MENDERITA KARENA INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 5:39-42

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi atas para murid setelah mereka bersaksi dan memberitakan Injil kepada bangsa Yahudi?
  2. Apa respon para murid ketika mereka dilepaskan dari penjara?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Di ayat 38 dan 39, Gamaliel seorang ahli Taurat menyatakan, Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini.

Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan.”

Namun setelah seruan itu, para murid tetap dicambuk dan dilarang berbicara dalam nama Yesus.

Artinya jelas, kebenaran Injil tidak selalu diterima dengan mudah, pelayanan yang berasal dari Allah tetap bisa mengalami penderitaan.

Tetapi apa yang menjadi respon para rasul setelah mereka mengalami aniaya, sungguh menakjubkan, “Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.” (Kisah Para Rasul 5:41-42).

Mereka tidak berhenti, tidak bersembunyi, tidak mengurangi kebenaran, tidak mengubah pesan Injil.

Cambukan tidak memadamkan Injil, larangan tidak menghentikan kesaksian, ancaman tidak sanggup menghentikan mereka untuk tidak memberitakan Injil.

Menderita karena Injil berarti kita tetap setia pada kebenaran meski ada tekanan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, menganggap menderita bagi Kristus sebagai kehormatan dan anugerah.

Tetapi bukan berarti kita mencari penderitaan.

Namun jika penderitaan datang karena kesetiaan kepada Kristus, itu menjadi bagian dari panggilan kita sebagai murid Kristus.

Saudara, Injil yang sejati selalu membawa konfrontasi dengan dunia yang menolak terang.

Namun sejarah membuktikan justru di tengah penderitaan, Injil makin tersebar.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apakah engkau pernah ditolak karena engkau bersaksi tentang kasih Allah?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 25-27