TAK TERPISAHKAN DARI KASIH KRISTUS
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 8:35-39
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Bagaimana kita dapat tetap percaya kepada-Nya ketika menghadapi pergumulan yang berat?
- Apa artinya menjadi lebih dari orang-orang yang menang melalui Dia yang mengasihi kita?

Salah satu kebutuhan terdalam manusia adalah dikasihi dan diterima.
Kita ingin mengetahui bahwa ada seseorang yang tetap mengasihi kita ketika kita gagal, mendampingi kita ketika kita menderita, dan tidak meninggalkan kita ketika keadaan menjadi sulit.
Namun, kasih manusia terkadang mengalami keterbatasan.
Hubungan yang dahulu dekat dapat menjadi renggang.
Orang yang kita harapkan dapat menolong mungkin tidak selalu hadir. Keadaan ekonomi, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga dapat berubah.
Bahkan, ketika menghadapi penderitaan yang berat, seseorang dapat mulai bertanya, “Apakah Tuhan masih mengasihi saya? Jika Tuhan mengasihi saya, mengapa saya harus mengalami semua ini?”
Pertanyaan seperti ini bukan hal yang asing dalam perjalanan iman.
Firman Tuhan juga menyatakan bahwa orang percaya dapat mengalami penderitaan.
Tetapi ketika kita menghadapi kesulitan, jangan hanya melihat apa yang hilang.
Ingatlah juga karya keselamatan Kristus dan pengharapan yang telah diberikan-Nya.
Keadaan dapat berubah, tetapi kasih Allah yang dinyatakan di dalam Kristus tetap menjadi dasar iman kita.
Iman tidak berarti kita harus selalu terlihat kuat.
Kita dapat menangis, merasa kecewa, atau mengakui bahwa kita sedang lelah.
Tetapi yang penting, jangan menjadikan kesedihan sebagai alasan untuk menyimpulkan bahwa hidup tidak lagi memiliki harapan.
Bawalah pergumulan itu kepada Tuhan dan, bila diperlukan, carilah dukungan dari orang yang dapat dipercaya.
Firman Tuhan yang telah kita baca memberikan penghiburan yang mendalam bagi kita orang percaya.
Kita mungkin menghadapi kesesakan, penindasan, penganiayaan, kelaparan, bahaya, atau berbagai pergumulan lain.
Kita mungkin tidak selalu memahami mengapa hal-hal tersebut terjadi.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Kemenangan kita tidak didasarkan pada kemampuan untuk menghindari semua penderitaan, tetapi pada kasih Allah yang tidak dapat dibatalkan oleh keadaan apa pun.
Karena itu, ketika kita menghadapi hari-hari yang berat, tetaplah datang kepada Tuhan.
Ketika masa depan terasa tidak pasti, tetaplah berjalan dalam iman.
Ketika kehilangan membuat hati kita terluka, izinkan diri kita berduka sambil memelihara pengharapan.
Ketika kita merasa lemah, jangan ragu meminta pertolongan.
Ingatlah bahwa kasih Kristus tidak diukur dari seberapa mudah kehidupan kita, tetapi menjadi dasar pengharapan yang menopang kita dalam setiap musim kehidupan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan, ketika engkau menghadapi penderitaan atau kehilangan, apakah engkau masih percaya bahwa kasih Kristus tetap menyertaimu? Mengapa?
Pembacaan Alkitab Setahun
Lukas 23-24