BERAKAR PADA TUHAN, BERBUAH DALAM KEHIDUPAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YEREMIA 17:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang disebut terkutuk?
  2. Apakah ada orang yang tidak mengalami datangnya keadaan baik?
  3. Siapa yang akan diberkati?
  4. Siapa yang tidak akan kuatir pada masa kekeringan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ada sekelompok anak-anak Tuhan yang disebut sebagai murid-murid Kristus.

Mereka telah mengalami kelahiran baru, hidup dalam pemuridan, dan terus menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus melalui kehidupan ibadah sehari-hari.

Mereka melakukannya melalui saat teduh, doa pagi, membaca Alkitab setiap hari, serta berusaha memiliki hubungan yang intim dengan Bapa melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Kolose 2:6-7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Yohanes 15:4-5 “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Dengan hubungan yang intim setiap hari, kita akan mengalami banyak pemulihan dalam kehidupan.

Melalui pembacaan firman, saat teduh, dan doa, kita semakin mengerti firman Tuhan yang menjadi dasar iman kita.

Melalui membaca dan merenungkan firman, kita akan memiliki iman dan pengharapan terhadap janji-janji Tuhan yang kita baca dan renungkan.

Kita semakin mengerti banyak perintah dan kasih karunia Tuhan.

Melalui firman Tuhan, kita semakin merasakan dan mengalami kasih karunia yang melimpah.

Hal itu juga mendorong kita untuk rela melakukan perintah Tuhan Yesus. 

Lewat merenungkan firman Tuhan, hubungan kita dengan Bapa dan firman-Nya akan semakin dalam.

Roh Kudus akan menyingkapkan betapa dalam kebaikan-Nya kepada kita.

Kita dapat merasakan kasih-Nya yang tidak terbatas, seperti yang Rasul Paulus tuliskan kepada jemaat di Efesus:

Efesus 3:16-19 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”

Kita dapat merasakan kebaikan Tuhan dan berkat-berkat-Nya yang melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan.

Tuhan Yesus berjanji, “Barangsiapa hidup di dalam Yesus Kristus dan Yesus Kristus hidup di dalam seseorang itu, maka seseorang itu akan berbuah banyak.” 

Ketika seseorang melakukan apa yang Tuhan perintahkan yang dapat dirasakan serta dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita, maka kesaksian itu dapat menghasilkan sesuatu yang menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus.

Ketika kita menerapkan apa yang Rasul Paulus nyatakan kepada jemaat di Galatia:

Galatia 6:9-10 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Lewat hubungan kita dengan Bapa dan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, maka iman kita akan semakin kokoh, pengharapan kita semakin berdasar, dan buah ketaatan semakin nyata.

Dengan demikian, hidup kita mengalami perubahan dan pemulihan serta semakin banyak orang di sekitar kita mengalami berkat yang Tuhan alirkan melalui kehidupan kita.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan seseorang sebagai anak Tuhan tidak mengalami perubahan dalam hidupnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 37-39