimana mujizat Tuhan Yesus terjadi untuk menggenapi apa yang Yesus sampaikan tentang dirinya, kalau Yesus memberi kesaksian bahwa Ia dapat mengaruniakan kehidupan yang baru dan yang rohani kepada manusia.
Jaminan mana lagi yang lebih jelas selain dibangkitkannya Lazarus dari antara orang mati setelah empat hari dikubur?
Marta mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah.. tetapi ragu akan kebangkitan Lazarus saat itu.
Dan atas keraguan Marta, Yesus mendeklarasikan dirinya dengan berkata: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.
Dengan demikian kita dapat mempercayai kata-kata Yesus.
Baik murid-murid ataupun kedua saudara perempuan Lazarus itu tidak dapat mengerti perkataan Yesus pada saat itu.
Tetapi hasil akhirnya setelah Lazarus dibangkitkan, kepercayaan mereka dibaharui.
Kematian fisik bagi orang yang percaya kepada Yesus bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kuasa untuk memberikan hidup yang kekal kepada manusia karena Yesus mengatakannya.
Keraguan kita digantikan dengan kepercayaan bahwa kebangkitan kita menjadi nyata dalam Kristus.
Iman kita dalam Yesus juga semakin teguh bahwa dalam hidup kita di bumi ini, Yesus sanggup mengubah semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Supaya nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita.
Mari terus alami realita kehadiran-Nya yang membangkitkan kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita, dan bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga kebangkitan untuk dunia ini.
Tuhan memberkati.
Berikan kesaksian kepada kelompok PA saudara, bagian hidup mana yang Yesus bangkitkan ketika Saudara mengalami realita kehadiran-Nya dalam hidup Saudara?