DIPANGGIL MENJADI TERANG DUNIA
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 5:13-16
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Apa gunanya garam?
- Apa fungsi terang?
- Mengapa harus di letakkan di atas?
- Apa yang menjadi tujuan, dari kita menjadi terang dunia?

Saudara, sejak zaman purbakala, Yesaya telah bernubuat bahwa dunia ini sedang berada dalam kegelapan.
Oleh karena itu, Tuhan Yesus Kristus berkata kepada orang banyak pada waktu itu, yaitu bangsa Yahudi, supaya mereka menjadi garam dunia dan terang dunia.
Tuhan Yesus diutus supaya bangsa Israel kembali sepenuhnya menyembah Allah.
Yesus berkhotbah dan menyatakan kepada orang banyak bahwa Dia adalah Anak Allah.
Dia menyatakan kepada masyarakat bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah Yang Mahatinggi dan Allah adalah Bapa-Nya.
Namun, banyak orang Farisi menentang Dia karena mereka mengenal Yesus sebagai anak Yusuf dan Maria dari Nazaret.
Sementara itu, orang-orang Yahudi, para pemimpin agama Yahudi dan catatan sejarah mereka dengan jelas menyatakan bahwa Mesias, Raja yang akan datang adalah Anak Daud yang berasal dari Betlehem di Yudea.
Hal tersebut membuat orang-orang Farisi sangat bingung terutama karena berbagai mukjizat yang dikerjakan oleh Yesus.
Meskipun demikian, ada juga seorang Farisi yang dapat melihat bahwa Yesus adalah seseorang yang disertai oleh Allah.
Yohanes 3:1-2 “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Oleh karena itu, Yesus mengajar orang banyak supaya mereka percaya kepada-Nya sebagai Anak Allah dan Mesias yang telah dijanjikan.
Yesus mengajar mereka, menjadikan mereka sebagai murid-murid-Nya, melatih mereka, kemudian mengutus mereka.
Matius 4:18-20 “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”
Matius 10:1 “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”
Matius 10:5-8 “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Yesus menghendaki supaya orang percaya dan murid-murid-Nya menjadi seperti diri-Nya, yaitu seseorang yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat di mana pun Yesus hadir.
Tuhan menghendaki supaya orang percaya dan murid-murid Yesus menjadi garam dunia dan terang dunia.
Garam berfungsi untuk menghambat pembusukan atau mengawetkan.
Demikian juga, kita dipanggil untuk menahan kerusakan moral dalam keluarga, kantor, sekolah dan komunitas tempat kita berada.
Garam juga berfungsi sebagai pemberi rasa.
Karena itu, kehidupan kita harus memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan tempat kita berada.
Kehidupan yang hambar dan tidak asin lagi tidak dapat menjadi kesaksian bagi Kristus.
Selain itu, garam dapat digunakan sebagai obat untuk membersihkan dan membantu menyembuhkan luka.
Kehadiran kita harus membawa pemulihan dan perdamaian yang menyatukan, bukan menimbulkan perpecahan atau menciptakan luka baru.
Sangat berbahaya apabila garam menjadi tawar.
Hal ini terjadi ketika kita mengikuti arus dunia, hidup dalam kompromi, dan kehilangan identitas sebagai pengikut Yesus Kristus. Identitas tersebut seharusnya terlihat melalui sikap saling mengasihi dan mengasihi sesama manusia.
Ketika kehilangan identitas tersebut, kita mendukakan Roh Kudus dan membuat Roh Kudus berdiam diri.
Kita juga dipanggil untuk menjadi terang dunia.
Terang berfungsi menghalau kegelapan dan menerangi ruangan yang gelap.
Yesus menghendaki supaya kita menjadi terang yang menerangi wilayah tempat kita berada.
Saudara, sebagai terang dunia, kita harus mengikuti teladan Yesus.
Yohanes 8:12 “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Sebagai murid-murid Yesus, kita digambarkan sebagai kota yang terletak di atas gunung.
Artinya, kehidupan kita dilihat dan diperhatikan oleh orang lain. Kita tidak dapat menyembunyikan identitas sebagai pengikut Kristus.
Yesus juga menggambarkan kita sebagai pelita yang diletakkan di atas kaki dian.
Pelita tersebut menjadi terang bukan supaya dipamerkan atau supaya kita mendapatkan perhatian dari orang lain, melainkan supaya seluruh tempat menjadi terang dan segala sesuatu dapat terlihat dengan jelas.
Terang tidak diletakkan di bawah gantang sehingga cahayanya tertutup.
Namun, terkadang kita menyembunyikan iman dan kepercayaan kita sehingga orang lain tidak mengetahui bahwa kita adalah pengikut Yesus Kristus.
Kita melakukannya karena takut diejek, takut dianiaya, takut mengalami kerugian, atau karena sudah merasa nyaman hidup dalam kegelapan.
Saudara, demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang lain, supaya mereka melihat tindakan dan perbuatanmu yang baik.
Dengan demikian, mereka akan memuliakan Bapamu yang di surga.
Jadi, ketika kita berbuat baik, kita tidak melakukannya supaya diri kita mendapatkan pujian, tetapi supaya Tuhan Allah dimuliakan.
Berbuat baik bukanlah sarana untuk mencari pujian.
Kita berbuat baik supaya Bapa di surga dipermuliakan.
Terang bercahaya melalui “perbuatanmu yang baik”, bukan hanya melalui khotbah atau pengajaran kita.
Terang juga terlihat ketika kita melakukan apa yang kita khotbahkan dan ajarkan.
Yakobus 2:18 “Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”
Kehidupan orang percaya terlihat ketika kita: tetap jujur saat memiliki kesempatan untuk berbuat curang, mengampuni ketika disakiti, menolong ketika tidak ada keuntungan yang akan diperoleh, tetap bersukacita dan memiliki damai sejahtera ketika menghadapi masalah dan menjalani kehidupan yang berbeda dari cara hidup dunia di sekitar kita.
Semua hal tersebut akan dilihat oleh orang lain sehingga mereka bertanya, “Mengapa dia dapat menjalani kehidupan seperti itu?” Jawabannya adalah, “Karena Bapanya menguatkan dia.” Saudara, bagaimana kita menjaga supaya terang tersebut tidak padam?
- Tetap Melekat pada Sumber Terang
Yohanes 15:4 “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
- Jangan Takut Masuk ke Tempat yang Gelap
Terang tidak akan berguna apabila hanya berada di dalam gereja. Yesus adalah Terang. Namun, Dia pergi ke tempat orang-orang berdosa untuk membawa terang kepada mereka.
- Hidup Konsisten di Depan maupun di Belakang Orang Lain
Kita harus hidup dalam integritas. Sebuah pelita tidak akan menyala dengan baik apabila sumbunya tidak dibersihkan. Oleh karena itu, kita harus membereskan kehidupan kita, termasuk dosa-dosa yang tersembunyi. Mintalah Roh Kudus untuk menyelidiki hati kita. Mazmur 139:23-24 “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
- Arahkan Sorotan kepada Bapa, Bukan kepada Diri Kita
Ketika orang lain memuji kita, arahkanlah pujian tersebut kepada Tuhan Allah, Bapa kita. Segala pujian hanya layak diberikan kepada Tuhan yang telah menjadikan kita sebagai terang dunia.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa saja yang dapat menggagalkan kita sehingga tidak bisa menjadi garam dan terang dunia?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yesaya 64-66