PERSEKUTUAN INDAH DENGAN ROH KUDUS

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 13:1-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang diperlukan supaya perkara dapat disahkan?
  2. Dalam hal apa jemaat ragu atas kerasulan Paulus?
  3. Dalam hal apa kita perlu menguji diri kita?
  4. Apa yang menjadi sukacita rasul Paulus tentang jemaat?
  5. Apa yang perlu kita usahakan dalam mengikuti Tuhan?
  6. Bagaimana caranya jemaat dianjurkan oleh rasul Paulus untuk memberi salam kepada sesama jemaat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kekristenan bukan sekadar persoalan doktrin atau dogma yang benar.

Yang terpenting adalah hubungan yang intim dengan Bapa melalui Roh Kudus.

Banyak orang mengenal Allah secara konsep, tetapi tidak mengalami persekutuan yang intim dengan Tuhan setiap hari.

Dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menegaskan bahwa hidup Kristen yang sejati bertumbuh melalui kasih karunia Kristus, kasih Allah, dan persekutuan dengan Roh Kudus.

Inilah fondasi kehidupan rohani yang benar dan sehat.

Dalam 2 Korintus 13, sebagai penutup suratnya, Paulus menegur jemaat dengan tegas namun tetap dalam kasih.

Ia menegur jemaat yang masih hidup dalam dosa, mempertanyakan kerasulannya dan tidak hidup dalam pertobatan setelah mereka menerima surat Paulus yang terdahulu.

Namun tujuan rasul Paulus bukanlah untuk menghukum, melainkan untuk memulihkan hubungan jemaat Korintus dengan Tuhan Allah.

Ia mengajak mereka untuk menguji diri, bertobat dan hidup dalam damai dengan Allah Bapa melalui hubungan yang intim dengan Roh Kudus.

Aspek yang perlu kita sadari adalah: Apakah kita tetap teguh dan apakah Yesus Kristus sungguh ada di dalam diri kita?

Hal ini sangat penting karena Inilah bukti dari iman Kristen.

Efesus 3:17 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Iman Kristen bukan sekadar pengakuan mulut, melainkan realitas yang hidup di dalam diri setiap orang percaya.

Menguji diri bukanlah untuk menimbulkan rasa bersalah, tetapi untuk memurnikan iman kristen jemaat.

Persekutuan dengan Kristus melalui Roh Kudus dimulai dengan kejujuran di hadapan Tuhan.

Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: Apakah hidupku masih memberi ruang bagi dosa yang tidak ingin aku tinggalkan?

Sudahkah aku berusaha sungguh-sungguh agar dosa itu tidak terulang kembali?

Tuhan menegur bukan karena benci, melainkan karena mengasihi.

Roh Kudus menyingkapkan dosa bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk memulihkan hubungan kita dengan Kristus.

Ketika Roh Kudus menegur, janganlah mengeraskan hati.

Terimalah teguran itu sebagai tanda kasih Allah yang rindu memulihkan hubungan kita dengan Dia.

Dalam 2 Korintus 13, Rasul Paulus juga mengingatkan jemaat Tuhan untuk bersukacita, memperbaiki hidup, saling menghibur, serta hidup sehati dan sepikir dalam damai sejahtera.

Hubungan yang intim dengan Roh Kudus tidak hanya memulihkan hubungan kita dengan Allah Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus, tetapi juga berdampak pada hubungan kita dengan sesama.

Roh Kudus membentuk komunitas yang saling menghibur, saling menguatkan dan hidup dalam damai, terutama di tengah jemaat Tuhan.

Karena itu, janganlah mengeraskan hati ketika Roh Kebenaran menyingkapkan kesalahan kita.

Saat kita menguji ketulusan hati, maka hidup kita akan semakin dimurnikan.

Persekutuan dengan Roh Kudus menghasilkan damai sejahtera dan pemulihan hubungan dengan sesama, sehingga terwujud kesatuan dalam tubuh Kristus.

Jika kita mengaku memiliki hubungan yang baik dengan Roh Kudus, maka hal itu harus terlihat jelas melalui sikap kita terhadap sesama jemaat Tuhan.

Apakah masih ada kepahitan, dendam, iri hati, persaingan, gosip, atau konflik yang terus berlanjut?

Jika hal-hal itu masih ada, maka perlu ada perenungan dan pemberesan.

Roh Kudus adalah Roh yang memimpin terjadinya rekonsiliasi, sehingga jemaat dapat hidup dalam damai sejahtera Kristus.

Saudara, hubungan yang intim dengan Bapa di dalam kamar doa yang tersembunyi akan membawa perubahan dalam hubungan kita dengan Roh Kudus, Yesus Kristus, dan sesama jemaat Tuhan.

Ketika kita memiliki hubungan intim dengan Bapa, tidak akan ada lagi sekat atau tembok di antara jemaat dan tidak ada lagi perpecahan karena perbedaan pendapat.

Sungguh tidak bijaksana jika kita berbicara tentang hubungan yang intim dengan Bapa, tetapi hubungan kita dengan sesama jemaat tidak harmonis, menghindari orang-orang tertentu, karena bisa dirasakan oleh mereka yang kita hindari.

Marilah kita saling mengasihi dan saling menasihati, agar kita semakin dekat seorang dengan yang lain di dalam jemaat Tuhan.

Marilah kita juga melatih diri untuk semakin peka terhadap Roh Kudus.

Mari kita menjaga persekutuan dengan Roh Kudus dan senantiasa terhubung dengan Tuhan, supaya kita benar-benar menjadi satu tubuh Kristus, terdiri dari banyak anggota dan berbeda-beda, tetapi tetap memiliki satu pikiran, yaitu pikiran Kristus dan satu perasaan, yaitu perasaan Kristus.

Dengan demikian, tidak ada celah yang memberi keuntungan bagi Iblis di tengah jemaat.

Haleluya, puji Tuhan. Amin.

Mengapa persoalan-persoalan terus terjadi di antara jemaat dan para diaken dalam gereja lokal?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yosua 16-18