DIBEBASKAN DARI KUTUK, HIDUP DALAM BERKAT

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 3:13-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Untuk apa tujuan Kristus harus menanggung kutuk hukum Taurat bagi kita?
  2. Siapa yang menerima berkat Abraham melalui Kristus?
  3. Apa arti “dibebaskan dari kutuk dan hidup dalam berkat” dalam Galatia 3:13–16?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Surat Galatia ditulis Paulus kepada jemaat di Galatia yang sedang diganggu oleh pengajar-pengajar palsu yang mengajarkan bahwa iman kepada Kristus harus ditambah dengan ketaatan melakukan hukum Taurat agar manusia dapat dibenarkan di hadapan Allah.

Karena itu, Paulus menegaskan bahwa manusia dibenarkan hanya melalui iman kepada Kristus, bukan melalui usaha dan perbuatan berdasarkan hukum Taurat.

Dalam Galatia 3, Paulus menunjukkan bahwa janji Allah kepada Abraham telah lebih dahulu diberikan berdasarkan iman, sehingga keselamatan tidak pernah bergantung pada kemampuan manusia.

Paulus juga mengingatkan bahwa dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang dieksekusi karena melanggar perjanjian, mayatnya dapat digantung pada sebuah pohon sebagai tanda bahwa orang tersebut berada di bawah kutuk (Ulangan 21:23).

Paulus kemudian menghubungkan gambaran tersebut dengan kematian Kristus di kayu salib.

Melalui bagian ini, Paulus hendak menjaga jemaat tetap berpegang pada Injil yang murni dan tidak kembali kepada perhambaan hukum Taurat.

“Dibebaskan dari kutuk, hidup dalam berkat” berarti bahwa Kristus mengambil tempat orang berdosa untuk menanggung hukuman yang seharusnya kita terima.

Galatia 3:13 mencatat bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan menjadi kutuk karena kita.

Kata “menebus” berasal dari kata Yunani exēgorasen, dari kata exagorazō, yang menunjuk pada tindakan membeli atau membebaskan seseorang dari suatu keadaan dengan membayar harga.

Kristus menanggung kutuk yang seharusnya kita terima, sehingga melalui Dia kita memperoleh berkat Abraham.

Berkat tersebut bukan terutama kekayaan atau keberhasilan duniawi, melainkan berkat keselamatan dan janji Allah yang diterima melalui iman.

Paulus menjelaskan tujuan penebusan Kristus: “supaya oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”

Dengan demikian, inti berkat Abraham adalah keselamatan di dalam Kristus, yaitu manusia dibenarkan oleh iman, diperdamaikan dengan Allah, dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan.

Ayat 16 menegaskan bahwa janji tersebut pada akhirnya berpusat pada Kristus.

Jadi, berkat yang kita terima bukan terutama kekayaan duniawi, tetapi pembenaran, pengampunan, Roh Kudus, dan hubungan yang benar dengan Allah.

Semuanya diterima karena Kristus, bukan karena kelayakan kita.

Oleh karena itu, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih karunia Allah dan terus percaya kepada Kristus, bukan berusaha mendapatkan keselamatan melalui perbuatan baik.

Kita tetap melakukan apa yang benar dan hidup dalam kekudusan sebagai tanda bahwa kita telah menerima keselamatan.

Berkat Allah bukan terutama tentang kekayaan atau keberhasilan, tetapi tentang pengampunan dosa, hubungan yang benar dengan Allah, dan Roh Kudus yang diberikan kepada kita melalui iman kepada Kristus.

Ketika menghadapi masalah atau jatuh dalam dosa, kita tetap datang kepada Kristus dan bertobat.

Hidup dalam berkat berarti hidup dengan keyakinan bahwa Kristus telah menanggung kutuk dosa kita dan kita sekarang hidup dalam kasih karuniaNya. Amin.

Menurut kita saat ini, apa arti “Dibebaskan dari kutuk, hidup dalam berkat” bagi kehidupan kita, dan apa yang harus kita lakukan sebagai respons terhadap anugerah tersebut? Diskusikan dalam kelompok PA atau persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 23-24