IMAN YANG BERBICARA DAN MUJIZAT TERJADI
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MARKUS 7:24-30
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang tidak dapat dirahasiakan, dan apa akibatnya?
- Apa yang diinginkan oleh Perempuan Siro-Fenisia untuk anaknya?
- Apa yang dikatakan Tuhan Yesus?
- Apa jawaban perempuan itu kepada Yesus?

Saudara, melalui peristiwa yang terjadi pada zaman Yesus, kita dapat belajar tentang seorang ibu yang anaknya kerasukan roh jahat.
Perempuan ini bukan berasal dari bangsa Israel atau orang Yahudi.
Yesus adalah utusan Allah yang datang untuk melayani dan menyelamatkan bangsa Yahudi atau Israel.
Yesus juga pernah menyatakan hal ini ketika Ia mengutus murid-murid-Nya:
Matius 10:5-6 “Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
Pada awal pelayanan-Nya, Yesus memang berfokus kepada bangsa Yahudi.
Namun, dalam perjalanan pelayanan-Nya, banyak pemimpin Yahudi tidak percaya kepada kemesiasan Yesus.
Meskipun sebagian masyarakat Yahudi percaya, ketidakpercayaan para pemimpin ini memengaruhi banyak orang, sehingga mereka juga ikut tidak percaya kepada-Nya.
Walaupun demikian, ada juga orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus.
Bahkan, seorang pemimpin Yahudi dari golongan Farisi, yaitu Nikodemus, percaya kepada Yesus.
Ia datang pada malam hari untuk menemui Yesus dan berdialog dengan-Nya:
Yohanes 3:1-13 “Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.”
Melalui dialog antara Nikodemus dan Yesus, kita dapat memahami bahwa seseorang harus mengalami kelahiran kembali, yaitu kelahiran oleh Roh Kudus.
Rasul Paulus juga menuliskan hal ini kepada jemaat di Efesus:
Efesus 1:13 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”
Saudara, ketika Yesus masih berfokus melayani bangsa Yahudi atau Israel, banyak orang yang percaya kepada-Nya.
Selain itu, banyak juga orang asing yang tinggal di Israel menjadi percaya, karena mereka melihat berbagai mujizat yang dilakukan oleh Yesus.
Melalui mujizat-mujizat tersebut, kabar baik yang diberitakan oleh Yesus tersebar luas ke seluruh wilayah Yudea dan Galilea.
Bahkan, seorang perempuan Siro-Fenisia pun mendengar dan menjadi percaya kepada Yesus.
Namun, karena fokus pelayanan Yesus masih kepada Israel atau Yahudi, orang-orang asing seperti bangsa Samaria belum sepenuhnya terjangkau, hingga pada suatu waktu:
Yohanes 4:1-4 “Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes –meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, –Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. Ia harus melintasi daerah Samaria.”
Melalui peristiwa ini, kita dapat melihat bahwa fokus pelayanan Yesus mulai diarahkan juga kepada Samaria, sehingga wilayah di sekitar Yerusalem semakin dijangkau dan semakin banyak orang mendengar kabar baik.
Perempuan Siro-Fenisia itu mengetahui dan percaya bahwa jika Yesus berkenan, maka anaknya akan disembuhkan.
Oleh karena itu, ia berani menyampaikan permohonannya, bahkan menyatakan bahwa sebagai “anjing” ia pun layak menerima remah-remah roti yang disediakan bagi anak-anak Yahudi atau Israel.
Karena pernyataan iman tersebut, Yesus melihat iman perempuan itu.
Perkataannya yang penuh iman menjadi dasar terjadinya mujizat, roh jahat yang merasuki anaknya keluar, dan anak itu pun menjadi bebas.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apakah orang percaya kepada Tuhan Yesus yang sudah lahir baru masih dapat dirasuki setan?
Pembacaan Alkitab Setahun
2 Tawarikh 13-17