TUHAN ADALAH GEMBALAKU, TAKKAN KEKURANGAN AKU
Penulis : Bernard Tagor

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MAZMUR 23:1-4
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Siapakah yang digambarkan sebagai gembala dalam Mazmur 23, dan apa artinya bagi kita?
- Apa yang dilakukan Tuhan bagi orang percaya, seperti disebutkan di padang yang berumput hijau dan air yang tenang?
- Bagaimana Mazmur 23 mengajarkan kita menghadapi lembah yang gelap atau masa-masa sulit dalam hidup?
- Apa janji Tuhan bagi orang percaya sepanjang hidup, seperti yang tertulis di ayat terakhir Mazmur 23?

Mazmur 23 adalah salah satu kitab yang sering dikhotbahkan di mimbar maupun dalam persekutuan orang percaya, bahkan ayat-ayatnya dijadikan lirik lagu.
Mazmur ini ditulis oleh Daud, yang memiliki pengalaman sebagai gembala dan menghadapi berbagai ancaman dari musuh.
Mazmur ini menyatakan keyakinan Daud bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik, yang memelihara, menuntun, dan melindungi umatNya, baik dalam keadaan damai maupun dalam bahaya.
Tuhan menyediakan ketenangan, menyegarkan jiwa, menuntun di jalan yang benar, dan tetap menyertai bahkan ketika melewati lembah kekelaman.
Karena itu, Daud dapat hidup tenang dan bersyukur, sebab ia tahu bahwa hanya Tuhan yang menjadi perlindungan sejati.
Bagi kita saat ini, Mazmur 23 mengajarkan bahwa Tuhan tetap menyertai kita dalam setiap pergumulan, baik dalam pekerjaan, kondisi kesehatan yang berkurang, usaha, kesulitan keuangan, studi, pergaulan, maupun berbagai persoalan lainnya.
Kita dapat merasa aman ketika bergantung kepadaNya, berdoa, merenungkan Firman, dan percaya bahwa kebaikan serta kemurahan Tuhan menyertai hidup kita.
Karena itu, kita dipanggil untuk berjalan bersama Tuhan sebagai Gembala yang setia, bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri atau manusia.
“Takkan kekurangan aku” bukan berarti kita selalu memiliki semua yang kita inginkan atau semua doa kita dijawab sesuai keinginan kita, tetapi Tuhan akan selalu memelihara dan mencukupkan kita agar tetap dapat berjalan dalam jalan yang benar dan setia kepadaNya dalam setiap keadaan.
Ada saatnya Tuhan membawa kita ke padang yang berumput hijau dan ke air yang tenang, memberi ketenangan dan penyegaran bagi jiwa.
Namun, ada kalanya Tuhan mengizinkan kita melewati lembah yang kelam dan menghadapi berbagai kesulitan.
Karena itu, ketika keadaan hidup tidak baik, kita tidak perlu putus asa, stres, atau frustrasi, sebab Tuhan tetap hadir dan memelihara kita.
Yang terpenting bukan keadaan kita, baik berkecukupan maupun kekurangan, tetapi siapa yang menjadi Gembala kita, yaitu Tuhan sendiri, itu jauh lebih penting dan jauh lebih utama.
Kiranya dalam setiap keadaan, kita dapat berkata sama seperti Daud berkata “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Apakah kita sungguh percaya dan tetap mengandalkan Tuhan ketika berada dalam kekurangan, kesulitan, dan lembah kehidupan? Diskusikan bersama dalam kelompok PA atau persekutuan kita.
Pembacaan Alkitab Setahun
Yehezkiel 28-30