Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah berita yang disampaikan oleh para malaikat kepada para gembala?
Apa tanda dari berita kesukaan besar itu?
Bagaimana para gembala meresponi pernyataan malaikat-malaikat?
Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2025. Hari yang sangat spesial.
Betapa cepatnya waktu berlalu sehingga kita sudah sampai ke ujung tahun dan siap memasuki tahun yang baru.
Ambillah waktu sejenak untuk mengenang tahun ini.
Mungkin ada berbagai suka dan duka yang dilewati?
Dan dengan suasana hati seperti apa kita hendak mengakhiri tahun ini?
Apa yang membuat kita bisa mengakhiri tahun 2025 ini dengan ucapan syukur dan menyambut tahun 2026 dengan pengharapan?
Sama seperti para gembala yang sedang mengerjakan pekerjaannya di padang seperti biasa, namun bersukacita ketika mendapatkan pernyataan Allah dan melihat sendiri bayi Yesus.
Demikianlah kita perlu mengalami sukacita di tengah keseharian kita.
Para gembala kembali sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat.
Mereka mendapati bahwa semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan para malaikat kepada mereka.
Semua tugas dan tanggung jawab kita tidak akan menjadi terlalu berat ketika kita menyadari bahwa Yesus senantiasa menjadi terang abadi bagi kita. FirmanNya menjadi terang bagi jalan kita dan akan menuntun kita ke jalan kehidupan.
Saudara, mari kita mengakhiri tahun 2025 dengan memandang kepada Yesus.
Apapun yang sedang Saudara alami hari ini, percayalah bahwa tidak ada yang tersembunyi atau di luar kendali Allah.
Jalan mungkin tampak gelap, tapi tidak akan gelap selamanya.
TerangNya akan bersinar di suatu tempat dan kita hanya perlu mengikuti terang tersebut.
Puji Tuhan untuk kasih karuniaNya sepanjang tahun ini.
Puji Tuhan karena Ia tidak pernah meninggalkan kita.
Puji Tuhan karena Ia senantiasa mempunyai rancangan terbaik bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati
Bagikanlah kepada anggota keluarga dan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana terang Tuhan bersinar sepanjang tahun ini bagi hidup Saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapakah pemberi tugas untuk meneruskan firman Tuhan?
Seperti apakah firman yang diberikanNya untuk kita teruskan?
Menurut Saudara mengapa Paulus sampai mau mengusahakan dan menggumulkan dengan sekuat tenaga untuk tugas ini?
Pernahkah Saudara mendapatkan berita viral di media, dan kemudian bertanya-tanya, kok bisa sampai tersebar begitu luas?
Padahal mestinya berita itu adalah konsumsi pribadi atau rahasia.
Setidaknya ada dua jenis rahasia.
Rahasia yang pertama, berhubungan dengan sesuatu yang tidak boleh diketahui umum dan tidak seharusnya diceritakan kembali kepada orang lain.
Rahasia yang kedua adalah sesuatu yang dicari-cari, namun sangat sulit ditemukan.
Paulus berkata, ada rahasia yang sudah tersimpan berabad-abad dan dari keturunan kepada keturunan yang sekarang disingkapkan kepada orang-orang kudusNya.
Rahasia ini adalah rahasia jenis kedua, tidak terungkap di masa zaman Perjanjian Lama karena Yesus belum datang.
Rahasia yang dimaksud adalah “Kristus ada di tengah-tengah kita. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.”
Mengapa rahasia ini begitu besar dan tersembunyi?
Karena ada begitu banyak orang mencari-cari jalan keselamatan dan ingin terhubung dengan Allah pencipta alam semesta, tetapi tidak menemukan jalannya.
Manusia melakukan berbagai usaha, mencoba membuat patung-patung, berusaha mencapai Allah dengan pengetahuan dan kebaikan, membuat berbagai peraturan agama, tapi tidak satupun yang mampu memberikan jalan keluar, sampai Yesus datang.
Namun, bahkan setelah Yesus datang dan sampai saat ini, masih banyak orang yang tidak bisa percaya indahnya anugerah keselamatan.
Tuhan ingin kabar keselamatan menjadi sesuatu yang viral dan mengubahkan.
Jalan keselamatan bukan lagi rahasia.
Kristus ada di tengah-tengah kita, di dalam hidup Saudara dan dimana ada Kristus, ada pengharapan dan kemerdekaan.
Bukankah ini adalah berita yang sangat luar biasa dan patut kita bagikan kepada sebanyak mungkin orang?
Rasul Paulus memperjuangkannya dengan sekuat tenaga, apakah Saudara juga mau memperjuangkannya?
Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara bagaimana Saudara bisa meneruskan rahasia besar yang bukan lagi rahasia hari ini kepada sebanyak mungkin orang di sekitar Saudara?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Sejak kapan kita dipanggil untuk menjadi hambaNya?
Apa yang dikatakan Allah tentang panggilan tersebut?
Apa yang terjadi ketika raja-raja dan pembesar-pembesar melihat perbuatan Allah?
Apa yang kita pikirkan sangat jauh daripada apa yang Tuhan pikirkan. Itu yang seringkali terjadi.
Dengan keterbatasan kita sebagai manusia, kita tidak mampu memahami panggilan Tuhan.
Tetapi dengan kuasa Roh Kudus, Ia memampukan kita untuk menanggapi dan melihat rencanaNya satu langkah demi satu langkah.
Nabi Yesaya yang pada awalnya merasa berat ketika dipanggil sebagai hamba Allah, mengalami transformasi.
Ketika Ia mulai bersepakat dengan Tuhan, ia beroleh pengertian bahwa ternyata panggilannya bukan hanya menjadi hamba Allah, tapi juga menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Saudara, untuk bisa meresponi panggilan Tuhan kita juga perlu mengalami transformasi.
Tidak perlu memikirkan terlalu jauh dan rumit, tapi responi saja satu langkah yang ada di depan kita.
Mengizinkan Tuhan menjadi sumber kekuatan dalam melakukan apa yang perlu kita lakukan hari ini.
Apa yang hari ini ada di tangan Saudara?
Mari kerjakan tanggung jawab di pelayanan, keluarga, dan pekerjaan atau studi dengan segenap hati dan segenap kekuatan.
Kerjakan seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)
Ketika kita melakukan bagian kita dan terus meresponi panggilanNya, Ia akan mengangkat kita dan membukakan hal-hal baru yang tidak terpikirkan.
Menjadi terang adalah HASIL dari hubungan pribadi kita dengan Allah, HASIL dari pembentukan dan proses yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.
Saudara, Mari kita mengalami transformasi hidup yang menjadikan terang kita semakin bercahaya dalam Tuhan.
Bagaimana Saudara dapat mengerjakan tanggung jawab Saudara hari ini dengan lebih baik lagi? Mari buatlah satu komitmen untuk melakukannya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa firman Tuhan kepada nabi Yesaya saat Ia memanggilnya?
Bagaimana respon nabi Yesaya saat Tuhan memanggilnya?
Bayangkan jika suatu hari seorang penguasa memanggil Saudara dan memberi kepercayaan untuk mengerjakan suatu tugas penting, bagaimana Saudara akan berespon?
Pada umumnya, orang akan bersukacita saat dipercaya oleh seorang penguasa, tapi tergantung juga bagaimana penguasanya.
Jika kita percaya penguasa tersebut baik, kita akan menyambut gembira.
Tetapi jika kita percaya penguasa tersebut tidak baik, kita akan menyambut dengan berat hati dan terpaksa.
Pertanyaannya:
Bagaimana kita memandang Penguasa hidup kita? Apakah kita sungguh percaya Dia adalah Allah yang baik? Apakah menerima tugas dariNya adalah suatu beban atau kehormatan?
Bahkan Nabi Yesaya di awal panggilannya, berespon secara manusiawi dengan berkata bahwa “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna.”
Di titik terendah Yesaya. Saat ia merasa gagal, tidak berdaya dan tidak punya kekuatan. Saat ia merasa sia-sia dalam banyak hal.
Di titik itulah Allah memanggilNya untuk menjadi hambaNya yang hendak menyatakan keagunganNya.
Yesaya menguatkan hatinya dengan mengingat bahwa hak-nya terjamin pada Tuhan dan upahnya ada pada Allahnya.
Bagaimana dengan Saudara? Bagaimana Saudara menanggapi panggilanNya?
Panggilan untuk menjadi hambaNya tetap berlaku.
Kita punya pilihan, mau fokus hanya kepada apa yang kita rasakan dan pikirkan, atau fokus kepada pribadiNya yang setia dan menolong kita.
Bagikanlah dengan pembimbing Saudara, apa yang seringkali menjadi penghalang untuk meresponi panggilan Tuhan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Menurut Saudara apa maksudnya firman Allah “Dari dalam gelap akan terbit terang?”
Harta apa yang dimiliki oleh orang percaya?
Apa yang perlu kita lakukan agar kehidupan Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kita?
Terang hanya bersinar dalam kegelapan. Saudara, coba renungkan sejenak kalimat tersebut.
Nyala lilin dan senter tidak begitu berarti di siang hari atau di sebuah tempat yang penuh cahaya, tetapi di kegelapan malam, nyala itu begitu berarti dan bercahaya.
Sadarkah kita, bahwa segala hal yang baik dan luar biasa yang disediakanNya tidak akan mampu kita pahami tanpa adanya hal-hal sulit, penderitaan dan “kematian” yang menyertainya?
Kita mendengar bahwa di dalam Yesus ada kasih, sukacita, damai sejahtera dan kehidupan yang sejati.
Memang benar, itulah yang disediakan Allah bagi kita dan dikerjakanNya melalui karya penebusan Yesus di kayu salib.
Lalu bagaimana kita mengenal kasih yang sejati?
Seringkali saat kita mengalami kesulitan untuk merasakan dan memberikan kasih.
Bagaimana kita mengenal sukacita yang sejati?
Seringkali saat kita mengalami kesedihan luar biasa.
Bagaimana kita mengenal pengharapan yang sejati?
Seringkali saat kita merasa putus asa dan tidak melihat jalan keluar.
Paulus berkata “kami ditindas, namun tidak terjepit. Kami habis akal, namun tidak putus asa. Kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian. Kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata”
Sungguh sebuah paradoks (tampak bertentangan, namun benar adanya) yang hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan sendiri.
Kehidupan Yesus akan menjadi nyata dalam kita ketika kita mengizinkan diri kita untuk mati secara daging dan menempatkan Kristus di posisi yang utama dalam hati, pikiran, perkataan, dan tindakan kita.
Bukan apa yang kita rasakan dan pikirkan yang paling penting, tapi apa yang dirasakan dan dipikirkan Tuhan yang paling penting.
Proses ini adalah proses kematian yang tidak mudah, karena kita perlu menyalibkan daging kita.
Namun, proses ini juga membawa kehidupan Yesus menjadi nyata karena kita mulai belajar meresponi setiap keadaan seperti Kristus merespon.
Di situlah terang Kristus bercahaya dan Allah dengan bebas memperkenalkan segala sesuatu yang sejati dariNya untuk kita nikmati di dunia yang fana ini.
Mari Saudara, kita berproses dalam kematian dan kehidupan Yesus sepanjang hidup kita dan terus mengalami kuasa anugerahNya dinyatakan dalam setiap keadaan.
Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara proses kematian apa yang sedang Saudara alami hari ini? Bagian manakah yang paling sulit? Bagaimana Saudara bisa melihat kehidupan Yesus menjadi nyata di tengah kematian tersebut?