SEGALA BANGSA BERDIRI DI HADAPAN TAHTA ANAK DOMBA

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

WAHYU 7:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah kumpulan besar orang yang berdiri di hadapan tahta Anak Domba?
  2. Apa yang diserukan oleh kumpulan besar ini?
  3. Apa yang layak untuk diterima oleh Allah selama-lamanya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Rencana dan kerinduan Allah adalah segala suku bangsa diselamatkan, dan suatu saat berdiri di hadapan tahta dan di hadapan Anak Domba untuk memberikan puji-pujian, kemuliaan, dan hikmat, dan syukur, dan hormat, dan kekuasaan, dan kekuatan bagi Allah sampai selama-lamanya.

Hari ini mungkin kita tidak terlalu terbayang bagaimana caranya segala suku bangsa menyembah Allah?

Bukankah masih banyak suku bangsa yang beraliran kepercayaan, animis, bahkan ateis.

Bukankah pada zaman akhir dinubuatkan bahwa kasih kebanyakan orang semakin dingin, makin banyak orang yang tidak lagi peduli agama.

Tetapi sesungguhnya Allah terus bekerja.

Di suatu tempat, ada orang-orang yang haus untuk mengenal Allah yang sejati, dan mereka mencari kebenaran.

Di tempat lain, ada orang-orang yang rela memberikan segala-galanya untuk Injil bisa sampai dan melihat sebanyak mungkin suku bangsa dimenangkan bagiNya.

Pertanyaannya, apakah kita menjadi bagian dari rencana besar Allah ini?

Terkadang kehidupan yang kita jalani membuat kita begitu terbiasa dengan segala yang ada.

Kita tidak lagi memikirkan hati Tuhan karena sibuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan menjalani rutinitas.

Injil adalah BERITA BAIK.

Kuasanya begitu dahsyat sehingga suku-suku bangsa yang tadinya kanibal dan berperang satu sama lain mengenal damai dan berubah gaya hidupnya.

Orang-orang yang tadinya tidak punya harapan menjadi berpengharapan.

Orang-orang yang tadinya punya karakter buruk jadi punya kerinduan untuk menjadi seperti Yesus.

Membayangkan bahwa suatu saat segala suku bangsa dipersatukan untuk memuliakan Tuhan adalah luar biasa.

Mulailah dengan membayangkan diri saudara sendiri ada di kumpulan tersebut.

Miliki kerinduan agar saudara berada di sana.

Kemudian renungkan, apa yang saudara ingin lakukan untuk menjadi bagian dari rencana Allah digenapi atas dunia ini?

Pernahkah saudara berpikir siapa yang bisa berdiri di hadapan tahta Anak Domba?

Cobalah membagikan mengapa saudara bisa berdiri di sana dan bagaimana supaya saudara mengalami janjiNya digenapi?