KRISTUS ADALAH FOKUS HIDUP KITA
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
KOLOSE 1:15-23
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Jika Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan dan Kepala atas segala sesuatu, bagaimana seharusnya hal ini mempengaruhi cara kita hidup dan prioritas kita sehari-hari?
- Karena Kristus telah mendamaikan kita dengan Allah melalui kematian-Nya, apa langkah konkret yang perlu kita ambil untuk tetap bertekun dalam iman?

Kolose 1:15 “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.”
Saudara, Tuhan Yesus adalah gambar atau penyataan Allah yang sempurna.
Sehingga ketika kita mengenal Kristus berarti kita akan mengenal Allah.
Oleh sebab kekuatan iman dan pengharapan akan terletak pada hubungan kita dengan Pribadi Kristus.
Dan jika Kristus adalah gambar Allah yang sejati, maka nilai hidup kita akan ditentukan oleh Dia dan arah hidup kita selayaknya mengarah kepada Dia.
Kolose 1:18 “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”
Yesus adalah Kepala dari keseluruhan tubuh yaitu: Jemaat atau Gereja.
Kita orang percaya adalah anggota tubuh Kristus, kita adalah bagian kecil dari Gereja yang Am atau Gereja yang universal, gereja yang tidak dibatasi oleh denominasi, sinode dan apa pun atribut gereja.
Dan karena Yesus adalah yang utama dari segala sesuatu, maka Kristus sepatutnya menjadi Kepala, dimana gereja hidup dalam kesatuan, berbagai jenis pelayanan akan berjalan selaras menuju satu tujuan yang sama yaitu untuk memuliakan Tuhan saja dan setiap anggota menemukan fungsinya, perannya dalam kehidupan.
Saudara, ketika kita menjalani hidup dengan fokus yang terpecah: karier, keluarga, harta, pencapaian, dan pengakuan.
Ya, semua itu penting, tetapi ketika hal-hal tersebut menjadi pusat hidup, maka arah hidup kita menjadi kabur dan iman kehilangan kekuatannya.
Namun Firman Allah menegaskan dengan jelas bahwa Kristus bukan sekadar bagian dari hidup orang percaya, Ia adalah pusat dari segalanya.
Hidup yang berpusat pada Kristus adalah hidup yang memiliki arah tujuan, itu adalah hidup yang memiliki makna dan pengharapan.
Sehingga, ketika Kristus menjadi fokus hidup kita, maka segala sesuatu akan menemukan tempatnya yang benar.
Kiranya umat Allah dapat berkata dengan iman dan keyakinan:
“Bagi hidupku, Kristus adalah segalanya.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang menjadi penghalang sehingga engkau kurang fokus kepada Tuhan.
Pembacaan Alkitab Setahun
Kejadian 16-18