MENIKMATI KEKAYAAN BANGSA-BANGSA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:4-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang akan Tuhan lakukan untuk memulihkan reruntuhan dan membangun kembali kehidupan yang telah hancur?
  2. Bagaimana kehidupan umat Tuhan agar bangsa-bangsa dapat melihat bahwa Tuhan adalah Allah yang setia dan adil?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesaya 61:4a “Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad…”

Reruntuhan menggambarkan sesuatu yang telah hancur, rusak, dan kehilangan kemuliaannya.

Tetapi Tuhan adalah Allah yang sanggup membangun kembali.

Apa yang dianggap manusia sudah berakhir, di tangan Tuhan dapat dipulihkan.

Pemulihan itu dapat terjadi dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja, bahkan masyarakat.

Tuhan tidak hanya menghapus kenangan masa lalu yang menyakitkan, tetapi memberikan kesempatan untuk membangun masa depan yang baru.

Karena itu, jangan melihat keadaan hari ini sebagai akhir dari cerita.

Jika Tuhan bekerja, reruntuhan dapat dibangun kembali.

Bangsa-bangsa yang sebelumnya mungkin menjadi lawan atau berada di luar umat Tuhan oleh anugerah Tuhan, mereka akan ikut termasuk umat yang dipulihkan.

Ini menunjukkan bahwa berkat Tuhan tidak berhenti pada pemulihan pribadi.

Dan bukankah hari-hari ini banyak keluhan terhadap para pemimpin bangsa?

Sebagai umat percaya kita percaya bahwa ketika Tuhan memulihkan umat-Nya, Ia juga dapat memulihkan bangsa dan negara kita dari berbagai keterpurukan.

Dan jika dikatakan kekayaan bangsa-bangsa, itu bukan sekadar tentang harta, tetapi tentang bagaimana Tuhan dapat memakai bangsa-bangsa untuk menggenapi tujuan-Nya bagi umat-Nya.

Nubuat Nabi Yesaya di pasal 61 adalah gambaran yang indah tentang umat Tuhan yang mengalami pemulihan dan menikmati berkat yang datang melalui bangsa-bangsa.

Namun kekayaan bukanlah pusatnya. Tuhanlah pusatnya.

Kekayaan bukan tujuan akhir. Kerajaan Allah dan kemuliaan Tuhanlah tujuannya.

Saudara, kita boleh menikmati berkat Tuhan dengan penuh sukacita dan ucapan syukur.

Tetapi kita juga dipanggil untuk menggunakan berkat tersebut dengan bijaksana, adil, murah hati, dan bertanggung jawab.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu dalam berdoa bagi bangsa dan negara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Maleakhi 1-4