KUASA ROH KUDUS UNTUK MENJADI SAKSI
Penulis : Budhi Setiawan

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KISAH PARA RASUL 1:6-8
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Menurut ayat 8, apa hubungan antara menerima Roh Kudus dan menjadi saksi Kristus?
- Mengapa urutan Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi penting dalam misi Allah?

Pada ayat 8 kata “kuasa” dalam ayat ini berasal dari bahasa Yunani dunamis, yang berarti kekuatan, kemampuan, atau daya yang berasal dari Allah.
Namun kuasa Roh Kudus bukanlah kuasa untuk menunjukkan kehebatan manusia.
Kuasa Roh Kudus diberikan supaya orang percaya mampu melakukan kehendak Allah.
Para murid adalah contoh nyata. Sebelum menerima Roh Kudus, mereka penuh ketakutan.
Petrus, yang sebelumnya menyangkal Yesus tiga kali, berubah menjadi pribadi yang berani berdiri di hadapan banyak orang dan memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias.
Perubahan itu bukan karena mereka tiba-tiba menjadi manusia yang sempurna, tetapi karena Roh Kudus bekerja dalam hidup mereka.
Tanpa Roh Kudus, manusia hanya memiliki kemampuan berbicara.
Dengan Roh Kudus, kesaksian menjadi membawa kehidupan.
Sering kali manusia mencoba melakukan pekerjaan Tuhan dengan kekuatan sendiri: mengandalkan kepandaian, pengalaman, jabatan, atau kemampuan organisasi.
Semua itu dapat berguna, tetapi tidak dapat menggantikan pekerjaan Roh Kudus.
Para murid menjadi saksi karena mereka telah melihat karya Kristus: kehidupan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan janji keselamatan-Nya.
Menjadi saksi Kristus berarti hidup kita menjadi bukti bahwa Yesus benar-benar hidup dan bekerja.
Kesaksian tidak hanya melalui perkataan, tetapi melalui karakter yaitu Ketika kita mengampuni, orang melihat kasih Kristus, Ketika kita tetap setia dalam penderitaan, orang melihat pengharapan dalam Kristus, Ketika kita melayani dengan rendah hati, orang melihat hati Kristus.
Ketika kita hidup benar di tengah dunia yang penuh kompromi, orang melihat terang Kristus.
Kesaksian Dimulai dari Tempat Terdekat. Yesus berkata Di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Urutannya sangat penting. Yerusalem adalah tempat para murid berada.
Tuhan memulai misi-Nya dari tempat mereka tinggal.
Ini mengajarkan bahwa misi Allah dimulai dari lingkungan terdekat.
Kadang seseorang ingin melakukan sesuatu yang besar bagi Tuhan, tetapi mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Padahal rumah adalah tempat pertama untuk menjadi saksi keluarga adalah ladang pelayanan pertama, lingkungan sekitar adalah tempat pertama Injil dinyatakan.
Setelah itu barulah kesaksian meluas kepada orang-orang yang berbeda budaya, latar belakang, dan bangsa.
Menjadi saksi Kristus bukan berarti hidup tanpa masalah.
Para rasul justru mengalami penolakan, penganiayaan, bahkan penderitaan, namun Roh Kudus memberikan keberanian untuk tetap berdiri.

Apakah saya lebih mengandalkan kemampuan sendiri atau kuasa Roh Kudus dalam melayani Tuhan?Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian tentang Kristus?Siapa orang terdekat yang Tuhan percayakan kepada saya untuk dijangkau dengan kasih dan Injil?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yehezkiel 5-8