FIRMAN YANG MENJADI SUKACITA HATI

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YEREMIA 15:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Terhadap siapa Yeremia meminta agar diadakan pembalasan?
  2. Mengapa Yeremia menjadi celaan diantara bangsanya Israel?
  3. Mengapa Yeremia menikmati Firman TUHAN?
  4. Mengapa Yeremia, tidak pernah duduk bersuka ria dengan orang lain?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Yeremia adalah seorang nabi Tuhan yang diutus kepada bangsanya pada masa ketika sebagian rakyat dibawa sebagai tawanan ke Babel.

Dalam situasi tersebut, Yeremia tetap menyampaikan Firman Allah yang mengingatkan bangsanya untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Jika tidak, mereka akan kembali mengalami hukuman.

Namun, pesan-pesan tersebut sering kali tidak ditanggapi oleh bangsanya.

Yeremia juga menyampaikan keluhan-keluhannya sebagai seorang yang menderita dan sakit hati karena melihat penderitaan bangsanya, baik yang berada di pembuangan maupun yang masih tinggal di Yehuda.

Ia bersedih bukan hanya karena penderitaan itu sendiri, tetapi juga karena ia merasakan hati Tuhan yang terluka akibat pemberontakan, kemurtadan, dan ketidaksetiaan bangsa Israel dan Yehuda pada masa itu.

Namun, di tengah semua itu, setiap kali Yeremia mendengar Tuhan berfirman, ia merasakan sukacita.

Ia mengetahui bahwa Tuhan menjanjikan akan mengadakan perjanjian baru bagi bangsa-Nya.

Firman Tuhan tentang perjanjian baru ini membawa sukacita dan pengharapan bagi Yeremia, karena di dalamnya terkandung janji pengampunan Tuhan bagi bangsa-Nya.

Perjanjian baru yang kelak akan Tuhan adakan dengan umat-Nya yang setia:

Yeremia 31:31-34 “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

Menanggapi pesan Tuhan tersebut, Yeremia menyatakan bahwa ia sangat menikmatinya.

Ia berkata, “Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku, ya Tuhan Allah semesta alam.”

Firman ini telah digenapi oleh Tuhan Allah semesta alam, bukan hanya bagi Israel, tetapi juga bagi semua bangsa yang percaya dan mengakui bahwa kasih Allah telah dinyatakan melalui kedatangan Yesus Kristus serta pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

Yohanes 3:16-17 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Perjanjian baru yang dinyatakan oleh Tuhan Allah kepada orang yang percaya kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, membawa keselamatan dan beroleh hidup yang kekal.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apakah Anda juga bersukacita ketika membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Jika belum, apa yang membuat Anda kurang menikmati Firman Allah itu?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 18-20