IMAN KEPADA OTORITAS FIRMAN YANG MENYEMBUHKAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 7:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 7:7!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Karena perwira tersebut merasa tidak layak untuk menerima Yesus ke rumahnya, maka hal apakah permintaan perwira itu kepada Yesus agar hamba-Nya sembuh?
  2. Apakah pujian dari Tuhan Yesus kepada sikap dan perbuatannya untuk kesembuhan terjadi?
  3. Apakah yang dialami oleh hamba perwira tersebut ketika ia datang kepada Yesus dengan iman yang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hamba perwira di Kapernaum mengalami mukjizat kesembuhan oleh karena kepercayaan perwira tersebut kepada perkataan dari Tuhan Yesus, walaupun hamba tersebut tidak atau belum berjumpa dengan Yesus.

Perwira tersebut hanya mengiyakan perkataan Yesus bagi dia untuk kesembuhan hambanya dan Yesus memuji sikap dari perwira ini dengan mengatakan bahwa “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai.”

Hal semacam ini pun akan terjadi bagi kehidupan kita karena kita mengalami otoritas Firman Tuhan untuk kehidupan kita dan kehidupan orang lain di sekitar kita.

Oleh sebab itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Firman Tuhan adalah kehidupan dari Allah sendiri yang memiliki otoritas untuk menghidupkan manusia. ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63);
  2. Firman Tuhan memiliki otoritas penuh atas hidup kita dan dunia ini, yang membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12);
  3. Firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah bagi kita tidak pernah kembali kepada Tuhan dengan sia-sia tetapi akan mengerjakan sesuai dengan maksud Firman Tuhan tersebut. “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11).

Bagian kita adalah terus senantiasa menanti-nantikan Tuhan sampai Dia berfirman kepada kita di tempat tersembunyi yaitu secret place.

Dan ketika Dia berfirman, dengarkanlah dan renungkanlah hal tersebut sampai menjadikan iman yang hidup di dalam kita.

Kemudian bertindaklah dan perkatakanlah Firman tersebut sehingga Tuhan menjadikan Firman tersebut menjadi nyata dan terwujud dalam kehidupan kita sehingga kita mengalami otoritas dari Firman Tuhan, sehingga kita mengalami mukjizat, kemenangan, kelepasan dan kelegaan serta mengalami kebangunan rohani seperti murid-murid yang berjalan menuju Emaus (Lukas 24:32).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami otoritas Firman Tuhan sehingga mengalami mukjizat kesembuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 2-3