MENYIAPKAN JALAN BAGI TUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 1:76-80

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa tugas utama Yohanes Pembaptis menurut Lukas 1:76-77, dan apa artinya bagi kita hari ini?
  2. Apa yang dimaksud dengan “memberikan pengetahuan tentang keselamatan kepada umat-Nya”? Bagaimana kita bisa melakukannya?
  3. Mengapa Yohanes harus tinggal di padang gurun dan “makin kuat rohnya” (ayat 80) sebelum ia mulai melayani?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Zakharia dan istrinya, Elisabet, sudah tua dan tidak memiliki anak.

Tetapi Tuhan memberi mereka seorang putra yang luar biasa, yaitu Yohanes Pembaptis.

Sejak lahir, Yohanes sudah memiliki tugas besar: mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Bayangkan, seorang bayi yang baru lahir sudah ditentukan untuk menjadi pembuka jalan bagi Juruselamat dunia.

Ini menunjukkan bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan ilahi.

Kita mungkin tidak menjadi Yohanes Pembaptis, tetapi kita juga dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan di tengah dunia ini.

Tugas utama kita adalah menyiapkan hati orang lain untuk menerima Tuhan.

Yohanes diberi mandat untuk “memberikan pengetahuan tentang keselamatan kepada umat-Nya.”

Ini bukan tentang membangun gedung megah atau mengadakan acara spektakuler.

Ini tentang memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa, sehingga hati orang-orang siap menerima Yesus.

Kita dipanggil untuk menjadi pembuka jalan: dengan perkataan yang jujur, hidup yang benar, dan kasih yang nyata, kita sedang “meratakan jalan” bagi Tuhan untuk masuk ke dalam hati orang-orang di sekitar kita.

Seperti Yohanes yang berseru di padang gurun, kita dipanggil untuk berseru di tengah dunia yang sibuk dan bising ini.

Kita tidak bisa mempersiapkan jalan bagi orang lain jika kita sendiri tidak siap.

Ayat 80 mencatat bahwa Yohanes “bertambah besar dan makin kuat rohnya” serta tinggal di padang gurun.

Ini adalah waktu persiapan yang panjang. Yohanes tidak langsung tampil di depan umum; ia diproses di padang gurun, jauh dari keramaian.

Ia dibentuk oleh Roh Kudus, diperkuat dalam doa dan pengasingan.

Baru setelah ia matang, ia mulai melayani. Ini mengajarkan kita bahwa pelayanan yang efektif lahir dari kehidupan yang intim dengan Tuhan.

Sebelum kita berbicara kepada orang lain, kita harus mendengar Tuhan lebih dulu.

Sebelum kita menunjukkan jalan, kita harus berjalan di jalan itu sendiri.

Persiapan rohani adalah fondasi dari pelayanan yang berbuah.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Persiapkan Hatimu Setiap Hari.

Sebelum keluar untuk melayani atau bersaksi, luangkan waktu untuk bertemu dengan Tuhan.

Baca firman, berdoa, dan periksa hatimu. Minta Roh Kudus memenuhi dan memurnikanmu.

Jika hatimu sendiri belum siap, suaramu akan sia-sia.

Kedua, Jadilah Pembuka Jalan bagi Orang Lain.

Coba perhatikan satu atau dua orang di sekitarmu yang belum mengenal Yesus.

Doakan mereka secara teratur.

Cari kesempatan untuk berbicara tentang kasih Tuhan, bukan dengan menggurui, tetapi dengan kasih dan kesabaran.

Tindakan kecil seperti mendengarkan keluhan mereka, membantu mereka di saat sulit, atau mengundang mereka ke persekutuan adalah cara nyata untuk “menyiapkan jalan” bagi Tuhan memasuki hati mereka.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana cara praktis membuka jalan bagi Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 18-22