TUHAN MENDENGAR SETIAP PERKATAAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MALEAKHI 3:13-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang disebut Tuhan Allah sebagai sikap kurang ajar terhadap umat-Nya, Israel?
  2. Apa yang dibicarakan oleh umat Allah yang tidak setia di Israel pada waktu itu?
  3. Apa yang dibicarakan oleh umat Israel yang takut akan Tuhan, yaitu mereka yang taat dan setia kepada Tuhan Allah?
  4. Kepada siapa Tuhan berjanji akan menyayangi pada masa yang akan datang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kita percaya kepada Firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan, maka Tuhan Allah Bapa melalui Yesus Kristus menganugerahkan Roh Kudus ke dalam hati kita.

Roh Kudus akan mengajar, menolong, menghibur, dan membimbing kita.

Ia membimbing kita dari dalam batin, sehingga kita dapat mendengar suara Tuhan, karena Ia tinggal di dalam hati kita:

Efesus 3:17 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Dengan kehadiran-Nya di dalam hati kita, Tuhan Allah mengenal siapa kita secara pribadi.

Karena itu perkataan, bahkan pikiran dan perasaan kita semuanya diketahui oleh Tuhan.

Pada Perjanjian Lama, hanya orang-orang tertentu yang diurapi seperti raja, nabi, dan imam besar yang menerima pengurapan Roh Kudus.

Namun, pada masa sekarang, tidak lagi demikian.

Setiap orang yang beriman didiami oleh Roh Kudus.

Ketika seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus, maka pengurapan dan kuasa-Nya bekerja di dalam hidup orang tersebut.

Ketika umat pilihan yaitu bangsa Israel atau orang Yahudi yang mengenal Allah mengalami penyertaan Tuhan melalui kehadiran-Nya di Bait Allah, mereka dapat melihat Allah dengan kehadirannya dalam bentuk api kemuliaan Allah.

Namun, ketika umat Israel bersungut-sungut dan meremehkan Tuhan, mereka tidak menyadari bahwa Tuhan mendengar setiap keluhan mereka.

Pada zaman nabi Maleakhi, sekitar tahun 430 SM, umat Israel mengalami kemerosotan iman.

Mereka tidak sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan Allah, bahkan secara nyata melanggar hukum Taurat yang telah dianugerahkan kepada bangsa Israel melalui nabi Musa.

Umat juga mulai meragukan kasih Allah. Karena menghadapi kesulitan, mereka menuduh Tuhan tidak setia terhadap janji-janji-Nya.

Padahal, Tuhan telah menyatakan bahwa Ia mengasihi mereka.

Namun justru bangsa itu yang tidak setia, bahkan berkhianat dengan menyembah allah-allah bangsa lain.

Nabi Maleakhi juga mengecam para imam karena mereka menunjukkan sikap tidak hormat kepada Tuhan dengan mempersembahkan hewan yang cacat atau hewan sakit yang jelas bertentangan dengan hukum Taurat.

Demikianlah keadaan pada masa nabi Maleakhi.

Meskipun umat Israel mengenal Tuhan, mereka meragukan kasih-Nya karena keadaan mereka yang sulit.

Para imam pun tidak melayani dengan sungguh-sungguh.

Para imam bahkan bersikap tidak adil, membeda-bedakan antara yang kaya dan yang miskin.

Keadaan umat menjadi gelap secara rohani, meskipun Tuhan tetap setia mengasihi umat-Nya.

Dalam perkara keluhan, umat sering menuduh Tuhan tidak lagi mengasihi mereka, sehingga mereka merasa dibiarkan hidup dalam keadaan yang berantakan.

Banyak dari mereka mengeluh dengan perkataan-perkataan yang tidak berkenan kepada Tuhan:

Maleakhi 3:13-14 “Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?” Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?”

Hal yang sama juga terjadi pada masa kini.

Ada orang-orang yang sebelumnya percaya kepada Yesus Kristus kemudian meninggalkan imannya karena kurang mengenal ajaran kekristenan secara mendalam, termasuk pemahaman tentang Tritunggal dan dasar-dasar iman Kristen.

Sebagian dari mereka ada yang bersikap agnostik, bahkan menjadi ateis.

Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti materialisme, gaya hidup hedonis, dan nilai-nilai duniawi lainnya.

Oleh karena itu, marilah kita semakin giat membaca Firman Tuhan, berdoa, dan merenungkan Firman Tuhan, serta menjadi pelaku Firman.

Marilah kita juga lebih banyak bergaul dengan Roh Kudus dengan berbicara kepada-Nya dan peka mendengar tuntunan-Nya.

Tuhan rindu mendengar setiap perkataan kita, dan Ia juga ingin bersekutu dengan kita.

Melalui pembacaan dan perenungan Firman Tuhan, kita berbicara kepada-Nya, dan Ia pun berbicara kepada kita.

Haleluya, puji Tuhan. Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan tidak mampu menjelaskan tentang Tritunggal, sehingga rentan untuk berpindah keyakinan?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 21-24