ROH HIKMAT DAN PENGERTIAN
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YESAYA 11:1-5
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Siapakah yang disebut sebagai tunas, dan taruk dari tunggul Isai?
- Ketika seseorang dipenuhi oleh Roh Tuhan, maka roh apa saja yang menyertai orang itu?
- Apa yang Dia tidak lakukan ketika Dia menghakimi orang-orang?
- Seperti apa kebenaran terikat pada diri-Nya?

Saudara, Yesus Kristuslah yang dimaksud oleh Nabi Yesaya ketika ia berkata bahwa suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan suatu taruk akan tumbuh dari pangkalnya serta berbuah.
Selanjutnya, Nabi Yesaya bernubuat:
Yesaya 11:1-5 “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.”
Ketika Yesus berada di muka bumi sebagai Anak Manusia, selama, 30 tahun Ia hidup sebagai manusia sepenuhnya.
Namun pada saat yang sama, Ia adalah Anak Allah.
Itulah sebabnya Ia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu; Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.”
Ia bekerja sebagai tukang kayu, menggantikan Yusuf, ayah-Nya.
Bersama saudara-saudara-Nya, Yesus hidup seperti manusia pada umumnya.
Ia dikenal sebagai pribadi yang saleh dan rajin, serta dipandang oleh para tetangga-Nya sebagai manusia biasa.
Hal ini terlihat dari reaksi orang-orang yang mengenal-Nya, yang bertanya-tanya dari mana Ia memperoleh kuasa-kuasa yang menyertai-Nya:
Markus 6:1-6A “Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.”
Selama 30 tahun Yesus tinggal di Nazaret sebagai pribadi yang baik.
Adik-adik-Nya mengenal Dia sebagai kakak mereka.
Mereka tentu telah mendengar dari Maria bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.
Namun mereka belum percaya, karena memang belum waktunya Yesus melayani dalam kuasa Roh Kudus.
Roh Tuhan menyertai-Nya, dan sebagai Mesias yang dijanjikan, Ia akan dipenuhi dengan kuasa Allah.
Ketika Yesus keluar dari air setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Alkitab mencatat peristiwa tersebut sebagai berikut:
Matius 3:13-17 “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Roh Allah turun ke atas-Nya dalam rupa seekor burung merpati.
Peristiwa itu menggenapi nubuat Nabi Yesaya:
Yesaya 61:1 “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;…”
Sejak peristiwa baptisan itu, Yesus berubah oleh pengurapan Roh Kudus. Roh Kudus turun ke atas Yesus dalam rupa burung merpati yaitu Roh Allah yang memimpin Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya untuk menghadirkan Kerajaan Allah.
Urapan Roh Allah inilah yang menghadirkan roh hikmat dan roh pengertian, seperti yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya tentang kedatangan Mesias, Anak Allah:
Yesaya 11:2-5 “Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.”
Oleh Roh Kudus, Yesus Kristus menjalani seluruh kehidupan-Nya sebagai Anak Manusia.
Ia hidup dalam kuasa Roh Allah yang penuh dan tidak terbatas, Roh hikmat, Roh pengertian, Roh nasihat, dan Roh keperkasaan.
Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Haleluya, puji Tuhan. Amin.

Apakah yang menyebabkan anak-anak Tuhan sering kekurangan hikmat dan tidak berpengertian, sehingga kurang bijaksana dalam menjalani kehidupannya?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yosua 9-11