MENANGGALKAN MANUSIA LAMA
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KOLOSE 3:5-8
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa makna perintah “matikanlah” dalam ayat ini, dan mengapa Firman Tuhan menggunakan kata yang begitu tegas terhadap dosa-dosa dalam hidup orang percaya?
- Apa perbedaan antara “menanggalkan” dosa seperti amarah, dan kata-kata kotor dengan sekadar menekan emosi tanpa perubahan hati?

Kehidupan orang percaya tidak berhenti ketika kita menerima keselamatan.
Setelah kita mengalami pembaruan dalam Kristus, kita dipanggil untuk meninggalkan manusia lama.
Firman Tuhan menyatakan dengan sangat tegas, “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi”.
Perintah ini menunjukkan bahwa kehidupan baru menuntut tindakan nyata.
Kekristenan bukan hanya perubahan status, tetapi perubahan karakter.
Manusia lama adalah natur lama yang cenderung hidup tanpa Tuhan.
Ia berpusat pada diri sendiri, mengejar keinginan daging, dan mengabaikan kehendak Allah.
Firman Tuhan menyebutkan berbagai bentuk dosa seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keinginan jahat, keserakahan, amarah, dan kata-kata kotor.
Dosa-dosa ini mencakup dua area besar, yaitu dosa dalam hati dan dosa dalam tindakan.
Dan untuk itu lah Firman Tuhan tidak menyatakan “kurangilah” atau “kendalikanlah,” tetapi “matikanlah.”
Kata ini menggambarkan tindakan radikal. Ini berarti kita harus mengambil sikap tegas terhadap dosa.
Tidak ada kompromi. Tidak ada ruang tawar-menawar.
Mengapa harus tegas? Karena jika dibiarkan, dosa akan bertumbuh.
Jika diberi ruang kecil, ia akan mengambil alih perhatian kita.
Oleh sebab itu, meninggalkan manusia lama membutuhkan keputusan yang jelas: memutuskan kebiasaan lama dan memilih hidup dalam kebenaran.
Meninggalkan manusia lama bukan peristiwa sekali jadi, tetapi proses.
Setiap hari kita memilih: mengikuti keinginan lama atau taat kepada Tuhan; menyimpan kebencian atau mengampuni; mengucapkan kata-kata kotor atau mengucapkan kata yang membangun.
Keputusan kita terhadap dua pilihan tersebut akan membentuk karakter kita.
Pilihan yang benar akan membentuk karakter kita menjadi semakin serupa Kristus.
Pilihan yang salah akan menjauhkan kita dari karakter yang semakin serupa dengan Kristus.
Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: mempertahankan manusia lama atau menanggalkannya.
Ketika kita memilih menanggalkan manusia lama, kita memberi ruang bagi Tuhan membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus.
Apakah hal itu mudah dilakukan? Tidak.
Tetapi oleh anugerah Tuhan kita dimampukan untuk hidup berkemenangan.
Hidup dengan memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan, hingga kita mampu merealisasikan kehadiran Roh dalam kehidupan kita.
Itu akan menjadi jalan kepada kehidupan yang berkemenangan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apabila manusia lama ditanggalkan, kehidupan baru seperti apa yang akan mulai terlihat?
Pembacaan Alkitab Setahun
1 Tawarikh 9-11