MENJADI BEJANA YANG LAYAK DIPAKAI TUHAN
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
2 TIMOTIUS 2:19-21
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa arti perumpamaan tentang perabot emas, perak, kayu, dan tanah dalam rumah, dan bagaimana hal itu menggambarkan kualitas hidup orang percaya?
- Bagaimana seseorang dapat membersihkan diri, supaya menjadi perabot yang dipakai untuk tujuan mulia?

Firman Tuhan menggambarkan dalam sebuah rumah besar yang memiliki perabot emas, perak, kayu, dan tanah. Ada yang dipakai untuk tujuan mulia, ada juga untuk tujuan biasa.
Rumah besar adalah gambaran dari gereja Tuhan dan perabot adalah gambaran dari umat Tuhan.
Perabot emas dan perak dipakai untuk tujuan yang mulia. Sebaliknya perabot dari kayu dan tanah digunakan untuk tujuan yang kurang mulia.
Lalu apa yang menyebabkan seorang dipakai untuk tujuan yang mulia, dan yang lain dipakai untuk tujuan yang kurang mulia.
Apakah Tuhan pilih kasih? Tentu tidak, manusia bisa pilih kasih atau memilih berdasarkan tampilan dari luar.
Tapi Allah tidak pilih kasih. Yang menyebabkan seorang menjadi perabot yang mulia adalah karena mereka menyucikan diri dari hal-hal yang jahat (lihat ayat ke 21).
Allah mengatakan bahwa orang tersebut akan dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Lalu bagaimana seseorang menyucikan diri dari hal-hal yang jahat, beberapa Langkah praktis:
- Kita menanggalkan dosa yang masih dipelihara
- Kita menjaga hati dari kepahitan dan kesombongan
- Kita mengendalikan perkataan, jagalah lidah kita (lihat. Yakobus 3:5,8)
- Kita menjauh dari kompromi dengan dunia (lihat. Roma 12:2 dan Yakobus 4:4)
- Hidup dalam ketaatan kepada firman
Ketika seseorang menjadi perabot yang layak, maka:
- Hidup kita akan membawa damai bagi orang lain
- Perkataan kita akan membangun orang yang mendengarnya
- Pelayanan kita akan berdampak dan menjadi berkat bagi orang yang kita layani
- Keputusan kita akan mencerminkan hikmat yang dari Tuhan
- Kehadiran kita akan membawa berkat bagi orang lain
Jadi ini tentu bukan karena kekuatan pribadi kita, tetapi semata-mata karena Roh Kudus yang bekerja dan kita merespon dengan benar.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bahwa menjadi bejana yang layak dipakai Tuhan bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang bersedia disucikan.
Pembacaan Alkitab Setahun
1 Tawarikh 12-14