KASIH ALLAH BAGI DUNIA
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YOHANES 3:14-17
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Apa yang dimaksud Yesus dengan “Anak Manusia harus ditinggikan” (ayat 14), dan bagaimana itu menyelamatkan kita?
- Mengapa kasih Allah disebut “begitu besar” (ayat 16), dan apa yang membuat kasih itu istimewa?
- Apa tujuan kedatangan Yesus ke dunia menurut ayat 17: untuk menghakimi atau menyelamatkan? Mengapa itu penting?

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Nikodemus datang kepada Yesus di malam hari, mungkin karena takut diketahui orang lain.
Ia adalah orang yang saleh, guru agama, dan sangat menghormati Taurat.
Namun di dalam hatinya, ada kerinduan yang lebih dalam: ia merasa agamanya belum cukup.
Yesus tidak menjawab dengan teori yang rumit.
Ia memberikan gambaran yang sederhana namun dalam: “Seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan.”
Yesus sedang berbicara tentang kematian-Nya di kayu salib.
Di tengah kegelapan malam, Yesus menerangi hati Nikodemus dengan kabar tentang kasih Allah yang melampaui segala peraturan agama.
Keselamatan adalah karunia yang diterima dengan iman, bukan hasil usaha manusia.
Ular tembaga di padang gurun adalah gambaran yang kuat.
Ular itu tidak menyembuhkan dengan cara yang rumit; orang Israel hanya perlu memandangnya.
Demikian juga, Yesus tidak meminta Nikodemus untuk menjadi lebih baik atau lebih saleh.
Ia memintanya untuk percaya. Salib adalah tempat di mana hukuman dosa ditanggung oleh Anak Allah.
Kita tidak perlu berbuat apa pun untuk diselamatkan, kecuali menerima dengan iman.
Inilah yang membuat kasih Allah begitu indah: Ia memberikan jalan keluar yang sederhana, tetapi sangat dalam.
Kasih Allah tidak terbatas pada satu bangsa atau kelompok; ia menjangkau seluruh dunia. Yohanes 3:16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.”
Ini luar biasa! Pada zaman itu, banyak orang Yahudi berpikir Mesias hanya untuk mereka.
Tetapi Yesus mengatakan bahwa kasih Allah meluas ke semua orang, dari segala suku, bangsa, dan latar belakang.
Tidak peduli siapa kamu, apa yang telah kamu perbuat, atau seberapa jauh kamu dari Tuhan – kasih-Nya tetap terbuka lebar.
Dan tujuan kasih itu bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan (ayat 17).
Allah tidak mengirim Anak-Nya untuk menghukum dunia, tetapi untuk menebusnya.
Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.
Pertama, Terimalah Kasih-Nya dengan Iman.
Jangan biarkan rasa bersalah atau perasaan tidak layak menjauhkanmu dari Tuhan.
Kasih Allah tidak berdasarkan kelayakanmu, tetapi berdasarkan kebaikan-Nya.
Setiap hari, ingatlah bahwa Yesus sudah mati untukmu.
Percayalah bahwa pengampunan dan hidup kekal adalah milikmu.
Kedua, Bagikan Kasih Itu kepada Orang Lain.
Karena Allah mengasihi dunia, kita juga dipanggil untuk mengasihi orang-orang di sekitar kita.
Cobalah untuk melihat orang lain dengan mata kasih, sama seperti Tuhan melihat mereka.
Sampaikan kabar baik ini kepada mereka yang belum tahu, baik melalui kata-kata maupun tindakan nyata.
Inilah cara kita menjadi saluran kasih Allah di dunia.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya melihat dengan mata kasih.
Pembacaan Alkitab Setahun
Yeremia 23-25