TIDAK MENDUA HATI
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
YAKOBUS 1:2-8
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

- Siapa yang sepatutnya berbahagia?
- Apa hasil ujian iman?
- Apa yang menyebabkan kita bisa tidak mengalami kekurangan suatu apapun?
- Siapa yang tidak akan mendapat apapun dari Tuhan?

Saudara, ketika seorang anak Tuhan menghadapi berbagai masalah, ia sering merasa bimbang, ragu, cemas, kuatir, bahkan sering meragukan kuasa Tuhan.
Keraguan adalah bukti atau tanda ketidakpercayaan dan bagi Tuhan, hal itu adalah dosa.
Meragukan Tuhan berarti penghinaan kepada Tuhan, sedangkan meragukan firman Allah adalah bentuk pelecehan terhadap Tuhan yang berfirman. Janji Tuhan tentang doa, misalnya:
Yohanes 16:24 “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”
Ketika seseorang membaca firman Tuhan, maka secara spontan ia berdoa dalam nama Yesus, memohon sesuatu kepada Tuhan Allah, Bapa yang Mahakasih. Dalam doanya, ia berkata, “Agar aku senang, maka aku meminta sesuatu yang aku perlukan, dan jika doa ini dijawab dan dikabulkan, aku akan merasakan sukacita yang sejati.”
Setelah menunggu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, ternyata doa itu belum dikabulkan.
Akibatnya, orang tersebut mulai meragukan janji Tuhan yang berbunyi, “Supaya penuhlah sukacitamu.” Kata-kata firman Tuhan itu awalnya terdengar menyenangkan, sehingga secara spontan ia berdoa dan memohon sesuatu yang diharapkannya dapat memenuhi sukacitanya.
Saudara, Rasul Yakobus menulis dalam kitab yang ditulisnya:
Yakobus 4:2-3 “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Yakobus menyatakan bahwa ada orang yang berdoa tetapi tidak mendapatkan jawaban atau doanya tidak dikabulkan, karena sebenarnya ia tidak benar-benar berdoa atau berdoa dengan cara yang salah.
Yesus pernah mengajarkan tentang doa:
Matius 5:24 “tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Yesus mengajarkan bahwa seseorang yang belum menyelesaikan persoalannya dengan saudaranya tidak boleh berdoa.
Ia harus menyelesaikan dulu persoalan tersebut dengan saudaranya, baru setelah itu dapat berdoa.
Jika seseorang tetap berdoa tanpa menyelesaikan masalah dengan saudaranya, maka dapat dipastikan bahwa sebenarnya dia tidak berdoa atau dia bukan benar-benar berdoa.
Berapa lama pun dia berdoa, sebenarnya dia tidak berdoa. Orang seperti inilah yang tidak memperoleh apa-apa, meskipun ia melakukan ritual doa dengan sering dan mungkin juga dalam waktu yang lama.
Oleh karena kesalahan yang dilakukannya sendiri, dia mulai meragukan kebenaran janji atau firman Tuhan.
Keraguan ini menimbulkan mendua hati (ragu-ragu), namun tetap menjalankan ritual doa, sehingga semakin besar keraguan itu, semakin bimbang dan semakin ragu.
Orang-orang seperti ini yang terus-menerus meragukan, justru menambahkan lagi alasan mengapa doa mereka tidak pernah terkabulkan.
Tidak terkabulnya doa membuat mereka semakin tidak mempercayai kebenaran lainnya.
Orang-orang seperti inilah yang sangat mudah disesatkan.
Orang-orang seperti inilah jika mendengarkan ajaran sesat akan mudah terpengaruh karena mereka meragukan kembali iman percaya mereka.
Keraguan ini membuat mereka mendua hati sehingga dengan mudah mereka menerima pengajaran lain.
Akibat kesalahan mereka sehingga mereka meragukan apa yang dijanjikan oleh Alkitab. Begitu mudah mereka tersesatkan akibat pengalaman buruk yang terjadi karena tidak menaati firman Tuhan.
Saudara, mari kita taati perintah Tuhan agar iman percaya kita terbentuk dan kita dapat melihat berbagai mujizat ketika kita percaya kepada apa yang difirmankan oleh Tuhan Allah sehingga kita dapat melihat janji-janji Tuhan terealisasi dalam hidup kita.
Haleluya, puji Tuhan, Amin!

Apa yang menyebabkan timbulnya keraguan yang akhirnya menyebabkan terjadinya mendua hati?
Pembacaan Alkitab Setahun
Kolose 1-4