Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Dapatkah orang yang sudah menerima Tuhan Yesus hidup di luar kehendak Tuhan ?
Apakah yang menyebabkan orang percaya hidup di luar kehendak Tuhan?
Apakah maksudnya roh-roh dunia?
“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”(Kolose 2:6).
Saat Rasul Paulus menulis suratnya ke Jemaat di Kolose, mereka sedang mengalami serangan iman; masuknya ajaran-ajaran palsu yang hendak meruntuhkan dan menggantikan Tuhan Yesus sebagai inti kepercayaan Kristen.
Ajaran ini mencampurkan ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi yang tidak berdasarkan Alkitab dan filsafat kafir termasuk juga ajaran untuk kembali kepada hukum agama Yahudi.
Apakah itu filsafat? Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.
Filsafat dunia, adalah filsafat yang berpusat pada dunia, bukan berpusat pada Tuhan yang merupakan awal dari segala ciptaan.
Filsafat dunia berpusat pada manusia, sedangkan filsafat Kristen berpusat pada Kristus.
Pada zaman itu, filsafat Yunani sedang mengalami perkembangan yang luar biasa.
Banyak filsuf muncul pada masa itu, tentu saja pengajarannya bertentangan dengan Injil.
Saudara, persoalan serangan iman pada masa sekarang lebih berbahaya dari pada zaman jemaat Kolose.
Pada masa itu, pengajaran-pengajaran sesat disebarkan melalui para pengajar palsu yang masuk ke dalam gereja secara verbal, melalui sarana pertemuan-pertemuan ibadah sedangkan saat ini ajaran-ajaran palsu menyebar secara masih melalui media internet, terutama media sosial menggunakan Handphone.
Para pengajar palsu tidak perlu hadir di dalam pertemuan ibadah, mereka bisa hadir di ruang pribadi jemaat melalui handphone.
Pengajaran sesat yang berbahaya bukanlah pengajaran yang menentang Injil, tetapi pengajaran yang menyerupai Injil, tetapi sesungguhnya bukan Injil.
Pengajaran yang menentang Injil sangat mudah dikenali dan ditolak, tetapi pengajaran yang mirip injil, mungkin dapat menyimpangkan orang Kristen yang tidak memiliki fondasi iman yang kokoh.
Dalam kitab Galatia, injil palsu tersebut di sebut Injil yang lain, yang menambahkan kewajiban sunat untuk keselamatan.
Saudara, Rasul Paulus memberikan perintah penting kepada jemaat supaya kokoh menghadapi serangan iman.
Dalam Kolose 3, Paulus memerintahkan jemaat untuk;
1) terus menerus mencari perkara-perkara surgawi.
Setiap orang Kristen harus memiliki pengalaman perjumpaan dengan Tuhan.
2) Pikirkan perkara di atas. Setiap orang Kristen harus membangun pola pikir yang alkitabiah.
3) setiap orang Kristen harus mengalami perubahan karakter, membuang manusia lama dan menggunakan manusia baru.
4) Orang Kristen harus menjadi kesaksian yang baik dalam komunitas keluarga dan komunitas sosial lainnya.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya memiliki iman yang kokoh menghadapi serangan iman.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah perintah Tuhan yang pertama dan utama?
Apakah artinya saat orang mengasihi dunia?
Apakah mungkin mengasihi Allah dan mengasihi dunia secara bersamaan?
“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu”. (1 Yohanes 2:15).
Apakah arti dosa? Dalam bahasa Yunani dosa dapat berarti tidak tepat sasaran (miss the mark).
Bayangkan seorang memanah, tetapi melesat dari sasarannya.
Dia memanah hewan buruan, tetapi meleset malahan akan panahnya jatuh ke jurang.
Dosa membuat kita gagal memperoleh apa yang seharusnya kita miliki sebaliknya malahan kehilangan milik yang berharga.
Alkitab mengajarkan kita untuk mengasihi Allah, ketika kita gagal melakukannya, atau meleset, kita sudah berdosa.
Meleset atau tidak tepat sasaran dapat juga berarti prioritas yang salah.
Tuhan harus menjadi prioritas utama, oleh karena itu ketika kita menempatkan Tuhan sebagai prioritas kedua, kita sudah berdosa.
Dosa membuat kita kehilangan kesempatan mengalami hubungan yang dalam dengan Tuhan.
Sekaligus kita kehilangan banyak hal yang baik dalam hubungan dengan Tuhan.
Saudara, ketika hati kita mulai mencintai dunia, kita sedang mencintai barang yang fana dan akan lenyap suatu saat.
Sebaliknya saat kita mencintai Tuhan, kita sedang mencintai kekekalan, mencintai sesuatu yang sangat mulia.
Ibarat pilihan antara memilih jerami atau emas. Kita seharusnya memilih emas, daripada jerami yang tidak berharga.
“Kita akan menjadi seperti pribadi yang kita sembah” atau dengan kata lain “kita akan menjadi seperti pribadi yang kita cintai”.
Semakin kita mencintai dunia ini, muka pribadi kita menjadi sangat duniawi.
Sebaliknya semakin kita mencintai Tuhan, maka pribadi kita akan menjadi seperti pribadi Kristus.
Bagaimana kita dapat semakin cinta Tuhan? Renungkanlah terus cinta Tuhan yang tidak bersyarat atas hidup kita.
Renungkanlah kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan kita dari dosa.
Renungkanlah kasih karunia-Nya yang memilih kita dari miliaran orang berdosa di bumi dan mengangkat kita jadi anak-Nya.
Renungkanlah terus kasih karunia-Nya.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya kita semakin cinta Tuhan dan benci dunia.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh?
Pengetahuan seharusnya disertai atau dilengkapi dengan apa untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik?
Orang-orang yang sudah tumbuh ketekunannya perlu ditambahkan apa, supaya pertumbuhannya semakin baik?
Ketika sifat-sifat baik yang sudah bertumbuh itu, menjadi lengkap maka apa yang akan terjadi pada orang itu?
Saudara, ketika seorang anak Allah yang sudah bertumbuh menjadi seorang murid tetap dalam firman sesuai dengan apa yang dituliskan oleh rasul Yohanes dalam:
Yohanes 8:30-32”Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Yesus dengan jelas mengatakan firman ini kepada orang Yahudi yang percaya bahwa mereka sangat perlu untuk senantiasa tetap dalam firman-Ku.
Jika mereka tetap dalam firman Yesus Kristus, maka mereka benar-benar murid Kristus.
Rasul Paulus menuliskan hal yang hampir sama dengan apa yang Yesus katakan:
Kolose 2:6-7”Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Rasul Paulus menyampaikan hal ini dengan versi yang berbeda:
Efesus 1:13-14”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Roh Kudus mengajar kita untuk rela menyerahkan diri kita menjadi murid Yesus.
Kita menyerahkan hidup kita untuk dikuasai oleh firman Allah dan kita menaatinya.
Hal ini membuat kita menjadi murid Yesus yang merdeka, dikuasai oleh Tuhan Allah melalui firman-Nya dan oleh Roh Kudus yang mengarahkan kita sehingga ketika kita menaati firman-Nya, kita mencapai kedewasaan.
Hal ini telah dinubuatkan oleh Yehezkiel:
Yehezkiel 36:27”Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Secara sistematis, rasul Petrus menuliskan hal ini dalam suratnya:
2 Petrus 1:5-8”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Saudara, semua ayat-ayat firman Tuhan di atas saling memberikan konfirmasi apa yang Tuhan Allah rencanakan bagi anak-anak-Nya supaya oleh Roh Kudus, seseorang menjadi taat kepada Bapa dan Roh Kudus akan mengarahkan serta memimpin orang itu.
Ketika orang itu mau menaati firman Allah, maka ia akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk mengenal Yesus Kristus secara sempurna, sehingga hidupnya menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus yang merupakan gambaran dari Allah Bapa yang tidak kelihatan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Ada banyak anak-anak Tuhan yang sudah lahir baru, tetapi keluar dari rancangan Allah. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Kristus kerjakan terhadap hukum Taurat atau Perjanjian Lama?
Apa selubung yang menyebabkan orang sulit mengerti hukum Taurat atau Perjanjian Lama?
Bagaimana cara menyingkapkan selubung itu?
Apa yang dikerjakan oleh kemuliaan Tuhan dalam hidup kita?
Saudara, selubung rohani dapat menyebabkan seseorang sulit untuk mengerti Kitab Suci.
Logika atau hikmat manusia sangat rendah dibandingkan dengan hikmat ilahi yang berasal dari Tuhan Allah.
Yesaya menuliskan hal ini dalam Kitabnya:
Yesaya 55:8-9“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Saudara, inilah sebab mengapa banyak orang sulit mengerti firman Tuhan yang mereka baca dari Kitab Suci.
Sulit dimengerti dan tidak masuk akal, seringkali kita dengar dari orang-orang yang tidak percaya yang menyangkali iman Kristen.
Mereka bertanya, bagaimana Anak Manusia bisa menjadi Tuhan?
Hal ini menyebabkan ketika mereka melakukan berbagai kebaikan, maka tindakan mereka tidak berkenan kepada Allah karena dengan jelas penulis Kitab Ibrani menuliskan:
Ibrani 11:6”Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
Tanpa iman, tidak seorang pun berkenan kepada Allah.
Namun, oleh iman kita diselamatkan dalam kasih karunia Allah.
Oleh anugerah-Nya kita diselamatkan, dan iman itulah yang membuat kita memiliki Roh Kudus. Roh Kuduslah yang mengajarkan firman Tuhan sebagai dasar iman kita:
Yohanes 14:26”tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Roh Kudus akan mengajar kita firman Allah sehingga kita bisa hidup seperti yang telah dikatakan oleh Yehezkiel:
Yehezkiel 36:27”Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Keintiman dengan Bapa melalui persekutuan pribadi dengan Yesus Kristus, melalui Roh Kudus, menolong kita melalui berbagai proses pembentukan, seperti yang dituliskan oleh rasul Paulus:
Roma 8:26-30”Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Rasul Paulus mengajarkan bahwa Tuhan Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan pemulihan melalui berbagai ujian dan penderitaan yang menghasilkan pembentukan bagi mereka yang dikasihi oleh Allah sehingga mereka dibentuk dan dijadikan serupa dengan gambaran Yesus Kristus.
Tuhan Allah melalui Roh Kudus, membentuk orang-orang percaya menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, Yesus Kristus.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa banyak anak-anak Tuhan yang sudah lahir baru tidak mengalami pembaharuan dan pembentukan menjadi serupa dengan Yesus Kristus?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa akibat dari pengudusan kita oleh Tuhan Allah?
Siapa yang memanggil kita dan apa yang akan Dia lakukan bagi kita?
Apa yang rasul Paulus mohonkan atau minta kepada semua jemaat?
Apa yang ditugaskan oleh rasul Paulus kepada jemaat-jemaat mengenai tulisannya (surat-suratnya)?
Saudara, Alkitab dengan jelas menyatakan melalui tulisan rasul Yohanes bahwa bukan kita yang memilih Tuhan, melainkan Tuhan Yesus yang memilih kita melalui panggilan-Nya atau ajakan-Nya.
Yohanes 15:16”Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Tuhan Allah telah memilih kita dan menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah yang tetap.
Dengan tegas, Yesus mengatakan bahwa Dia berkehendak agar kita menghasilkan buah yang tinggal tetap.
Apa yang dimaksud dengan buah yang tetap?
Apakah Yesus berbicara tentang buah Roh Kudus?
Buah Roh Kudus yang dituliskan oleh rasul Paulus dalam Kitab Galatia:
Galatia 5:22-23”Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Yesus membicarakan tentang buah yang tinggal tetap.
Semua buah yang tinggal tetap diharapkan oleh Yesus Kristus, yaitu buah Roh Kudus yang terlihat dalam hidup seseorang yang bergaul dengan Roh Kudus.
Buah tersebut diharapkan menjadi buah yang menetap dan terus-menerus sebagai pemulihan hidup seseorang yang diajarkan oleh Roh Kudus.
Buah yang tetap bukanlah buah yang timbul tenggelam yang bisa muncul pada suatu waktu dan hilang pada waktu lainnya.
Bukan buah seperti itu yang diinginkan oleh Yesus Kristus, contohnya kesabaran yang sementara.
Banyak orang menganggap kesabaran ada batasnya, ini bukanlah buah yang tinggal tetap.
Buah yang tinggal tetap adalah kesabaran yang terus-menerus apapun persoalannya.
Anak Tuhan yang sudah bergaul dengan Roh Kudus akan tetap sabar, meskipun ia sangat terganggu.
Jadi, buah Roh yang tetap adalah bagian dari hidup kita selama kita hidup di dunia ini.
Buah yang tinggal tetap adalah jiwa manusia dan inilah yang menjadi kesukaan Yesus yaitu pertobatan orang berdosa.
Pertobatan selalu dimulai dengan pengenalan akan Injil Kasih Karunia atau Injil Kerajaan Allah.
Amanat Agung Kristus juga berbicara untuk memuridkan semua bangsa dan Yesus memerintahkan para murid untuk pergi memberitakan Injil keselamatan kepada dunia ini.
Untuk pertobatan manusia inilah Yesus datang ke dunia.
Setiap orang yang mendengarkan pemberitaan Injil dan mempercayainya, maka orang itu akan dianugerahi Roh Kudus. Roh Kudus ini kemudian melakukan segala yang diinginkan Bapa melalui Dia agar orang-orang percaya itu mengalami pekerjaan Tuhan dalam hidupnya.
Allah yang telah memanggil seseorang tersebut akan memperlengkapi orang itu untuk menjadi seperti yang diinginkan Bapa.
Yehezkiel 36:25-27”Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Begitu juga rasul Paulus menyatakan bagaimana Tuhan Allah, melalui Roh Kudus-Nya, mengajar, menghibur, menolong dan mengarahkan orang yang dipanggil-Nya untuk menjadi seperti Yesus dan menjadi seperti apa yang diinginkan Bapa:
Roma 8:26-30”Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Jadi, dari Yehezkiel dan rasul Paulus, kita belajar bagaimana Tuhan yang memanggil itu setia untuk membangun dan membentuk orang percaya melalui Roh Kudus Allah, membenarkan dan memuliakan-Nya.
Tuhan Allah Bapa kita, yang memilih dan memanggil kita, juga membentuk kita menjadi orang percaya yang taat dan dengan setia menguduskan dan menyempurnakan roh, tubuh, dan jiwa kita sehingga tubuh, jiwa, dan roh kita menjadi kudus dan tidak bercacat di hadapan Tuhan Allah Bapa kita.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Apa yang menyebabkan pertumbuhan rohani kita terhalang dan mengalami stagnasi?