HATI TULUS DIHADAPAN TUHAN
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MAZMUR 101:2-4
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Mazmur 101:2.

- Apakah kerinduan dari pemazmur agar dia hidup tidak bercela di hadapan Tuhan?
- Hal-hal apakah yang tidak diletakkan di depan matanya?
- Hati yang bagaimanakah yang ingin terus dibaharui di dalam hati pemazmur?

Allah menginginkan agar kita senantiasa memiliki hati yang tulus dihadapan-Nya karena Yesus telah menyucikan hati nurani kita dengan darah-Nya.
“Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibrani 9:13-14).
Karena kita telah memiliki hati nurani yang telah disucikan oleh darah Yesus maka kita dapat hidup dengan hati yang tulus dihadapan Allah.
“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” (Ibrani 10:22).
Setiap kita yang memiliki hati yang tulus ikhlas maka kita akan memiliki perbuatan, perkataan yang tulus ikhlas juga.
“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” (I Petrus 1:22).
Bahkan setiap aspek kehidupan kita selalu mengamalkan ketulusan demi ketulusan yang tidak mengenal pamrih.
“Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.” (II Korintus 1:12).
Allah akan membalaskan ketulusan hati kita dihadapan-Nya dengan perlindungan dan kebaikan-kebaikan-Nya.
“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati; tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan. Damai sejahtera atas Israel!” (Mazmur 125:4-5).
“Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.” (Amsal 10:29).
Bagi setiap kita yang hidup dalam ketulusan hati dihadapan Tuhan maka kita senantiasa hidup tidak bercela, tidak hidup dalam perkataan-perkataan yang dursila dan yang jahat serta memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus, tidak sombong, mau mengosongkan diri, rendah hati dan tidak mementingkan diri sendiri.
Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa menjaga hati kita dengan Firman Tuhan agar tetap hidup dengan hati yang tulus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara tetap konsisten hidup dalam hati yang tulus ikhlas sehingga tidak berbuat dosa dan kejahatan.
Pembacaan Alkitab Setahun
Nehemia 4-6