TUBUH DIPERSEMBAHKAN, PIKIRAN DIPERBAHARUI
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 12:1-2
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang menjadi dasar Rasul Paulus menuliskan nasehat kepada jemaat di Roma, dalam nats yang sedang kita baca ini?
- Apa yang sepatutnya kita persembahkan kepada Tuhan?
- Larangan apa yang dituliskan oleh Rasul Paulus?
- Perubahan apa yang dianjurkan supaya kita lakukan?

Saudara, kita adalah manusia yang sangat beruntung karena kita menjadi orang-orang yang dipilih oleh Yesus Kristus.
Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Tuhan Yesus berkenan memilih kita karena kasih karunia dan kasih-Nya yang tidak terbatas dan tidak bersyarat.
Rasul Paulus menulis dalam Alkitab:
Roma 5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Efesus 2:8-9 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Dari kedua bagian Firman ini, kita dapat belajar bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung karena dapat mendengar Injil keselamatan atau Injil kebenaran, yang olehnya kita memperoleh iman yang menyelamatkan kita.
Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Oleh karena itu, kita merupakan sebagian orang yang Tuhan pilih karena kemurahan-Nya semata-mata.
Saudara, dengan tegas Tuhan menyatakan bahwa Dia memilih kita dan telah menetapkan kita untuk pergi menghasilkan buah.
Dia menghendaki agar buah yang kita hasilkan adalah buah yang tetap, maksudnya buah yang tinggal tetap.
Alkitab menyatakan bahwa ada tiga hal yang dapat tinggal tetap, yaitu kasih, Firman Allah, dan jiwa manusia.
Ketiganya merupakan hal yang tinggal tetap atau kekal.
Oleh karena itu, ternyata Tuhan berkehendak memilih dan menyelamatkan kita supaya kita rela pergi untuk menghasilkan buah yang tinggal tetap.
Yohanes 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
Nah, untuk memenuhi panggilan dan perintah inilah Rasul Paulus menasihatkan:
Roma 12:1-2 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Tuhan menginginkan kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup.
Tuhan menginginkan seluruh tubuh dan seluruh kehidupan kita yang kudus, yaitu kehidupan yang berkenan kepada Allah, sebagai ibadah yang sejati.
Jadi, yang diinginkan oleh Allah adalah seluruh kehidupan kita sebagai persembahan di dalam ibadah yang sejati.
Tuhan menginginkan supaya kita tidak menjadi serupa atau sama dengan dunia ini.
Tuhan menginginkan supaya kita berubah dan kehidupan kita mengalami perubahan budi.
Perubahan budi tersebut akan menyebabkan kita mampu membedakan manakah kehendak Allah, yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.
Saudara, hanya karena kasih karunia kita dapat mengenal Yesus.
Dengan jelas Yesus mengatakan bahwa hal itu terjadi karena Yesus memilih kita.
Dia memilih kita supaya kita dianugerahi Roh Kudus yang akan memulihkan kita menjadi ciptaan yang baru dan menolong kita untuk pergi menghasilkan buah yang tinggal tetap.
Oleh karena itu, marilah kita membangun hubungan yang intim dengan Roh Kudus supaya kita diajar, ditolong, dan dipimpin oleh-Nya sehingga kita benar-benar mengalami kehidupan yang dapat menghasilkan buah yang tinggal tetap, seperti yang Yesus kehendaki.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada orang percaya yang menghasilkan buah yang banyak, sementara ada yang tidak berbuah sama sekali?
Pembacaan Alkitab Setahun
Matius 27-28