KRISTUS DINYATAKAN DI TENGAH PENDERITAAN
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KISAH PARA RASUL 16:25-32
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang dilakukan Paulus dan Silas pada tengah malam saat di penjara?
- Apa yang menyebabkan sendi-sendi penjara goyah, belenggu yang mengikat mereka terbuka, dan pintu-pintu penjara terbuka?
- Mengapa kepala penjara hendak membunuh dirinya?
- Apa yang dikatakan kepala penjara kepada Paulus dan Silas?

Saudara, ketika Paulus bersama Silas berada di Filipi, pada suatu hari Sabat mereka menyusuri sungai untuk mencari rumah sembahyang orang Yahudi yang mereka duga berada di daerah itu.
Setelah menemukan tempat tersebut, mereka masuk dan duduk, lalu bercakap-cakap dengan perempuan-perempuan di sinagoge itu.
Salah seorang dari perempuan-perempuan itu bernama Lidia, turut mendengarkan apa yang disampaikan oleh Paulus.
Lidia adalah seorang penjual kain ungu yang terkenal dari kota Tiatira.
Tuhan membuka hatinya sehingga ia sungguh-sungguh memperhatikan apa yang disampaikan oleh Paulus.
Lidia percaya kepada pemberitaan Rasul Paulus, dan ia bersama seisi rumahnya dibaptiskan sebagai tanda iman mereka.
Setelah Lidia percaya, ia meminta dan memohon agar Rasul Paulus dan Silas berkenan tinggal dan menumpang di rumahnya.
Pada suatu hari, ketika mereka kembali melayani di rumah sembahyang itu, mereka bertemu dengan seorang perempuan yang memiliki roh tenung.
Perempuan ini telah memperkaya tuan-tuannya, karena ia bekerja sebagai peramal di kota itu.
Perempuan tersebut sering mengikuti rombongan Rasul Paulus sambil berseru, “Orang-orang ini adalah hamba-hamba Allah Yang Mahatinggi.
Mereka memberitakan kepadamu jalan keselamatan.”
Namun, ketika Rasul Paulus tidak tahan lagi terhadap gangguan yang dilakukan oleh perempuan itu, maka Paulus berpaling dan mengusir roh jahat, yaitu roh tenung dari perempuan tersebut.
Rasul Paulus memerintahkan roh itu dengan berkata, “Demi nama Yesus Kristus, aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.” Seketika itu juga roh jahat itu keluar.
Ketika tuan-tuan yang mempekerjakan perempuan itu menyadari bahwa mereka kehilangan keuntungan, maka mereka menangkap Rasul Paulus dan Silas dan membawa mereka menghadap penguasa kota.
Mereka berkata, “Orang-orang ini mengacau kota kita.
Mereka orang Yahudi dan mengajarkan adat-istiadat mereka, yang tidak boleh kita orang Romawi terima atau ikuti.”
Orang banyak pun bangkit menentang Paulus dan Silas.
Lalu penguasa kota itu memerintahkan agar pakaian mereka dikoyakkan dan memerintahkan Paulus dan Silas untuk di sesah atau di dera.
Setelah merka di dera atau di cambuk, mereka dilemparkan ke dalam penjara.
Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh, sehingga Paulus dan Silas dimasukkan ke penjara yang paling tengah dan kaki mereka dipasung dengan kuat.
Namun, Rasul Paulus senantiasa melakukan kebenaran firman Tuhan:
Filipi 4:4-7 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Pada tengah malam, Rasul Paulus dan Silas berdoa dan memuji Tuhan dengan menyanyikan puji-pujian, sehingga para tahanan dan orang-orang yang dihukum lainnya mendengar nyanyian mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa yang dahsyat, sehingga rumah tahanan berguncang hebat, dan tiba-tiba semua pintu terbuka serta belenggu mereka terlepas.
Ketika kepala penjara terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh dirinya, karena ia menyangka semua tahanan telah melarikan diri.
Namun Paulus berteriak dengan suara nyaring, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semua masih ada di sini!”
Kepala penjara kemudian menyuruh agar dibawakan suluh.
Ia berlari masuk dan dengan gemetar tersungkur di hadapan Paulus dan Silas.
Ia mengantar mereka keluar sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?”
Kisah Para Rasul 16:31 “Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Lalu Rasul Paulus dan Silas dibawa keluar, dan bilur-bilur mereka dibasuh.
Mereka memberitakan firman kepada kepala penjara dan seisi rumahnya.
Kepala penjara beserta seluruh keluarganya percaya dan dibaptis.
Mereka dibawa ke rumah kepala penjara, kemudian kepala penjara menghidangkan makanan dan bergembira karena dirinya beserta seisi rumahnya menjadi percaya kepada Allah.
Dari pelajaran ini, kita belajar bahwa meskipun menghadapi banyak persoalan, kita tetap harus belajar bahwa:
Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Kita lihat, melalui duka cita Rasul Paulus dan Silas, kesakitan saat di sesah dan dipenjara, namun justru terjadi keselamatan bagi kepala penjara dan seisi rumahnya.
Jadi, dalam kesusahan dan penderitaan apapun, pujilah Tuhan dan senantiasa ucapkan syukur.
Dengan demikian, kuasa pengucapan syukur bekerja dan senantiasa memberitakan Injil Kerajaan Allah supaya banyak orang yang mendengar akan diselamatkan ketika mereka percaya dan dibaptiskan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa penderitaan orang percaya bisa mendatangkan keselamatan bagi mereka yang bersimpati dan hatinya terbuka saat melihat kedukaan orang percaya itu?
Pembacaan Alkitab Setahun
Bilangan 7