MENGALAMI KRISTUS DAN MEMBAWA PERTOBATAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 19:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 19:8.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Orang-orang yang bagaimanakah yang dicari oleh Tuhan Yesus dan apakah tujuannya?
  2. Siapakah yang diterima oleh Zakheus untuk menunjukkan bahwa dia mau meninggalkan dosa-dosanya?
  3. Apakah komitmen dari Zakheus untuk menunjukkan bahwa dia telah bertobat dan mengalami Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita mengalami pertobatan yang sejati sehingga mengalami perubahan hidup yang sangat signifikan bukan tobat dan kumat, artinya bertobat dan tetap melakukan dosa dan tidak memiliki komitmen yang kuat untuk mengikut Yesus.

Itulah sebabnya kita tidak hanya bertobat dengan cara menerima Yesus sebagai Tuhan tetapi mau berubah dan memberi hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Beberapa hal yang harus kita pahami diantaranya:

  1. Kita harus mati terhadap diri sendiri dan kita membiarkan Kristus yang hidup dalam diri kita, kita mati terhadap semua kehidupan dunia ini dan kita sepenuhnya dimiliki oleh Kristus. “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kolose 3:3-4).
  2. Mati bersama Kristus itu dinyatakan dengan cara mempersembahkan tubuh kepada Tuhan dan mau diubahkan oleh Firman Tuhan dalam hal pola pikir kita sehingga tidak seperti dunia ini. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2).

Dengan fokus sepenuhnya kepada Kristus maka kita akan mengalami realita Kristus.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” (I Yohanes 3:2).

Pengalaman dengan realita Kristus membuat kita mengalami pertobatan yang sejati, pikiran kita, tujuan hidup diarahkan kepada Yesus sehingga kita menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus.

”Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” (Lukas 19:8-9).

Dari pengalaman perjumpaan dengan Yesus membuat kita mengalami buah-buah kehidupan baru dari hasil pertobatan itu sampai kita mengalami keserupaan dan kepenuhan Kristus, memiliki pikiran, tujuan, perasaan dan kehendak Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana buah pertobatan dalam hidup saudara karena mengalami perjumpaan dan realita Kristus

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 22-24