PUJIAN YANG MEMBUKA PENJARA
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KISAH PARA RASUL 16:25-28
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 16:26!

- Hal apakah yang dilakukan oleh Paulus dan Silas ketika mereka berada di dalam penjara? Dan seberapa nyaringkah suara mereka?
- Apakah yang terjadi ketika mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian dengan nyaring?
- Hal apakah yang terjadi terhadap penjara, pintu-pintu penjara dan juga terhadap belenggu yang mengikat mereka?

Peristiwa yang dialami oleh Rasul Paulus dan Silas di dalam penjara membuktikan bahwa kehadiran Tuhan di dalam pujian dari umat Tuhan dan dimana ada kehadiran Tuhan disana ada kemerdekaan dan mukjizat Tuhan.
“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mazmur 22:4).
”Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” (II Korintus 3:17).
Iblis selalu ingin melepaskan panah apinya kepada kita bahkan iblis berjalan kian kemari untuk mendapatkan mangsanya sehingga dipastikan kita selalu masuk pada area peperangan dengan si jahat.
”Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (Efesus 6:16).
”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (I Petrus 5:8-9).
Kita harus senantiasa menggunakan selengkap senjata Allah supaya kita siap untuk berperang melawan si jahat dan Tuhan memberikan kepada kita senjata pujian dan penyembahan.
Ketika kita masuk hadirat Tuhan dalam pujian dan penyembahan maka Tuhan hadir dan membebaskan kita dari belenggu atau penjara-penjara dosa, masalah-masalah dalam ekonomi, keluarga, sekolah dan kuliah, sakit penyakit, kelemahan yang selalu mengintimidasi dan menghakimi kita.
Oleh sebab itu Tuhan ingin agar pujian dan penyembahan menjadi gaya hidup kita, supaya ketika belenggu dan penjara si jahat lewat masalah-masalah yang ada dapat disingkirkan.
Oleh sebab itu biarlah pujian dan penyembahan kepada Allah harus selalu ada dalam mulut kita sehingga setiap saat kita dapat menghadirkan Kerajaan Allah melalui pujian dan penyembahan kita dan iblis mencoba memenjarakan kita dihancurkan.
”Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa.” (Mazmur 149:6-7).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami kelepasan dari belenggu iblis melalui pujian dan penyembahan!
Pembacaan Alkitab Setahun
Amsal 30-31