KEHIDUPAN KRISTUS YANG MENGALIR MELALUI KITA
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
II KORINTUS 4:11-15
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Mengapa Paulus menyatakan bahwa dia telah diserahkan kepada maut?
- Mengapa Paulus menyatakan maut giat di dalam dirinya, dan hidup giat dalam hidup jemaat?
- Jikalau kita percaya, apakah yang harus kita lakukan?
- Apakah yang akan dilakukan oleh Allah dengan tubuh kita kelak bersama Kristus?

Saudara, Rasul Paulus menyatakan dalam 2 Korintus 4:10 “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.”
Yesus Kristus telah mati, bangkit dan naik ke surga.
Saat ini, Yesus Kristus telah kembali kepada kemuliaan dan keilahian-Nya.
Sejak dunia belum dijadikan, Dia adalah Allah bersama dengan Bapa-Nya.
Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”
Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Rasul Paulus dengan jelas menyatakan bahwa sebagai rasul Yesus Kristus, ia diutus dengan kuasa Roh Kudus untuk memberitakan Injil keselamatan kepada orang-orang yang tidak bersunat.
Sebagai rasul, Paulus menjalankan tugasnya sebagai pemberita Injil dan pengajar dengan sangat baik.
Namun, ia sangat dimusuhi oleh orang-orang yang menganut agama Yahudi, seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat.
Mereka sangat membenci Paulus karena sebelumnya ia dikenal sebagai Saulus, seorang ahli Taurat dan murid dari seorang rabi Yahudi yang sangat terkenal pada masa itu, yaitu Rabi Gamaliel.
Namun, Saulus kemudian bertemu dengan Yesus Kristus dalam perjalanan misinya menuju Damsyik (Damaskus).
Pada saat itu, ia bermaksud menangkap dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus.
Setelah percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dijanjikan, Saulus kemudian berganti nama menjadi Paulus.
Sebagai rasul Yesus Kristus, Paulus memberitakan Injil kasih karunia kepada orang-orang yang tidak bersunat.
Hal tersebut membuatnya sangat dibenci oleh orang-orang Farisi yang mengetahui bahwa sebelumnya ia adalah seorang Farisi yang fanatik dan radikal.
Paulus pernah dilempari batu hingga tidak sadarkan diri.
Orang-orang mengira bahwa ia telah mati, namun ternyata ia masih hidup.
Setelah peristiwa tersebut, ia semakin giat memberitakan Injil dan mengajar untuk membuktikan bahwa Yesus dari Nazaret adalah Juruselamat dan Tuhan.
Paulus banyak mengajar di sinagoge-sinagoge Yahudi.
Ia juga memberitakan Injil keselamatan kepada masyarakat yang tidak bersunat, sehingga banyak jemaat dibentuk dan dirintis.
Karena pelayanannya tersebut, Paulus semakin dibenci oleh banyak orang Yahudi.
Beberapa kali ia dipenjarakan, dianiaya, dan dilempari batu karena begitu giat bersaksi bahwa Yesus adalah Kristus dan Tuhan.
Karena begitu sering dianiaya, dikejar-kejar, dan dipenjarakan, Rasul Paulus mengakui bahwa dirinya seperti seseorang yang telah dijatuhi hukuman mati.
Ancaman kematian seakan-akan mengikutinya kemanapun ia pergi untuk melayani Tuhan.
Ia juga mengakui bahwa dirinya seperti tontonan bagi dunia.
1 Korintus 4:9 “Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.”
Saudara, Rasul Paulus menyatakan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, hidupnya telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah.
Roh Kudus menguasai dirinya dan menyatakan:
Galatia 5:25-26 “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”
Ketika kendali kehidupan kita berada di tangan Roh Kudus, maka keinginan daging kita harus mengalami kematian.
Dengan demikian, kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus, yaitu kehidupan Yesus Kristus, akan terlihat dengan nyata dalam diri kita.
Hal inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus:
Galatia 2:19-20 “…Aku telah disalibkan dengan Kristus;namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
Oleh karena itu, bagi Paulus, kehidupan Kristuslah yang sepatutnya terlihat dalam diri kita ketika kita hidup di tengah-tengah masyarakat.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan kehidupan Kristus tidak terlihat dalam kehidupan kita?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yeremia 10-13