MENYATAKAN KEBENARAN INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 4:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi dasar ketekunan mereka dalam memberitakan Injil?
  2. Apa yang seharusnya menjadi karakter seorang pemberita Injil agar kesaksiannya dapat dipercaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Injil adalah kabar baik tentang keselamatan yang Allah kerjakan melalui Yesus Kristus.

Namun, memberitakan Injil bukan sekadar menyampaikan sebuah informasi, sekali pun itu informasi yang baik.

Pemberitaan Injil menuntut kehidupan yang benar, hati yang tulus, dan kesetiaan terhadap kebenaran firman Allah.

Firman Tuhan menjelaskan bagaimana seorang pelayan Injil harus menjalankan tugasnya.

Rasul Paulus tidak memandang pelayanan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan atau meninggikan dirinya sendiri.

Sebaliknya, ia menyatakan kebenaran Injil dengan hati yang bersih dan mengarahkan orang kepada Kristus.

“Kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah.” (2 Korintus 4:2).

Paulus menyadari bahwa pelayanan yang dipercayakan kepadanya adalah kemurahan Allah.

Sehingga pelayanan bukan terutama tentang kedudukan, popularitas, atau penghargaan manusia.

Pelayanan adalah kepercayaan yang diberikan Tuhan.

Firman Allah tidak boleh diubah hanya supaya lebih disukai manusia.

Injil tidak boleh disesuaikan dengan kepentingan pribadi, popularitas, atau keuntungan tertentu.

Pemberita Injil dipanggil untuk menyampaikan kebenaran sebagaimana yang Tuhan nyatakan.

Kita boleh menggunakan bahasa yang sederhana dan berbagai metode komunikasi yang relevan, tetapi inti Injil tidak boleh diubah.

Cara kita memberitakan Injil sama pentingnya dengan berita yang kita sampaikan.

Tidak mungkin seseorang memberitakan kasih Kristus dengan cara yang penuh tipu daya.

Dengan demikian seorang pemberita Injil harus memiliki integritas.

Injil juga tidak disampaikan dengan menyembunyikan kebenaran atau memanipulasi pendengar.

Pemberitaan Injil harus dilakukan dengan kebenaran, kasih, keberanian, dan ketulusan.

Kita tidak perlu menggunakan tekanan atau manipulasi agar seseorang menerima Kristus.

Tugas kita adalah menyampaikan Injil dengan setia.

Roh Kuduslah yang bekerja membuka hati manusia.

Tegasnya, kita tidak dipanggil untuk memalsukan Injil agar diterima manusia.

Kita tidak dipanggil untuk menggunakan Injil demi kepentingan pribadi.

Kita juga tidak dipanggil untuk memberitakan diri sendiri.

Kita dipanggil untuk menyatakan kebenaran Injil dan meninggikan Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan tentang apa yang harus diubah agar kesaksian hidup saudara dan saya semakin membawa orang kepada Kristus?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 18-20