MATI TERHADAP DOSA, HIDUP BAGI KRISTUS

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 6:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana seseorang dibaptis secara benar dan apa maknanya untuk kehidupan di masa kini?
  2. Apa arti manusia lama kita telah disalibkan dan bagaimana hal itu mempengaruhi cara kita hidup di masa kini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Mati terhadap dosa”, tiga kata yang mudah untuk diucapkan.

Tetapi godaan untuk jatuh dalam dosa itu akan selalu ada dan banyak umat Tuhan yang harus bergumul agar tidak jatuh dalam dosa.

Jika kita masih mengalami pergumulan seperti itu, tidak perlu berkecil hati atau bahkan putus asa.

Kalau ini yang kita lakukan artinya kita pasrah dengan tipu daya Iblis.

Karena Iblis memang tidak akan pernah berhenti untuk menjatuhkan umat Tuhan, seperti dikatakan rasul Petrus, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”

Untuk itu kita perlu memegang teguh fakta rohani tentang apa yang Kristus sudah lakukan di kayu salib.

Yaitu bahwa kematian Kristus di kayu tidak hanya menghapus dosa kita, kematian Kristus juga menghancurkan kuasa dosa atas hidup kita.

Firman Allah menyatakan dengan tegas bahwa manusia lama kita disalibkan.

Sehingga “Mati terhadap dosa” harus dimulai bukan dari usaha, tetapi dari iman.

Artinya kita berhenti berpikir: “Saya tidak bisa berubah.” Sebaliknya kita berkata: “Dalam Kristus, dosa tidak lagi berkuasa atas saya.”

Perubahan dimulai dari cara kita melihat diri. Ingat kita bukan lagi budak dosa, tetapi kita telah diangkat sebagai anak Allah Yang Maha Kuasa.

Firman Tuhan juga menegaskan agar kita “memandang diri” mati terhadap dosa (Roma 6:11).

Dan dengan kesadaran ini kita melakukannya setiap hari dengan melakukan hal-hal praktis, misalnya:

  • Saat godaan datang, ingat: “Saya bukan lagi milik dosa.”
  • Saat ingin marah: “Manusia lama saya sudah disalibkan.”
  • Saat ingin berkompromi: “Saya hidup bagi Kristus.”

Mati terhadap dosa juga berarti menolak memberi ruang bagi dosa. Ini contoh tindakan nyata:

  • Menghindari situasi yang memicu dosa
  • Membatasi hal yang melemahkan iman, misal: hindari pergaulan yang buruk
  • Mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang benar dan baik
  • Memilih taat meskipun sulit

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan pengertian mati terhadap dosa bukan berarti dosa hilang seketika, tetapi dosa kehilangan kuasanya.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 7-8