Jumat, 24 April 2026

BUKAN SEKEDAR BERSERU NAMA TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 7:21-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:21.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga?
  2. Menurut saudara, apakah alasan bagi Tuhan untuk menolak orang yang telah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mukjizat demi nama Tuhan?
  3. Dengan apakah dapat disamakan bagi orang-orang yang tidak melakukan kehendak Bapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus mengatakan bahwa pada hari-hari terakhir ada banyak orang yang berseru kepada-Nya: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu,  tetapi Tuhan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Hal itu terjadi karena ternyata Tuhan lebih menginginkan pengenalan akan Tuhan daripada membuat mukjizat, karena setanpun dapat melakukan hal-hal mukjizat, karena orang yang kenal Tuhan adalah orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan.

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”  (Yakobus 2:19-20).

Jadi Tuhan ingin agar kita melakukan kehendak Tuhan dan sebelum melakukan kehendak Tuhan tentunya kita harus mengetahui kehendak Tuhan dan kehendak Tuhan adalah seluruh perkara atau hal dalam Alkitab, yang merupakan perintah-perintah Tuhan.

Dan perintah Tuhan yang utama adalah mengasihi Tuhan dan sesama termasuk musuh kita.

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:36-39).

”Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44).

Dalam kehidupan umat Tuhan dalam gereja dan rumah tangga sering kali terjadi konflik yang membuat terjadinya perpecahan karena didalamnya masih ada iri hati, kesombongan, kebencian, trauma-trauma serta kehidupan kedagingan yang dapat memicu terjadinya konflik.

Dan konflik-konflik itu dapat menyebabkan kasih diantara umat Tuhan dan dunia ini semakin berkurang. ”Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12).

Itulah sebabnya Yesus memberikan perintah baru kepada kita di dalam kitab Yohanes yang sebetulnya hal itu merupakan perintah Allah yang lama karena sudah Allah perintahkan dalam kitab Ulangan.

”Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.” (I Yohanes 2:7).

”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34).

Oleh sebab itu, marilah kita melakukan perintah Tuhan bukan hanya melakukan mukjizat dan berseru: ”Tuhan, Tuhan”,  tetapi mengasihi orang dalam perbuatan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara hidup untuk mengasihi orang lain bukan hanya dengan perkataan tetapi perbuatan.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 9-11

Kamis, 23 April 2026

MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 7:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:17.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut saudara berasal dari pohon yang manakah buah yang baik dan buah yang tidak baik?
  2. Apakah resiko dari setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik?
  3. Darimanakah dapat kita ketahui tentang seorang yang mengikut Tuhan atau tidak?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagai pengikut Yesus maka hidup kita harus membuahkan karakter seperti Yesus, karena dari buah-buah kehidupan kita orang-orang akan melihat apakah kita seorang pengikut Yesus yang sejati atau yang palsu, supaya kita tidak sekedar mengatakan diri kita sebagai anak Tuhan tetapi juga menunjukkan bahwa kita memiliki kehidupan sebagai anak Tuhan.

“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.” (Matius 12:33).

Dan jika kita tidak menghasilkan buah seperti dimiliki oleh Yesus maka akan dibuang dan disingkirkan oleh Tuhan sendiri.

“Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” (Matius 3:10).

Untuk menghasilkan buah yang baik maka kita harus tinggal dalam pokok anggur yang baik yaitu Yesus Kristus sebab dari Dialah kita menghasilkan kehidupan yang benar, baik dan sejati yaitu kehidupan Kristus sendiri.

”Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:4-5).

Cara hidup yang dapat menghasilkan buah yang baik adalah dengan tinggal dalam Firman Tuhan yaitu mendengar dan melakukan setiap Firman yang Tuhan berikan kepada kita, sebab masih banyak orang yang suka dengan Firman Tuhan tetapi tidak mau melakukan Firman Tuhan.

Dan jika kita tidak hidup dalam Firman Tuhan maksudnya tidak melakukan Firman Tuhan maka kita akan mengalami kekeringan rohani, tidak bertumbuh dan stagnasi serta kehilangan kaki dian yaitu aliran kehidupan Kristus.

”Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” (Yohanes 15:6).

Oleh sebab itu, biarlah kita hidup di dalam Firman Tuhan senantiasa dengan cara mengutamakan Firman Tuhan diatas segala-galanya, membaca dan merenungkan dan melakukan setiap Firman Tuhan yang telah kita dengar sehingga kita membuahkan kehidupan dari Yesus Kristus, dengan demikian Tuhan akan dimuliakan di dalam dan melalui kehidupan kita dan dilihat dan dibaca orang.

”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menghidupi Firman Tuhan sehingga selalu hidup menghasilkan buah yang baik.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 6-8

Rabu, 22 April 2026

WAJIB HIDUP SEPERTI KRISTUS HIDUP

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 2:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 2:6.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah tanda-tanda orang yang mengenal Allah?
  2. Dikatakan seperti apakah orang-orang yang hidupnya tidak menurut perintah Tuhan?
  3. Dan seperti apakah orang-orang yang hidup menuruti Firman Allah?
  4. Seperti siapakah kita harus hidup jika kita mau hidup di dalam Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ekspektasi Tuhan bagi setiap orang yang percaya adalah bahwa mereka wajib hidup seperti Yesus, dan bukan hanya tahu mereka memiliki Roh Kristus, supaya mereka dapat mewakili Allah di muka bumi sehingga bumi ini tidak semakin hancur tetapi menjadi penuh kemuliaan Tuhan.

Untuk wajib hidup seperti Kristus hidup maka mereka harus memiliki pemahaman, diantaranya:

  1. Kita hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah.
    “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34). Kehendak Allah adalah agar bumi ini penuh kemuliaan-Nya dengan cara bahwa orang-orang percaya kepada Allah dan caranya orang-orang harus mendengar Injil Kerajaan Allah. Oleh karena itu mengerjakan kehendak Allah adalah memberitakan Injil, memuridkan setiap jiwa yang terhilang sehingga setiap orang menyembah kepada Bapa. Untuk hidup seperti Yesus maka kita harus memberitakan Injil. “Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” (Kisah Para Rasul 10:38).
  2. Memiliki komitmen hanya untuk mengenal Bapa dengan kebersatuan pribadi Yesus Kristus sampai mengalami keserupaan dan kepenuhan Kristus.
    “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:10-11). “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yohanes 5:19). Jika kita mau hidup seperti Yesus maka kita harus memiliki komitmen untuk senantiasa mengalami kebersatuan dengan Bapa seperti Kristus yang terus menerus mengalami kebersatuan dengan Bapa sehingga melakukan pekerjaan Bapa.
  3. Kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus.
    “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:5-7).

Untuk hidup seperti Kristus kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus yaitu hidup dalam kerendahan hati dan tidak sombong serta mementingkan diri sendiri.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara pengalaman saudara untuk hidup seperti Yesus dalam segala hal.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 4-5

Selasa, 21 April 2026

BERBAHAGIA KARENA MELAKUKAN FIRMAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 1:23-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yakobus 1:25.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seumpama seperti apakah bagi orang-orang yang mendengar Firman saja dan tidak melakukannya?
  2. Coba sebutkan tahapan hal-hal yang harus kita lakukan agar akhirnya kita benar-benar menjadi pelaku Firman Tuhan?
  3. Apa yang dialami oleh orang-orang yang sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada hari-hari terakhir ini Firman Tuhan sangat bebas untuk disampaikan melalui media-media sosial untuk mengajar umat Tuhan bertumbuh dan semakin mengenal Tuhan.

Bahkan karena orang-orang terlalu bebas menggunakan media sosial, ajaran-ajaran sesat pun diajarkan, sehingga banyak juga terjadi penyesatan.

Tuhan ingin agar Firman Tuhan yang diajarkan melalui media sosial, dan di dalam ibadah gereja, kelompok pemuridan, persekutuan termasuk seminar-seminar tidak hanya didengar melainkan dilakukan.

Karena masih banyak orang Kristen yang hidupnya masih duniawi dan dikuasai oleh kedagingan walaupun mereka sudah berkali-kali mendengarkan Firman Tuhan, sehingga Firman Tuhan dalam Matius 7:6 sangat relevan bagi zaman ini karena tidak menganggap Firman Tuhan menjadi utama buat hidup mereka.

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7:6).

”Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hosea 4:6).

Oleh sebab itu Tuhan ingin agar kita tidak hanya menjadi pendengar Firman Tuhan tetapi kita juga harus menjadi pelaku Firman Tuhan supaya tidak menjadi orang Kristen yang munafik yaitu tahu Firman Tuhan, tetapi tidak menghidupi Firman Tuhan.

Untuk menjadi pelaku Firman Tuhan maka kita harus meneliti Firman Tuhan dengan cara membaca, merenungkan dan memahami dan kita melakukannya dengan tekun, terus menerus melakukannya kemudian melakukan setiap Firman yang kita dengar dan pahami sampai hal tersebut menjadi kehidupan.

Dan ketika kita melakukannya dengan setia maka kita akan bertumbuh dan bahkan berbahagia karena perbuatan-perbuatan kita sesuai dengan kebenaran Tuhan dan kita juga menyenangkan hati Tuhan.

”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara berbahagia karena dapat taat melakukan Firman Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 1-3

Senin, 20 April 2026

MENJADI PELAKU, BUKAN HANYA PENDENGAR

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 1:19-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa artinya “cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah” dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Mengapa orang yang hanya mendengar firman tapi tidak melakukan disebut “menipu diri sendiri”?
  3. Satu hal konkret apa yang firman Tuhan sudah tunjukkan untuk kamu lakukan minggu ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22).

Coba bayangkan seseorang yang setiap minggu pergi ke gereja, mendengar khotbah dengan tekun, bahkan mengangguk-angguk setuju.

Tapi begitu keluar dari gereja, hidupnya tidak berubah. Ia tetap marah-marah, tetap berkata kasar, tetap melakukan hal-hal yang salah.

Yakobus berkata orang seperti itu sedang menipu diri sendiri.

Ia pikir dengan rajin mendengar, ia sudah baik di mata Tuhan.

Padahal firman Tuhan bukan untuk sekadar didengar, tetapi untuk dilakukan.

Seperti orang yang melihat wajahnya di cermin lalu pergi dan lupa bagaimana rupanya (ayat 23-24), begitu juga orang yang hanya mendengar firman tapi tidak melakukannya.

Latar belakang jemaat yang tersebar dan menghadapi pencobaan membuat nasihat ini sangat relevan: di tengah kesulitan, kita butuh melakukan firman, bukan sekadar mendengar.

Sikap hati yang benar dalam menerima firman. Yakobus berkata, “Hendaklah kamu cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah.”

Ini adalah fondasi untuk menjadi pelaku firman.

Cepat mendengar berarti kita sungguh-sungguh mau belajar dan menerima kebenaran Allah dengan hati terbuka.

Lambat berkata-kata berarti kita tidak cepat-cepat membantah atau berdebat dengan Tuhan.

Lambat marah berarti kita tidak menolak firman ketika firman itu menegur atau mengoreksi kita.

Sering kali kita mendengar firman yang menusuk hati, lalu kita marah atau tersinggung.

Padahal justru di situlah firman bekerja mengubah kita.

Kalau kita mau diam dan merenungkan firman dengan hati lembut, Roh Kudus akan mengerjakan perubahan dalam hidup kita.

Bahaya menjadi pendengar saja. Yakobus berkata, “Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (ayat 22).

Menipu diri sendiri adalah keadaan yang paling berbahaya karena kita tidak sadar bahwa kita sedang tersesat.

Orang seperti ini merasa sudah rohani karena rajin ke gereja dan dengar khotbah, tapi hidupnya tidak berbuah.

Ia seperti orang yang melihat wajahnya di cermin lalu pergi dan lupa.

Cermin itu firman Tuhan yang menunjukkan siapa kita sebenarnya: dosa kita, kelemahan kita, dan apa yang perlu diubah.

Tapi kalau kita hanya melihat lalu pergi tanpa melakukan perubahan, sia-sialah semuanya.

Firman Tuhan tidak diberikan untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk mengubahkan hidup.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Ambil Satu Poin Setiap Kali Mendengar Firman.

Setiap kali kamu membaca Alkitab atau mendengar khotbah, coba cari satu hal konkret yang bisa kamu lakukan minggu itu.

Misalnya, minggu ini firman bicara tentang mengampuni, maka cobalah mengampuni orang yang menyakiti kamu.

Atau firman bicara tentang berkata jujur, maka perhatikan perkataanmu.

Tulis poin itu di catatan kecil, dan setiap malam evaluasi: sudah kulakukan atau belum?

Kedua, Ajak Sahabat untuk Saling Mengingatkan.

Cari satu atau dua teman yang bisa saling mengingatkan untuk melakukan firman.

Ceritakan apa yang sedang kamu pelajari, dan tanyakan, “Menurutmu, apa yang perlu aku ubah?” Dengan dukungan teman, kita tidak mudah menipu diri sendiri.

Kita butuh komunitas yang saling mendorong untuk menjadi pelaku, bukan hanya pendengar.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana menjadi teman untuk saling mengingatkan menjadi pelaku firman.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Raja-Raja 21-22