HIDUP DALAM KUASA INJIL
Penulis : Bernard Tagor

Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 8:1-4
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

- Mengapa tidak ada lagi penghukuman bagi orang yang ada di dalam Kristus?
- Apa yang dilakukan Allah melalui Kristus yang tidak dapat dilakukan oleh hukum Taurat?
- Bagaimana kuasa Injil terlihat dalam kehidupan orang percaya?

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi (Yunani) yang telah percaya kepada Kristus, tetapi masih bergumul memahami hubungan antara hukum Taurat, anugerah, dan keselamatan.
Paulus menulis surat ini untuk memberikan penjelasan yang utuh mengenai Injil sebagai kuasa Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya serta mempersatukan seluruh orang percaya di dalam Kristus.
Roma 8:1–4 menjadi puncak dari penjelasan Paulus setelah menguraikan bahwa semua manusia berada di bawah kuasa dosa dan tidak mampu membenarkan dirinya sendiri.
Melalui karya penebusan Kristus, Allah melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh hukum Taurat, yaitu membebaskan orang berdosa dari penghukuman dan memberikan hidup yang baru.
Dengan demikian, keselamatan sepenuhnya merupakan karya anugerah Allah yang diterima melalui iman kepada Kristus.
Paulus membuka awal kalimatnya dengan pernyataan yang sangat kuat: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa status orang percaya telah berubah secara hukum di hadapan Allah.
Penghukuman atas dosa telah ditanggung oleh Kristus, sehingga orang percaya dibenarkan bukan karena ketaatan kepada hukum Taurat, melainkan karena persatuan dengan Kristus.
Ayat 2 menegaskan bahwa “hukum Roh yang memberi hidup” telah membebaskan orang percaya dari “hukum dosa dan maut”, yaitu kuasa dosa yang sebelumnya menguasai manusia.
Allah mengutus AnakNya dalam rupa manusia berdosa sebagai korban penghapus dosa, sehingga tuntutan keadilan Allah dipenuhi dengan sempurna.
Oleh karena itu, Roh Kudus bukan hanya memberikan jaminan keselamatan, tetapi juga memampukan orang percaya hidup dalam ketaatan kepada kehendak Allah.
Jadi kuasa Injil bukan sekadar mengampuni dosa, tetapi juga memperbarui hidup orang percaya dari dalam.
Hidup dalam kuasa Injil berarti setiap orang percaya tidak lagi hidup di bawah rasa bersalah, ketakutan akan penghukuman, atau diperbudak oleh dosa.
Sebaliknya, mereka dipanggil untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga semakin mencerminkan karakter Kristus dalam setiap aspek kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini terlihat melalui keberanian menolak dosa, kejujuran dalam pekerjaan di kantor atau dalam usaha di market place, di dalam sekolah/kampus, kesetiaan dalam keluarga, kerendahan hati dalam melayani, serta ketekunan menaati firman Tuhan meskipun menghadapi tekanan dari dunia.
Orang yang hidup dalam kuasa Injil tidak mengandalkan kekuatannya sendiri untuk menjadi benar, tetapi terus bergantung kepada anugerah Allah yang bekerja melalui Roh Kudus untuk membentuk hidupnya semakin serupa dengan Kristus.

Apakah kita betul-betul hidup dalam kuasa Injil, atau masih mengandalkan kekuatan sendiri untuk berkenan kepada Allah?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yesaya 49-53