DIUTUS UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 20:19-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah respon para murid ketika mereka melihat Yesus?
  2. Apakah yang terjadi ketika Yesus “mengembusi” murid-murid-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setelah Yesus mati kayu salib, dikuburkan. Murid-murid-Nya cemas, takut, khususnya kepada orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus.

Mereka takut orang-orang yang telah menyalibkan Yesus, akan mencari mereka.

Walaupun Yesus sudah beberapa kali menubuatkan kebangkitan-Nya, mereka sama sekali tidak memahami bahwa nubuat-nubuat itu akan terjadi.

Tetapi di tengah ketakutan itu, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.”

Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka, sehingga akhirnya murid-murid itu bersukacita, ada kelegaan yang luar biasa, ketakutan dan kecemasan menjadi sirna seketika.

Jadi ketika Yesus bertemu dengan murid-murid-Nya, Ia tidak langsung berkata, “Pergilah!” Tetapi Yesus terlebih dahulu memberikan damai sejahtera.

Yesus ingin memastikan bahwa sebelum Ia mengutus para murid untuk bersaksi, memberitakan Injil.

Para murid telah disiapkan terlebih dulu, mereka tidak lagi cemas, takut dan tidak memahami tujuan hidup mereka.

Di ayat 22 bahkan dengan jelas, Yesus mengembusi para murid, dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”

Kata “mengembusi” dalam bahasa aslinya berarti: menghembuskan nafas, meniup dengan tujuan memberi kehidupan.

Kata yang serupa ada di Kitab Kejadian 2:7 yaitu ketika Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam Adam.

Dengan demikian, khusus kepada para murid, Yesus telah menyiapkan mereka untuk menerima Roh Kudus.

Saat ini kita yang telah percaya dan memiliki Roh Kudus di dalam batin kita.

Perintah yang sama, Tuhan berikan. Yaitu agar kita pergi memberitakan Injil.

Itu bisa kita mulai dengan bersaksi melalui perilaku kita yang baik dan benar sehingga lebih mudah bagi kita ketika Roh Kudus membuka kesempatan untuk kita menceritakan Yesus kepada orang di sekitar kita.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa peran Roh Kudus dalam menolong kita untuk bersaksi.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 18-20