Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Bagaimana keadaan kita sebelum diperdamaikan?
Untuk apa kita diperdamaikan dengan Allah?
Apa yang harus kita lakukan setelah diperdamaikan denganNya?
Saudara, bagaimana kehidupan Saudara sebelum mengalami kelahiran baru dan didamaikan denganNya?
Apapun latar belakang kita, baik hidup sangat bertentangan denganNya maupun hidup yang tampak baik-baik saja, sesungguhnya kita jauh dari Allah.
Namun, Yesus datang untuk mengadakan perdamaian dengan Allah melalui salibNya.
Ia rindu menempatkan kita kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya, suatu kondisi yang mustahil untuk terjadi di tengah keterbatasan dan keinginan manusiawi kita.
Puji Tuhan, keadaan kudus, tak bercela dan tak bercacat menjadi mungkin karena karya Yesus. Bukan oleh kuat dan gagah kita bisa hidup kudus. Bagian kita adalah bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang.
Namun walaupun kita tahu Injil adalah kabar baik yang luar biasa, bukankah masih banyak manusia yang tidak hidup seturut Injil?
Mungkin kita tidak langsung menentang Injil, tapi bagaimana kalau kita bergeser? Hanya sekali berbohong, hanya sekali mencuri, hanya sekali melihat film porno, hanya sekali tidak ke gereja karena malas, dan seterusnya.
Tahukah Saudara pergeseran 1 mm akan menjadi sangat berarti jika diteruskan ? Awalnya tidak kelihatan, namun semakin panjang akan terlihat betapa jauhnya titik tujuan sudah bergeser.
Inilah strategi iblis untuk membuat kita hidup diluar kuasa Injil!
Itu sebabnya, penting bagi kita untuk menjaga kemurnian hati.
Hidup dalam kekudusan karena kasih dan kuasa Roh Kudus yang menguatkan kita. Hidup senantiasa dalam perdamaian denganNya.
Mari Saudara, jangan mau digeser dari pengharapan Injil yang telah kita dengar!
Diskusikanlah dengan rekan pemuridan Saudara bagaimana langkah praktis untuk hidup kudus dan bertekun dalam iman?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapakah Kristus menurut perikop ini?
Bagaimana kita perlu memandang segala sesuatu?
Siapakah yang sudah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu?
“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu…segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Pernyataan rasul Paulus ini adalah sebuah pengakuan yang luar biasa tentang keutamaan Kristus, betapa Yesus Kristus adalah Allah yang menguasai segalanya.
Kita dengan segala keterbatasan kita mungkin tidak akan pernah bisa memahaminya kalau tidak diwahyukan oleh RohNya sendiri.
Lalu, apa artinya kalau segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia?
Hal ini akan menjadi berarti jika disertai kepercayaan bahwa Ia adalah Allah yang baik dan selamanya baik.
Segala sesuatu diciptakan oleh Dia, Ya, tapi segala sesuatu yang BAIK. Jadi jika sesuatu itu tidak baik, maka bukan Allah sumbernya.
Segala sesuatu diciptakan untuk Dia, Ya, artinya Dia layak untuk menerima segala sesuatu yang kita miliki dan perjuangkan.
Tidak mudah untuk mengingat ini karena sebagai manusia daging, kita cenderung memikirkan apa yang baik menurut kita, segala sesuatu adalah tentang aku dan aku..
Namun, ketika Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat kita, Ia mau mentransformasi kita untuk menyadari bahwa Ia adalah yang terutama dalam hidup dan bahwa segala sesuatu adalah bukan tentang kita, melainkan tentang Dia.
Hari ini, kita punya pilihan apakah mau mengutamakan Kristus dalam segala sesuatu atau mengutamakan yang lainnya?
Mari berhati-hati dengan jawaban pertanyaan ini, karena kalau bukan Kristus yang terutama, maka mustahil untuk mengalami perdamaian sejati denganNya dan memahami segala sesuatu.
Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara bagaimana bisa menjadikan Kristus yang terutama dan apa yang mencegah Saudara untuk menjadikan Dia yang utama?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Efesus 1:23.
Coba sebutkan berapa hal yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang yang percaya?
Hal-hal apa sajakah yang sudah diletakkan di bawah kaki Yesus dan sebagai apakah Yesus bagi kita?
Apakah posisi kita setelah kita memahami bahwa Yesus adalah Kepala Gereja?
Ketaatan Yesus kepada Bapa melalui kematian-Nya di kayu salib menyebabkan segala kekuasaan iblis atas manusia telah dihancurkan, sehingga maut telah dipatahkan atas manusia termasuk di dalamnya kuasa dosa, kutuk kemiskinan dan kegagalan, kutuk-kutuk kelemahan dan sakit penyakit, termasuk kuasa si jahat. Dan manusia dimerdekakan dari kuasa maut.
“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”(I Korintus 15:55-57).
Allah telah memberikan segala kuasa atas segala pemerintahan dunia ini dan Yesus telah diberikan kepada kita sebagai Kepala. Dan kita adalah tubuh Yesus yang akan merepresentasikan kepenuhan Kristus itu sendiri.
”Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.”(I Korintus 15:24-25).
”Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”(Matius 28:18).
”Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.”(Efesus 1:22).
”Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”(Kolose 1:18).
Hal yang utama yang Bapa inginkan ketika kita memahami bahwa gereja adalah kepenuhan Kristus, diantaranya:
Allah ingin kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus sehingga perkataan, perbuatan serta tindakan kita menjadi seperti perbuatan Kristus;
Kita mengalami keserupaan dengan Kristus. ”Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”(Roma 8:29);
Kita mengalami kebersatuan yang dalam dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. ”Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”(Yohanes 17:21).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara memahami sebagai gereja yang adalah kepenuhan Kristus dan dampaknya dalam kehidupan saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 6:19.
Kepada siapakah kita mengikatkan diri sehingga kita menjadi satu roh dengan Dia?
Sebagai apakah status diri kita karena mengikatkan diri dengan Roh Kristus?
Menjadi milik siapakah tubuh kita setelah mengikatkan diri kepada Roh Tuhan?
Ketika kita mengalami kelahiran kembali kita harus memahami bahwa kita telah mengikatkan diri kepada Tuhan dan kita menjadi satu roh dengan Dia.
“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”(I Korintus 6:17).
Akibatnya hidup kita bukan milik kita lagi melainkan milik Allah dan tubuh kita dijadikan sebagai bait Roh Kudus. Hal itu terjadi karena kematian Yesus di kayu salib telah membeli dan menebus kita dari dosa dan kuasa iblis.
”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (I Korintus 6:19-20).
”Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”(Ibrani 2:14-15).
Dengan pemahaman yang benar bahwa tubuh kita adalah milik Allah maka Tuhan ingin agar kita memberi respon yang benar terhadap kebenaran ini, yaitu:
Kita harus menjauhkan diri dari mencintai dunia ini dan menjauhkan diri dari dosa percabulan, yang membuat kita dapat diikat oleh dunia ini. ”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”(I Yohanes 2:15-16);
Karena kita adalah milik Allah maka kita telah mati terhadap dosa. ”Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”(Roma 6:11);
Kita harus menyerahkan tubuh kita bagi Allah untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita. ”Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.”(Roma 6:13). ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”(I Korintus 6:20).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara apa yang saudara lakukan ketika menyadari bahwa tubuh saudara adalah milik Allah.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 3:16.
Siapakah yang harus menjadi dasar kehidupan kita dan dari bahan apakah kita membangunnya?
Mengapa harus dibangun dengan dasar Yesus Kristus dan bahan-bahannya emas, perak dan batu permata?
Sebagai apakah kita ketika membangun kehidupan kita diatas dasar Yesus Kristus?
Tuhan berkata bahwa Dia akan menggoncangkan bumi tetapi di masa yang akan datang Tuhan juga akan menggoncangkan langit juga.
Hal itu terjadi untuk membuktikan bahwa hanya yang dibangun dalam Kerajaan Allah yang tidak akan tergoncangkan.
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).
Oleh karena itu kita harus meletakkan dasarnya sebelum membangunnya.
Dan dasar yang utama adalah Yesus Kristus karena dasar-dasar yang lain pastilah tergoncangkan.
Dasar utamanya adalah Yesus Kristus dan bukti bahwa kita memiliki dasar Yesus Kristus adalah kita selalu mendengar dan melakukan perkataan-perkataan Kristus dimana kita membangunnya diatas dasar batu, tidak tergoncangkan.
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”(Matius 7:24-25).
Kemudian kita juga harus memperhatikan bahan-bahan yang harus dipakai untuk membangunnya, haruslah emas, perak dan batu permata dan bukan kayu, rumput kering atau jerami supaya tidak hangus oleh api yaitu karakter dan kasih.
”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”(II Petrus 1:5-8).
Ketika kita membangun dengan benar dan sesuai dengan pola Tuhan, maka kita dijadikan rumah atau tempat kehadiran Tuhan baik secara pribadi maupun tubuh Kristus.
”Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.”(Keluaran 25:8).
”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”(Wahyu 21:3).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan rohani yang membuat saudara dapat merasakan bahwa saudara adalah tempat kehadiran Tuhan.