YESUS YANG DIURAPI DENGAN KUASA
Penulis : Budhi Setiawan

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KISAH PARA RASUL 10:38
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Siapakah yang mengurapi Yesus menurut ayat ini?
- Dengan apa Yesus diurapi?
- Apa yang dilakukan Yesus setelah Ia diurapi?
- Siapa saja yang menerima kebaikan dan kesembuhan dari pelayanan Yesus?

Petrus menyampaikan khotbah ini di rumah Kornelius, seorang perwira Romawi (non-Yahudi).
Penekanan pada “Yesus yang diurapi kuasa untuk berbuat baik kepada semua” adalah cara Petrus meruntuhkan tembok pemisah antara Yahudi dan bangsa lain.
Ia menegaskan bahwa anugerah dan kuasa pembebasan Kristus bersifat universal tersedia bagi siapa saja yang terbelenggu.
- Hakikat Pengurapan: Roh Kudus dan Kuasa
Legitimasi Mesianik: Kata “Kristus” atau “Mesias” secara harfiah berarti “Dia yang Diurapi.” Dalam tradisi Perjanjian Lama, pengurapan adalah tanda pengesahan Allah bagi raja, imam, dan nabi. Dengan mengurapi Yesus, Allah Bapa secara terbuka menyatakan bahwa Yesus adalah pemegang otoritas tunggal yang memenuhi ketiga jabatan tersebut.
Trinitaris: Ayat ini menunjukkan kerja sama harmonis dalam Tritunggal: Allah (Bapa) yang mengurapi, Yesus (Anak) yang diurapi, dan Roh Kudus sebagai “minyak” pengurapan atau instrumen kuasa tersebut.
Dimensi Kemanusiaan: Pengurapan ini menekankan bahwa Yesus, dalam kemanusiaan-Nya, bergantung sepenuhnya pada Roh Kudus untuk menjalankan misi penyelamatan-Nya di bumi. - Manifestasi Kuasa: Berjalan Berkeliling Berbuat Baik
Pengurapan yang diterima Yesus bukanlah sekadar gelar statis, melainkan kekuatan dinamis yang mendorong tindakan nyata. Istilah “berjalan berkeliling sambil berbuat baik” menunjukkan karakter aktif Yesus. Ia tidak menunggu orang datang, melainkan menjemput bola. Kebaikan yang dilakukan Yesus bukan sekadar etika moral, melainkan tindakan restoratif yang mengembalikan martabat manusia. - Konfrontasi Spiritual: Menyembuhkan yang Dikuasai Iblis
Pembebasan Tawanan: Kata “dikuasai” menyiratkan penindasan atau tirani yang kejam. Pengurapan Yesus berfungsi sebagai alat pembebasan (eksorsisme dan pelepasan) bagi mereka yang terbelenggu secara spiritual, mental, dan emosional oleh kuasa kegelapan.
Kemenangan Kerajaan Allah: Setiap mukjizat penyembuhan dan pengusiran setan yang dilakukan Yesus adalah “serangan balik” terhadap kerajaan maut serta membuktikan bahwa kuasa yang ada pada-Nya jauh lebih tinggi daripada otoritas kegelapan mana pun. - Jaminan Penyertaan: “Sebab Allah Menyertai Dia”
Keberhasilan pelayanan Yesus bukan karena kemahiran retorika atau strategi manusia, melainkan karena kehadiran Allah yang konstan dalam setiap langkah-Nya. ini memberikan alasan mengapa misi Yesus tidak mungkin gagal.

- Bagaimana cara kita meneladani Yesus dalam berbuat baik?
- Siapa di sekitar kita yang membutuhkan sentuhan kasih dan kuasa Tuhan?
- Bagaimana gereja dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa pemulihan?
- Apa langkah praktis untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus setiap hari?
Pembacaan Alkitab Setahun
1 Samuel 13-14