MEMBANGUN DIATAS BATU KARANG
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 7:24-27
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:24.

- Siapakah orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu?
- Apakah yang akan dialami oleh orang yang mendirikan rumahnya diatas batu karang ketika mengalami turun hujan, banjir dan angin badai?
- Siapakah orang yang bodoh dan apakah yang dialaminya ketika rumah mereka dilanda banjir, angin dan hujan?

Tuhan sedang menggoncangkan dunia ini termasuk gereja-Nya untuk menguji bagaimana dasar yang dibuat oleh gereja agar tidak tergoncangkan.
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).
Kegoncangan itu terjadi untuk penyucian, pemurnian dan pengujian terhadap setiap orang.
”Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.” (Daniel 12:10).
Oleh sebab itu, sebagai orang yang bijak maka kita harus membangun hidup kita diatas batu karang yaitu Yesus Kristus supaya ketika ada goncangan maka kita tidak akan tergoncangkan.
”Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” (I Korintus 3:10-11).
Kemudian, dengan dasar Yesus Kristus itu maka kita harus membangunnya dengan Firman Tuhan yaitu perintah-perintah Tuhan.
Sebagai orang yang bijak maka terhadap Firman Tuhan kita bukan hanya pendengar saja tetapi pelaku-pelaku Firman Tuhan karena banyak umat Tuhan yang tahu tentang Firman Tuhan bahkan doktrin-doktrin tetapi tidak menghidupi Firman Tuhan sepenuhnya.
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Matius 7:24-27).
Oleh sebab itu, marilah kita membangun kehidupan kita diatas dasar batu karang yaitu Yesus Kristus dan Firman-Nya dengan menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana cara saudara membangun kehidupan di atas dasar Yesus dan Firman-Nya sehingga saudara tidak tergoncangkan.
Pembacaan Alkitab Setahun
2 Raja-Raja 12-14