FIRMAN DIAM DENGAN LIMPAH
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KOLOSE 3:15-17
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa bedanya kalau firman Tuhan hanya “singgah” di hidupmu dibandingkan kalau dia benar-benar “diam” di dalam hidupmu?
- Dari tiga buah firman yang diam (saling mengajar, memuji Tuhan, bersyukur), mana yang paling perlu kamu tumbuhkan saat ini?
- Langkah kecil apa yang bisa kamu lakukan mulai besok pagi agar firman Tuhan lebih “berlimpah” dalam keseharianmu?

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu…” (Kolose 3:16).
Misalkan ada seseorang yang tinggal di rumahmu. Ia tidak hanya berkunjung sebentar lalu pergi, tetapi menetap, makan bersamamu, tidur di rumahmu, dan terlibat dalam kehidupan sehari-harimu.
Lama-kelamaan, kehadirannya akan mempengaruhi caramu berpikir, berbicara, dan bertindak.
Inilah gambaran yang Paulus berikan tentang firman Tuhan. Ia berkata, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.”
Artinya, firman Tuhan harus betul-betul tinggal dan menetap di dalam hati kita, bukan hanya didengar saat kebaktian Minggu atau dibaca sekilas lalu dilupakan.
Firman itu harus menjadi penghuni tetap yang memenuhi setiap sudut kehidupan kita dengan segala kekayaannya .
Firman Kristus itu mengandung kekayaan yang luar biasa.
Seperti sebuah harta karun yang tidak pernah habis digali, semakin kita merenungkan firman Tuhan, semakin kita menemukan hikmat, penghiburan, kekuatan, dan kebenaran yang baru.
Kata “diam” menunjukkan bahwa firman itu harus berakar dan bertumbuh di dalam kita, mempengaruhi motivasi, pikiran, dan perasaan kita yang paling dalam.
Firman Tuhan itu hidup dan aktif.
Kalau firman itu benar-benar diam di dalam kita, maka ia akan bekerja: mengubah cara pandang kita, membentuk karakter kita, dan memimpin kita dalam mengambil keputusan.
Tidak ada bagian hidup kita yang luput dari pengaruhnya.
Firman yang diam di dalam kita akan meluap keluar dalam tiga cara, seperti yang disebutkan di ayat 16.
Pertama, kita akan saling mengajar dan menegur dengan segala hikmat.
Firman Tuhan membuat kita bijaksana, bukan untuk menggurui, tetapi untuk membangun sesama.
Kedua, hati kita akan meluap dengan pujian kepada Tuhan, baik melalui mazmur, puji-pujian, maupun nyanyian rohani.
Ini bukan sekadar nyanyian di gereja, tetapi ungkapan syukur yang natural dari hati yang dipenuhi firman.
Ketiga, kita akan menjadi pribadi yang bersyukur.
Baik ayat 15 maupun 17 menekankan ucapan syukur.
Orang yang hatinya kaya dengan firman Tuhan akan melihat hidup ini sebagai anugerah dan meresponinya dengan hati yang penuh terima kasih.
Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Bacalah Alkitab dengan Cara yang Baru.
Jangan hanya membaca cepat-cepat.
Bacalah pelan-pelan, renungkan, dan tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang ayat ini ajarkan tentang Allah? Apa yang mau Tuhan katakan padaku hari ini? Adakah perintah yang harus kuturuti? Adakah janji yang bisa kupegang?”
Lakukan ini setiap hari, walaupun hanya satu atau dua ayat, tetapi sungguh-sungguh direnungkan.
Kedua, Jadikan Firman sebagai Bahan Percakapan dan Doa.
Cobalah diskusikan firman Tuhan dengan keluarga atau teman seiman.
Ceritakan apa yang kamu pelajari.
Jadikan ayat-ayat yang kamu baca sebagai doa pribadi.
Misalnya, kalau kamu membaca tentang kasih, doakan: “Tuhan, ajari aku mengasihi seperti firman-Mu katakan.”
Dengan begitu, firman itu benar-benar hidup dan diam di dalam keseharianmu.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya supaya firman yang dibaca dapat menjadi tindakan.
Pembacaan Alkitab Setahun
1 Raja-Raja 12-14