PERSEKUTUAN DENGAN BAPA DAN KRISTUS

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 1:1-3

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus disebut sebagai Firman Hidup, dan apa maknanya bagi umat percaya di masa kini?
  2. Persekutuan seperti apakah yang Tuhan kehendaki ada di antara umat percaya dan bagaimana hal tersebut diwujudkan untuk membawa orang semakin mengenal Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, tanpa Kristus, orang memang bisa bersekutu satu dengan yang lain, umumnya persatuan itu terjadi karena: kesamaan hobi, kesamaan latar belakang, kesamaan status sosial.

Tetapi persatuan semacam itu tidak cukup untuk menyebabkan orang menjadi lebih baik, perilakunya berubah menjadi lebih baik.

Itulah sebabnya manusia butuh Kristus, yang bukan hanya akan membawa mereka berubah semakin baik, tapi yang jauh lebih penting, supaya mereka dibenarkan.

Kata persekutuan yang ada dalam Perjanjian Baru berasal dari bahasa Yunani, koinonia yang artinya: kemitraan; hubungan yang erat; berbagi hidup dan ikatan yang nyata dan aktif.

Oleh karena pengorbanan Kristus di kayu salib, manusia yang berdosa diperdamaikan dengan Allah, diselamatkan dan manusia dapat mengenal Allah sebagai Bapa, bukan Allah yang jauh.

Tanpa Kristus, persekutuan dengan Allah tidak mungkin terjadi.

Tanpa Kristus juga tidak akan terjadi persekutuan sejati di antara umat manusia.

Karena oleh pengorbanan Kristus, maka semua orang percaya akan menerima Kristus yang sama, hidup dari anugerah yang sama, dipersatukan oleh Roh yang sama.

Dengan demikian Kristus akan memulihkan dua macam persekutuan, yaitu persekutuan horizontal antar umat percaya dan persekutuan vertical antara umat percaya dengan Allah Bapa.

Persekutuan umat percaya dengan Bapa dan Anak itu bersifat hidup dan aktif.

Artinya persekutuan ini bukan konsep teologi semata tetapi melibatkan doa, firman, ketaatan, dan kasih, itu juga adalah hubungan yang terus bertumbuh.

Ini berarti orang percaya akan hidup dalam kesadaran bahwa Allah hadir, bahwa kita akan mengalami bimbingan dan pimpinan Tuhan, kita juga akan menikmati kasih dan penghiburan ilahi.

Bukankah lebih dari segalanya, kita membutuhkan arahan Tuhan, pimpinan Tuhan, juga koreksi atau teguran Tuhan jika kita berbuat salah.

Persekutuan dengan Bapa dan Kristus itulah yang akan membuat kita semakin peka untuk mendengar suara Allah dan memahami petunjuk-petunjuk-Nya.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana membangunpersekutuan sejati di antara sesama orang percaya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Imamat 14-15