YESUS MENGUNJUNGI HIDUP KITA SEPERTI ZAKHEUS
Penulis : Pramadya Wisnu

Pembacaan Alkitab Hari ini :
LUKAS 19:1–10
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang menjadi halangan bagi Zakheus untuk berjumpa dengan Yesus? Dan adakah hal yang menghalangi Saudara untuk datang kepada Tuhan?
- Setelah Zakheus bertemu dengan Yesus, hidupnya berubah secara nyata; perubahan apa yang seharusnya tampak dalam sikap, keputusan, dan tindakan kita setelah menerima keselamatan dari Kristus?

Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai, sebagai kepala maka Zakheus membawahi beberapa orang pemungut cukai.
Pemungut cukai pada masa itu bukanlah petugas pajak seperti yang kita kenal pada masa kini.
Pada masa itu Pemerintah Romawi tidak memungut pajak secara langsung dari rakyat.
Mereka melelang hak pemungutan pajak kepada pihak swasta, menetapkan jumlah setoran tetap kepada Kerajaan Romawi dan memberi kebebasan pemungut cukai untuk menarik lebih dari yang ditetapkan.
Itu sebabnya kepala pemungut cukai seperti Zakheus adalah seorang yang sangat kaya, tetapi sekaligus juga orang yang tidak disukai.
Tetapi Zakheus kemudian sadar bahwa dia adalah orang yang berdosa dan dia rindu agar dia bisa memperoleh pengampunan.
Sehingga Zakheus berkeinginan untuk bertemu Yesus, tetapi dia juga menyadari bahwa banyak orang yang tidak suka kepada dirinya, karena dia dianggap sebagai utusan penjajah Romawi untuk memungut pajak yang membuat rakyat sengsara.
Zakheus juga digambarkan bahwa dia seorang yang pendek sehingga sulit untuk terlihat oleh Yesus.
Tetapi karena kerinduannya yang besar, Zakheus akhirnya naik ke pohon hingga terlihat oleh Yesus.
Dan tidak menunggu lama karena Yesus sudah mengenali dan memanggil Zakheus, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Kasih Kristus menembus stigma buruk tentang pemungut cukai, orang yang menjadi musuh masyarakat tetapi tetap Tuhan kasihi.
Pertemuan dengan Yesus menghasilkan keputusan nyata.
Zakheus berdiri dan berkata: setengah hartanya ia berikan kepada orang miskin, orang yang pernah ia peras dikembalikannya empat kali lipat.
Keputusan Zakheus, itu bukan keputusan impulsif atau dadakan, itu juga bukan paksaan, tetapi respon kasih dan rasa syukur oleh karena telah bertemu dengan Yesus.
Buktinya adalah karena janji keselamatan bagi isi rumah Zakheus baru diucapkan Yesus setelah Zakheus menyatakan komitmennya untuk memberikan sebagian hartanya tersebut.
Kata Yesus, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”
Pertobatan sejati akan mengubah perilaku, akan mendorong orang untuk membuat komitmen atau keputusan dan tindakan yang penting.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa tindakan saudara jika saudara ada pada posisi sosial seperti Zakheus?
Pembacaan Alkitab Setahun
Kejadian 12-15