TUHAN DEKAT DAN MELEPASKAN DARI KEMALANGAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 34:19-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Jika kemalangan orang benar itu banyak, bagaimana kita tetap percaya kepada Tuhan dan bertahan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup?
  2. Apa artinya berlindung kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kehidupan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan.

Ada saat-saat ketika kita mengalami sukacita, keberhasilan, dan kelimpahan, tetapi ada pula masa ketika kita menghadapi kesedihan, kegagalan, kehilangan, penyakit, masalah keluarga, tekanan pekerjaan, maupun kesulitan ekonomi.

Tidak jarang, berbagai persoalan tersebut membuat hati kita terluka dan jiwa kita merasa lelah.

Dalam keadaan seperti itu, kita mungkin bertanya: Di manakah Tuhan ketika saya mengalami kesulitan? Apakah Tuhan masih peduli terhadap penderitaan saya? Mengapa orang yang berusaha hidup benar juga mengalami kemalangan?

Mazmur 34:19  “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”

Firman Tuhan memberikan penghiburan bahwa Tuhan dekat dengan orang-orang yang mengalami keadaan seperti itu. Tuhan hadir ketika kita menangis, kecewa, dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan.

Mazmur 34:20 “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”

Ayat ini mengajarkan kebenaran penting: hidup benar tidak membuat seseorang kebal terhadap penderitaan.

Bahkan kadang Tuhan harus berbicara kepada seseorang melalui penderitaan.

Tuhan mengijinkan umat-Nya mengalami kemalangan karena kadang dengan cara itu orang tersebut baru berpaling untuk bertanya kepada Tuhan, mengapa dia mengalami kemalangan atau penderitaan.

Dalam situasi normal, Tuhan berbicara kepada umat-Nya melalui Firman yang kita baca, atau melalui petunjuk Roh yang berbicara dalam hati kita.

Tetapi kalau dengan cara tersebut kita masih belum mengenali “suara-Nya”, maka Tuhan bisa memakai sesuatu yang kita rasakan.

Misalnya sakit penyakit, atau kegagalan.

Umumnya jika kita mengalami hal seperti itu, kita akan introspeksi dan bertanya kepada Tuhan mengapa Tuhan ijinkan kita mengalami hal tersebut.

Tetapi karena tujuannya adalah bukan untuk menghukum, maka sesudah kita berdialog dengan Tuhan melalui doa dan renungan Firman.

Maka Tuhan akan lebih leluasa untuk segera menolong kita melewati kemalangan tersebut.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu dalam mengatasi kesulitan ekonomi atau sakit penyakit.

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 19-20