TEROBOSAN DALAM KESULITAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 RAJA-RAJA 4:1-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa persoalan yang dialami janda seorang nabi sehingga ia mengadu kepada nabi Elisa?
  2. Apa jawaban nabi Elisa kepada janda itu?
  3. Apa perintah yang kemudian disampaikan oleh nabi Elisa kepada janda itu?
  4. Mujizat apa yang terjadi dalam keluarga janda itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kesulitan timbul dalam kehidupan seseorang, maka ia akan bertindak sesuai dengan apa yang diyakininya dan sesuai dengan kebiasaan yang telah ia miliki.

Saat seseorang menghadapi pencobaan seperti kesulitan, kesakitan, keraguan, dan sebagainya, tindakannya akan mencerminkan keyakinannya, pengenalannya akan Tuhan, serta pemahamannya.

Rasul Paulus pernah menyatakan bahwa:

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Jadi, apapun yang terjadi dalam hidup kita, semuanya berlangsung sepengetahuan Allah, Bapa kita.

Hal ini juga dengan jelas disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Korintus:

1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Dari ayat-ayat firman Tuhan di atas, kita dapat belajar juga dari kisah janda seorang nabi itu bahwa ketika anaknya diambil sebagai jaminan hutang dan dijadikan budak, ia segera mendatangi Nabi Elisa.

Janda tersebut meminta agar nabi itu melakukan sesuatu supaya ia memperoleh pertolongan dan terbebas dari persoalan hutangnya.

Janda itu sangat berharap kepada Nabi Elisa agar ia memperoleh pertolongan.

Lalu Elisa bertanya, “Apakah yang kau miliki di rumah?” Janda itu menjawab, “Hambamu ini tidak mempunyai apa-apa di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.”

Nabi itu berkata, “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari para tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.

Sesudah itu masuklah dan tutuplah pintu setelah engkau dan anak-anakmu masuk.

Tuangkanlah minyak itu ke dalam segala bejana; dan apabila ada yang penuh, angkatlah.”

Maka pergilah janda itu dari Elisa. Ia menutup pintu setelah ia dan anak-anaknya masuk.

Anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, dan ia terus menuang minyak.

Ketika semua bejana telah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya, “Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi.”

Tetapi anaknya menjawab, “Tidak ada lagi bejana.”

Lalu berhentilah minyak itu mengalir.

Kemudian pergilah janda itu kepada Nabi Elisa untuk memberitahukan hal tersebut.

Nabi itu berkata, “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari sisanya, engkau serta anak-anakmu.”

Mujizat terjadi karena janda itu mau menaati perintah Nabi Elisa.

Demikian pula, ketika orang percaya mau menaati perintah-perintah Tuhan yang tertulis dalam Alkitab dan berdoa kepada Bapa dalam nama Yesus Kristus dengan iman, maka terobosan dapat terjadi.

Saat kita berdoa dengan iman serta menaati dan melakukan perintah Tuhan, mujizat sering dinyatakan.

Hingga saat ini, mujizat masih terjadi ketika seseorang berharap dan mempercayai firman Allah.

Tuhan melakukan terobosan sesuai dengan iman orang yang percaya dan berdoa.

Suatu janji Tuhan dalam Kitab:

Ibrani 4:16 “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Saudara, mujizat masih berlangsung.

Ketika seseorang percaya dan berharap kepada pertolongan Tuhan, mujizat sebagai terobosan masih terjadi untuk menghadapi berbagai persoalan hidup kita saat ini.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak orang mencemooh ketika seseorang berharap terjadinya mujizat sebagai terobosan untuk mengatasi persoalan dalam hidupnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 38-40