MENCUKUPKAN KEPERLUAN ORANG-ORANG KUDUS
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
2 KORINTUS 9:6-12
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa hubungan antara cara seseorang menabur dengan apa yang akan dituainya?
- Apa tujuan Tuhan memberkati dan mencukupkan kebutuhan kita?

2 Korintus 9:6 ”Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”
Firman Tuhan menggunakan gambaran seorang petani dalam pelajaran tentang memberi.
Petani yang menabur tidak sedang membuang benih. Ia sedang melakukan investasi untuk masa depan.
Demikian pula ketika kita memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan.
Kita mungkin merasa bahwa apa yang kita berikan menjadi berkurang, tetapi di tangan Tuhan pemberian tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar.
Karena, memberi adalah tindakan iman.
Kita percaya bahwa Tuhan tetap memelihara kehidupan kita sekalipun kita menggunakan sebagian dari apa yang kita miliki untuk menolong orang lain.
Tetapi Tuhan tidak hanya memperhatikan apa yang kita berikan, tetapi juga bagaimana hati kita ketika memberi.
Seseorang dapat memberikan jumlah yang besar tetapi melakukannya dengan terpaksa.
Sebaliknya, seseorang dapat memberikan sedikit tetapi dengan kasih dan ketulusan.
Karena itu, Tuhan tidak menginginkan pemberian yang lahir dari tekanan.
Kemurahan hati harus lahir dari hati yang bersyukur.
Allah memberikan kecukupan agar kita berkelebihan dalam kebajikan.
Dengan kata lain: Tuhan memberkati kita supaya kita dapat menjadi berkat.
Jika Tuhan memberikan lebih banyak kepada kita, mungkin ada orang lain yang sedang Tuhan percayakan untuk kita tolong.
Karena itu, ketika mengalami kelimpahan, jangan hanya bertanya: “Apa yang dapat saya beli?”
Tetapi tanyakan: “Siapa yang dapat saya bantu?”
Saya percaya, ketika Roh Kudus mendorong kita untuk memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan bukanlah kegiatan tambahan yang tidak penting.
Itu adalah pelayanan kepada Tuhan.
Ketika kita membantu seseorang yang sedang kesulitan, kita sedang menjadi tangan Tuhan yang menolong.
Ketika kita berbagi makanan kepada orang yang lapar, kita sedang menunjukkan kasih Kristus.
Ketika kita membantu saudara yang mengalami kesulitan ekonomi, kita sedang menghadirkan kepedulian Kristus.
Dengan demikian, pelayanan tidak hanya terjadi di mimbar.
Pelayanan juga terjadi ketika kita membuka tangan bagi mereka yang membutuhkan.
Kita menerima untuk memberi, kita diberkati untuk menjadi berkat, dan kita dicukupkan supaya dapat mencukupkan orang lain.
Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup dalam ketakutan akan kekurangan.
Ia mengajar kita untuk percaya kepada pemeliharaan-Nya dan membuka tangan bagi mereka yang membutuhkan.
Ketika kita memberi dengan sukacita, kebutuhan orang lain dapat tercukupi.
Ketika kebutuhan tercukupi, ucapan syukur dinaikkan.
Dan ketika ucapan syukur dinaikkan, nama Tuhan dimuliakan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu dalam memberi. Apakah engkau lebih suka memberi atau menerima?
Pembacaan Alkitab Setahun
Matius 5-6