TIDAK ADA TEMPAT BAGI DUSTA
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
WAHYU 21:6-8
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 21:8.

- Kepada siapakah Allah memberi minum secara cuma-cuma dari mata air kehidupan?
- Apakah yang Allah anugrahkan bagi orang-orang yang menang?
- Terhadap orang-orang yang bagaimanakah yang akan mengalami lautan api yang menyala-nyala dan belerang?

Allah sangat membenci dusta, sehingga setiap orang yang hidup dengan dusta dimana menganggap remeh hal-hal dusta atau bohong maka mereka mendapatkan resiko dimana mereka tidak mendapat tempat di sorga tetapi akan mengalami lautan api yang menyala-nyala dan belerang dalam kematian yang kedua.
Hal itu terjadi karena dusta selalu berasal dari si jahat atau iblis dan iblis tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” (Yohanes 8:44).
Itulah sebabnya Tuhan tidak ingin kita hidup dengan selalu berkata-kata dusta atau bersaksi dusta karena ternyata orang-orang yang senang berdusta atau berbohong, mereka adalah orang-orang yang dapat menyebarkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.
“Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia.” (I Timotius 1:5-6).
Allah ingin agar kita hidup dalam kejujuran dan tidak berdusta dalam perkataan kita. Oleh sebab itu, untuk hidup tidak berdusta maka kita harus membangun budaya hidup dengan berkata-kata benar, dengan cara diantaranya:
- Hidup dengan membenci dusta, sebaliknya kita harus hidup dengan Firman Tuhan. “Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:104-105). “Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua. Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci. Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.” (Mazmur 119:127-129).
- Hidup dengan selalu berkata-kata: jika ya katakan ya dan jika tidak katakan tidak, supaya jangan beri kesempatan kepada iblis dan selalu hidup dalam kejujuran dalam perkataan maupun perbuatan. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37).
Marilah kita membangun kehidupan yang jujur di bumi ini karena surga tidak memberi tempat bagi orang yang suka berdusta.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara selalu membangun budaya jujur dan tidak berdusta dalam pekerjaan, rumah tangga, pelayanan, dan lain-lain.
Pembacaan Alkitab Setahun
Ezra 4-7