RAHASIA BESAR:KRISTUS DI DALAM KITA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:25-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa tugas yang dipercayakan Allah kepada Paulus untuk jemaat di Kolose?
  2. Apakah yang dimaksud Paulus sebagai rahasia tersembunyi dari abad ke abad?
  3. Kepada siapa sekarang rahasia itu dinyatakan?
  4. Apa isi rahasia yang mulia dan kaya itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada ayat ini Rasul Paulus menjelaskan pelayanannya sebagai “tugas resmi seorang pengelola rumah tangga yang bertanggung jawab menunaikan kehendak tuannya secara setia”.

Paulus memahami pelayanannya bukan sebagai inisiatif pribadi, melainkan mandat ilahi untuk “menyempurnakan pemberitaan firman Allah,” yaitu menyatakan rahasia” yang dahulu tersembunyi sepanjang zaman.

Dalam pemahaman budaya saat itu, mysterion bukan teka-teki esoterik, melainkan rencana Allah yang sebelumnya tidak tersingkap penuh dan kini dinyatakan secara terbuka.

Kejutan teologisnya terletak pada isi rahasia itu: bukan hukum baru, bukan ritual khusus, melainkan “Kristus di dalam kamu, pengharapan akan kemuliaan.”

Bagi jemaat non-Yahudi di Kolose, pernyataan ini radikal—kehadiran Allah tidak lagi dibatasi oleh bait, etnis, atau tanda lahiriah, tetapi berdiam di dalam diri orang percaya melalui Kristus.

Dalam konteks kehidupan masa kini, kebenaran “Kristus di dalam kita” menantang cara kita membangun identitas dan makna hidup.

Dunia modern sering menilai manusia dari capaian, produktivitas, dan pengakuan sosial.

Tanpa disadari, kita mudah memindahkan pusat pengharapan dari Kristus kepada prestasi, jabatan, atau keamanan materi.

Namun Paulus menegaskan bahwa sumber kemuliaan dan masa depan orang percaya bukanlah apa yang kita bangun dari luar, melainkan siapa yang berdiam di dalam.

Implementasi praktisnya berarti kita menjalani kehidupan dengan kesadaran bahwa Kristus hadir aktif—membentuk karakter, mengarahkan keputusan, dan memberi daya untuk hidup benar.

Di tengah tekanan kerja, studi, dan relasi yang kompleks, iman Kristen bukan sekadar nilai moral, tetapi kehidupan Kristus sendiri yang bekerja dari dalam, memampukan kita untuk tetap setia, rendah hati, dan penuh pengharapan meskipun situasi tidak ideal.

Karena itu, renungan ini mengajak kita untuk melakukan kebenaran secara nyata dalam keseharian.

Di tempat kerja, “Kristus di dalam kita” terpancar melalui integritas dan kejujuran yang bertanggung jawab, bukan demi pujian manusia, melainkan sebagai ibadah kepada Tuhan.

Dalam studi, kebenaran ini mendorong kita belajar dengan tekun, jujur, dan terbuka terhadap proses pembentukan karakter, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Di rumah tangga, kehadiran Kristus diwujudkan melalui kesabaran, pengampunan, dan kasih yang konsisten dalam relasi suami-istri, orang tua-anak, maupun antar anggota keluarga.

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 19-21