KESATUAN KOMUNITAS YANG MEMBAWA KEHADIRAN TUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 18:18-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa arti praktis “berkumpul dalam Nama-Ku” bagimu sehari-hari?
  2. Pengalaman apa yang membuatmu merasakan kehadiran Kristus secara nyata dalam komunitas kecil?
  3. Bagaimana janji ini mengubah caramu memandang pentingnya kesetiaan dalam kelompok kecil?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20).

Surat Matius mencatat Yesus yang dengan sengaja membangun sebuah komunitas baru—umat perjanjian yang terdiri dari para murid-Nya.

Komunitas ini tidak kebal dari konflik dan dosa, sehingga Yesus memberikan pedoman untuk memulihkan persekutuan yang rusak.

Namun, proses pendisiplinan dan restorasi itu terasa begitu berat dan penuh risiko jika hanya mengandalkan kekuatan manusia.

Di titik inilah Yesus memberikan sebuah janji yang menghibur dan memberdayakan: “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Janji ini adalah jantung dari kehidupan gereja. Ia mengubah sekumpulan orang dari sekedar pertemuan sosial atau lembaga agama, menjadi suatu ruang suci tempat Tuhan sendiri hadir secara nyata.

Prinsip kebenaran pertama yang kita pelajari adalah bahwa kehadiran Tuhan yang khusus dijanjikan bukan untuk kerumunan yang anonim, tetapi untuk komunitas yang dengan sengaja berkumpul “dalam Nama-Nya”.

Ini adalah syarat yang penting. Berkumpul “dalam Nama-Nya” berarti kita berkumpul dengan kesadaran bahwa kita datang mewakili Dia, diutus oleh Dia, dan untuk maksud yang selaras dengan karakter dan kehendak-Nya.

Ini adalah komunitas yang menjadikan Kristus sebagai pusat, alasan, dan pemersatu.

Ketika motivasi, tujuan, dan pengajaran kita berpusat pada Kristus, kita dapat percaya bahwa kehadiran-Nya yang berkuasa dan menyelamatkan benar-benar nyata di tengah kita, sekalipun kita hanya segelintir orang.

Prinsip kebenaran kedua adalah demokratisasi dan pendalaman kehadiran Allah.

Dalam Perjanjian Lama, kemuliaan Tuhan sering dikaitkan dengan Bait Suci yang megah atau bangsa yang besar.

Yesus menyatakan sesuatu yang revolusioner: kehadiran-Nya yang berotoritas dapat dialami oleh pertemuan terkecil sekalipun—”dua atau tiga orang”.

Ini adalah penghiburan besar bagi gereja kecil, kelompok pemuridan, tim pelayanan kecil, atau persekutuan doa yang sederhana.

Tuhan tidak terkesan dengan jumlah besar atau kemegahan upacara.

Dia menghargai kesetiaan dan kesatuan dari sekelompok kecil orang yang dengan tulus mencari wajah-Nya.

Di dalam kesederhanaan dan kesetiaan itu, kuasa Kerajaan Sorga justru termanifestasi.

Hal-Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Selalu Evaluasi Motivasi Berkumpul.

Sebelum menghadiri persekutuan atau pertemuan pelayanan, tanyakan: “Apakah aku datang dalam Nama Yesus?

Apakah tujuan pertemuan ini untuk kemuliaan-Nya dan sesuai dengan kehendak-Nya?” Ini memurnikan fokus kita dari sekadar rutinitas sosial atau agama.

Kedua, Bangun Komitmen dalam Komunitas Kecil.

Investasikan waktu dan hati untuk membangun kedalaman hubungan dalam kelompok kecil (persekutuan, kelompok doa, atau pendalaman Alkitab).

Percayalah bahwa di dalam kesetiaan pada kelompok kecil itulah, janji kehadiran Kristus secara khusus akan nyata dan mengubah hidup.

Ketiga, Jadikan Kehadiran Tuhan sebagai Tujuan Utama, Bukan Program.

Dalam merencanakan pertemuan, prioritaskan ruang untuk menyadari kehadiran Tuhan—melalui doa yang sungguh-sungguh, penyembahan yang fokus, dan pembacaan Firman yang taat—daripada hanya menjalankan agenda acara.

Kehadiran-Nya adalah segalanya.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya mengalami kehadiran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 48-50